
Pukul lima sore, Wawan baru menginjakan kakinya dirumah. Dia masuk mencari Ayu yang tak kelihatan. Biasanya Ayu akan selalu menyambut hangat kepulangannya.
Wawan lalu ke dapur, mencari Ayu yang pikir Ayu mungkin sedang memasak untuk makan malam. Tapi di dapur sama sekali tak ada Ayu.
"Yu......Yu.....dimana kamu?" Panggil Wawan mencari sampai ke halaman belakang rumah.
Tak ada sahutan, Wawan baru ingat jika ia belum ke kamar. Dan saat Wawan membuka pintu kamar, Wawan mendapati Ayu yang tengah duduk di tepi ranjang dengan pandangan kearah jendela.
"Yu.....aku pikir kamu kemana!" Ucap Wawan menghela nafas lega.
Ayu tak menjawab, bahkan menoleh saja tidak sehingga membuat Wawan sedikit kebingungan.
"Yu, kamu kenapa?" Tanya Wawan mendekat.
"Yu, kamu habis menangis?" Tanya Wawan, tapi Ayu hanya menggelengkan kepalanya.
"Jawab Yu, kamu kenapa? Ada apa?" Wawan terus bertanya seraya mendudukkan pantatnya tepat disamping Ayu.
Tiba-tiba cairan bening kembali lagi membasahi pipi mulus Ayu.
Ayu sungguh tak dapat lagi menahan dadanya yang terasa sesak sejak tadi. Ayu menangis sejadi-jadinya, membuat Wawan semakin keheranan.
"Yu, Jawab kamu kenapa?" Tanya Wawan dengan lembut berusaha merengkuh tubuh Ayu kedalam pelukannya. Akan tetapi Ayu enggan dipeluk.
"Tega kamu, Mas!" Satu baris Kalimat keluar dari mulut Ayu.
"Tega? Tega apa aku sama kamu?" Tanya Wawan.
Ayu mengangkat pandangannya, menatap wajah Wawan dengan tatapan yang begitu nanar.
"Kamu selingkuh kan dariku?" Tanya Ayu.
Duar......
Bagaikan disambar petir, Wawan begitu terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Ayu.
"Yu, ka-kamu...." Wawan seketika menjadi gagap.
"Tidak usah menutupinya lagi, Mas. Aku sudah tahu kelakuan busuk kamu itu!" Seru Ayu dengan penuh kekecewaan.
"Kurang apa aku selama ini, Mas? Aku sudah menjadi istri yang baik untukmu, istri yang setia. Istri yang selalu----" Ayu tak lagi melanjutkan ucapannya, saat ini hatinya begitu sakit dan perih.
Lidah Wawan terasa Kelu, ia sudah tidak bisa lagi mengelak dan menutupi semua pengkhianatan yang ia lakukan dibelakang Ayu. Empat bulan terakhir ini Wawan memang mengkhianati Ayu dengan wanita yang bernama Sarah. Sarah adalah rekan kerja Wawan.
Tapi sekarang yang menjadi pertanyaan Wawan ialah tahu darimana Ayu jika dirinya telah selingkuh?
Ayu bangkit dari duduknya dengan diikuti oleh Wawan.
__ADS_1
"Yu, maafkan aku." Ucap Wawan penuh penyesalan.
"Tega kamu, Mas!" Teriak Ayu sambil memukul-mukul dada bidang milik Wawan.
Wawan hanya diam, membiarkan Ayu memukul-mukul dadanya. ia tak bisa berkata satu huruf pun dan hanya menatap Ayu dengan penuh rasa bersalah.
Dalam hidup baru kali ini Wawan melihat Ayu serapuh ini.
"Aku salah, aku minta maaf yu.." Ucap Wawan dengan segenap perasaan bersalah.
Tangis Ayu semakin pecah, dia tak sanggup lagi menghadapi kenyataan bahwa suaminya memang benar berselingkuh darinya.
"Aku kecewa sama kamu, Mas!" Ujar Ayu kemudian beranjak pergi dari hadapan Wawan.
"Yu....kamu mau kemana?" Tanya Wawan menyusul.
Ayu sama sekali tak menggubris ucapan Wawan.
"Yu, kamu mau kemana?" Tanya Wawan seraya meraih lengan Ayu.
"Lepaskan, Mas!" Sentak Ayu melepas kasar pegangan tangan Wawan.
Wawan mengejar istrinya, tapi langkah Ayu lebih cepat. Ayu berlari ke arah depan gang, dia meminta tukang ojek untuk segera mengantarkannya pergi.
