
Menjelang malam, Wawan belum juga pulang. Ayu, wanita ini memilih duduk di depan teras rumah sambil menikmati secangkir teh hangat. Bukan menunggu kepulangan suaminya melainkan mencari udara segar untuk menenangkan pikiran.
Saat Ayu hendak masuk kedalam rumah, terdengar suara motor suaminya, Ayu cepat-cepat masuk kedalam kamarnya lalu mengunci pintu.
"Ayu... Buka pintunya!" Seru Wawan sambil menggedor-gedor pintu kamar.
"Kamu kenapa pulang, kenapa tidak dirumah ibu mu saja, hah!" Teriak Ayu dari dalam kamar.
"Suka-suka aku lah, lagipula ini rumah ku." Ucap Wawan.
"Hah, emangnya bapak kamu yang ngasih rumah ini, satu biji paku pun gak ada nempel di rumah ini. ingat ya mas, ini adalah rumah ku, rumah pemberian orang tua ku!" Sahut Ayu.
"Bodo amat! Cepat kamu buka pintu ini, kalau gak, akan ku hancurkan pintu ini...!"
Dengan perasaan kesal, Ayu membuka pintunya, nampak lah wajah suaminya yang terlihat seperti menahan amarah. Wawan langsung menarik kasar tangan Ayu.
"Apa, sih, mas. Lepaskan tangan ku!" Sentak Ayu.
"Kita harus bicara...!" Tegas Wawan.
"Apalagi yang harus di bicarakan, hah!" Ucap Ayu sambil melepaskan tangannya dari Cengkeraman tangan Wawan.
__ADS_1
"Mulai sekarang jatah belanja mu aku kurangi menjadi duapuluh ribu untuk dua hari." Ucap Wawan tanpa merasa berdosa.
"Hahaha...Kenapa begitu, mas, kamu udah gila?" Tanya Ayu dengan suara meninggi.
"Salahmu sendiri sudah mempermalukan aku dan ibu ku."
"Gak bisa gitu dong, mas!" Ujar Ayu tak terima. "Uang segitu mana cukup untuk keperluan sehari-hari." Timpalnya.
"Kamu ini istri yang bodoh, Yu!" Hardik Wawan. "Tidak bisa mengatur keuangan. Kalau kamu merasa kurang dengan uang segitu, minta aja sana sama kakak mu." Ucap Wawan.
"Kalau kamu mau makan minta aja sana sama ibu mu!" Ucap Ayu tak mau kalah. "Kamu pikir uang segitu cukup, untuk bayar gas aja masih kurang." Sambungnya.
"Mau masak apa, semuanya sudah habis tak bersisa di ambil ibu mu itu. Jadi kalau mau makan, makan dirumah ibu mu, sana!" Ucap Ayu kemudian beranjak pergi kembali kekamar.
Wawan mendengus kesal, pria ini sangat malas sekali berdebat sekarang. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah ibunya kembali.
*
Pagi hari di rumah Ayu, wanita ini merasa sangat kesal karena ia kedatangan kakak iparnya yang sedang mengamuk menggedor-gedor pintu rumahnya. Ayu yang malas pun bangkit dari ranjangnya dan beranjak pergi keluar untuk membukakan pintu.
"Ayu... Ayu..Keluar kamu!" Teriak Lisa emosi.
__ADS_1
"Pagi-pagi sudah membuat keributan di depan rumah orang, sangat tidak sopan!" Ucap Ayu. "Ada apa kak Lisa pagi-pagi sudah membuat keributan di rumah ku, hah!" Tanya Ayu dengan suara dinginnya.
"Heh, dasar wanita bodoh! Bisa-bisanya kamu mempermalukan ibuku hanya karena dia mengambil makanan punya mu. Ibu ku itu, ibu kamu juga, Yu!" Ucap Lisa dengan nada tinggi.
Ayu menghela nafas rasanya malas sekali pagi-pagi berdebat seperti ini.
"Ibu sudah keterlaluan, kak. Bisa-bisanya dia mengambil semua makanan di kulkas ku tanpa sisa." Ucap Ayu masih terlihat tenang.
"Halah, dasar kamu aja yang pelit. Punya makanan sebanyak itu tapi tidak mau berbagi dengan orang tua, lagipula itu kan menggunakan uang adik ku untuk membelinya." Ujar Lisa membuat Ayu geram. "Oh ya, satu lagi, kamu tidak usah sombong begitu, Ayu. Kalau bukan uang dari adik ku mana mungkin kamu punya uang." Cibir Lisa.
"Hahaha... Kalau aku pelit emangnya kenapa?" Tanya Ayu dengan menaikan ke atas satu sudut bibirnya. "Adik kakak ngasih jatah cuma tiga puluh ribu untuk dua hari, Ya, wajar dong aku pelit karena aku harus berhemat dan satu lagi, semua makanan itu di beli dengan uang kakak ku bukan uang adik kesayangan kakak." Jelas Ayu.
"Ya, wajar dong kamu di kasih segitu, lagipula kamu ini belum punya anak jadi kebutuhan kamu ya gak banyak." Ucap Lisa dengan entengnya.
"Memang dasarnya adik kak Lisa itu pelit!" Ucap Ayu.
Lisa merasa geram, tanpa sepatah katapun ia pergi begitu saja.
"Kakak adik sama saja ternyata!" Gumam Ayu kemudian wanita ini masuk kedalam rumah untuk membuat sarapan untuk dirinya. Yah, hanya untuk dirinya sebab sampai saat ini suaminya belum juga pulang dari rumah ibunya.
Ayu masa bodoh, setelah selesai sarapan ia bergegas mandi dan berangkat kerja. Sampai saat ini Wawan belum tahu kalau dirinya bekerja.
__ADS_1