"Yu......" Teriak Wawan. Tapi Ayu pergi begitu saja tanpa menghiraukan Wawan.
"Ada masalah apa kamu, Wan?" Tanya Pak Beni salah satu tukang ojek.
"Biasalah pak masalah rumah tangga. Kalau begitu saya pamit dulu." Ucap Wawan yang beranjak pergi menuju ke rumahnya kembali.
Sesampainya di rumah, Wawan langsung saja pergi ke kamar mandi untuk sekedar menyegarkan tubuhnya yang lelah di tambah lagi dengan masalah yang menimpa rumah tangganya.
"Sial..! Kenapa Ayu bisa tahu, apa jangan-jangan dia melihatnya." Ucap Wawan.
Pria ini cepat-cepat membersihkan dirinya untuk pergi ke rumah mertuanya. Wawan pikir mungkin Ayu pergi ke rumah orang tuanya.
Sore berganti malam, Wawan kini baru saja tiba di halaman rumah mertuanya dengan mengendarai sepeda motor butu miliknya.
Wawan bergegas melepas helm dari kepalanya lalu setelah itu mengetuk pintu rumah mertuanya yang terlihat sepi dan hening.
"Assalamualaikum.....pak Bu........" Wawan terus mengetuk pintu hingga ketukan yang ketiga kali barulah pintu terbuka dan keluarlah seorang lelaki dengan wajah sangar dan tatapan tajam.
"Kamu, ada apa malam-malam begini kesini?" Tanya pak Samsul.
Tak buru-buru menjawab, Wawan lebih dulu mengulurkan tangan untuk mengajak bersalaman. Akan tetapi uluran tangan Wawan itu sama sekali tak dihiraukan oleh pak Samsul.
"Ada apa kamu kesini?" Tanya lagi pak Samsul.
__ADS_1
"Anu pak.........saya kesini mau jemput Ayu."
Pak Samsul membelalakkan kedua matanya sehingga membuat Wawan sedikit ketar ketir.
"Jemput Ayu? mana ada Ayu disini!" ucap pak Samsul.
"Memangnya Ayu kemana?" Tanya Samsul.
Wawan diam, dalam hatinya dia merasa bingung dimana Ayu sebenarnya? Kenapa dirumah orangtuanya tidak ada?
"Ayu....ayu......" Wawan begitu gugup, karena bingung ingin menjawab apa.
"Siapa pak.....ada apa?" Tanya istri pak Samsul dari dalam rumah.
"Ini Lo bu, ada Wawan!"
Tak lama Bu Indah pun muncul dan berdiri tepat disamping suaminya.
"Wawan....."
"Eh....bu!" Wawan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan ibu mertuanya pun membalas salaman itu.
"Ada apa Wan, kok malem-malem kesini?" Tanya ibu mertuanya.
"Wawan ini aneh Bu, masa dia nyari Ayu kesini. Suaminya sendiri tapi malah gak tahu istrinya pergi kemana." Cemooh Samsul.
"Apa? Jangan bilang kalau kamu sama Ayu berantem?" Tanya Bu Indah memastikan.
Wawan menundukkan wajahnya, lalu mengangguk tanda mengiyakan.
"Iya Bu pak, Wawan dan Ayu memang bertengkar. Ta-tapi pertengkaran ini cuma sepele kok. Ya biasalah, pertengkaran rumah tangga." Ucap Wawan menahan malu.
"Bertengkar biasa tapi kenapa kamu sendiri tidak tahu Ayu kemana?" Tanya Pak Samsul.
Wawan tak menjawab, dia diam seribu bahasa.
Sementara Bu Indah terlihat begitu cemas setelah mendengar anaknya yang pergi entah kemana.
"Kok bisa sih kalian bertengkar, emang apa masalahnya?" Tanya Bu Indah penasaran.
Seketika mulut Wawan tergagap, pikirnya mana mungkin ia memberitahu pada kedua mertuanya bahwa akar permasalah ini adalah gara-gara dirinya ketahuan selingkuh oleh Ayu.
Apa jadinya kalau kedua mertuanya sampai tahu? bisa-bisa Ayu akan disuruh menceraikan dirinya dan Wawan tak ingin hal itu terjadi.
Dahulu Wawan mendapatkan Ayu tidaklah mudah. Ia harus mati-matian memperjuangkan restu dari kedua orangtua Ayu yang memang dulu sempat tak merestui hubungan mereka.
Hingga akhirnya kedua orangtua Ayu pun mau tidak mau harus merestui hubungan mereka karena Ayu yang terus memaksa.
__ADS_1