Jangan Salahkan Aku Meminta Cerai

Jangan Salahkan Aku Meminta Cerai
Eps 20


__ADS_3

Setelah selesai memasak, Ayu lalu pergi ke kamar. Begitu membuka pintu kamar, ternyata suaminya sudah tertidur lelap.


"Mas, mas ayo bangun! Makan malamnya udah siap." Ayu mengguncang-guncang pelan bahu suaminya. Namun, Wawan tak kunjung bangun juga hingga beberapa kali mencoba barulah Wawan terbangun.


"Emh.. Apa?" Tanya Wawan sambil mengucek matanya.


"Makan malamnya udah siap tuh!"


"Mas pengen makan di sini aja, Yu!"


Ayu yang paham pun langsung pergi ke dapur untuk mengambil makanan dan membawanya ke kamar.


"Nih..!"


"Mas kan lagi sakit. Jadi, kamu suapin lah..!"


Ayu memutar bola mata malas, lalu dengan terpaksa ia pun menyuapi Wawan.


Wawan tersenyum senyum sendiri, ia pikir Ayu sudah memaafkannya.


"Kenapa malah senyum-senyum sendiri kaya orang gila?" Tanya Ayu.


"Gak Yu, gakpapa. Oh ya kamu maafin mas Kan?" Tanya Wawan.


Ayu tak buru-buru menjawab, Wanita itu diam sejenak dan beberapa detik kemudian barulah menjawab.


"Sudah ku maafkan, tapi memaafkan bukan berarti lupa." Ucap Ayu.


"Aku kasih kamu satu kesempatan lagi, Mas. Kalau sampai kamu mengulanginya, awas saja, aku langsung minta pisah sama kamu!" Seru Ayu dengan nada penuh ancaman.


"Mas nggak mau kehilangan kamu, Ayu. Mas janji akan menggunakan kesempatan yang kamu berikan untuk menjadi suami yang lebih baik untukmu


"Apa kamu sudah mengakhiri hubungan mu dengannya?"


"Belum, tapi mas akan segera mengakhirinya." Ucap Wawan.


"Setelah aku tahu, kamu baru mau mengakhirinya."


"Bukan begitu..."


"Apa kamu dan dia sudah berhubungan badan?"


Wawan diam sejenak, pria itu bingung harus menjawab apa.


Ayu mendengus kesal, Lalu berkata,


"Tak perlu dijawab, aku sudah tahu jawabannya!" Ucap Ayu kemudian bangkit dari duduknya dan berlalu begitu saja dengan membawa piring kotor ditangan.


"Yu, aku belum pernah menidurinya..!" Seru Wawan.

__ADS_1


Langkah Ayu terhenti kemudian berbalik menatap suaminya.


"Benarkah? Awas saja aku sampai mendengar wanita selingkuhan mu itu hamil..!" Ucap Ayu.


Dua Minggu berlalu, kehidupan rumah tangga Ayu dan Wawan sekarang sudah berjalan seperti biasanya.


Sikap Wawan berubah drastis yang awalnya pelit dan perhitungan, kini menjadi royal kepada Ayu. Wawan ingin menebus kesalahan kepada Ayu.


Bahkan hampir setiap hari dari pulang bekerja, Wawan selalu membawakan Ayu jajanan kaki lima. Seperti gorengan, martabak, telor gulung.


Dihati Ayu merasa senang karena suaminya itu sudah berubah. Tapi Ayu gensi untuk menunjukan kesenangan dirinya. Didepan Wawan, Ayu hanya biasa saja menanggapinya.


Sore ini tidak seperti biasanya, kali ini Wawan membelikan Ayu satu set alat make up dan skincare untuk istrinya.


"Mas, tumben kamu ngasih aku barang-barang beginian dan ini skincare mahal loh mas."


"Ini hadiah untuk kamu, Yu!" Ucap Wawan.


"Hah, hadiah? Gak biasanya kamu ngasih aku hadiah?" Tanya Ayu.


"Memangnya salah kalau seorang suami ingin menyenangkan istrinya?"


"Eh....kamu ini belum juga tua udah pikun aja. Inikan anniversary pernikahan kita yang ke-enam tahun." Ujar Wawan.


Ayu mengerucutkan bibirnya. "Heleh tumben, biasanya juga selama kita nikah gak pernah tuh mas ingat. Baru kali ini doang."


"Biasanya aja kamu bilang nggak punya uang terus kenapa sekarang ada uang? Oh... Mungkin uang kamu kemarin-kemarin habis untuk selingkuhan kamu itu ya?" Singgung Ayu.


Hari pun berlalu begitu saja, sampai keesokan siangnya, saat Ayu dan Wawan sedang bersantai di ruang kelurga. kebetulan hari ini Wawan libur ke kantor.


Begitu pula dengan Ayu, sampai sekarang suaminya belum tahu jika ia bekerja.


Terdengar suara ketukan pintu beberapa kali, membuat Ayu langsung bangkit dari duduknya dan pergi membuka pintu.


Ceklek.....


Ayu memasang wajah datar, ia begitu heran saat melihat seorang wanita muda dihadapannya dengan wajah tertunduk.


"Maaf mba siapa? Cari siapa ya kesini?" Tanya Ayu.


Wanita itu pun perlahan mengangkat wajahnya lalu menatap Ayu dengan tatapan iba.


"Maaf mba, cari siapa ya?" Tanya Ayu sekali lagi.


Wanita itu lalu mengelus perutnya dan berkata jika dirinya datang untuk mencari Wawan.


Ayu menyipitkan kedua matanya. Ia semakin tak mengerti mengapa wanita ini mencari suaminya. Ayu pun lalu memanggil Wawan.


Tak lama datanglah Wawan dari arah belakang Ayu. Wawan begitu terkejut saat melihat Sella yang berdiri diambang pintu.

__ADS_1


Mata Wawan melotot sehingga membuat Ayu langsung menanyainya.


"Mas, kamu kenapa?" Tanya Ayu.


"Maksud kedatangan ku ke sini untuk minta pertanggungjawaban dari suami kamu." Ucap wanita bernama Sella itu.


"Maksud kamu?"


"Aku mengandung anak dari suami kamu..!" Ucap Sella membuat Wawan dan Ayu terkejut.


"Hai, Sella jangan mengada-ada kamu..! Bukankah kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sekarang..!!" Sanggah Wawan.


"Aku tidak mengada-ada. Ini anak kamu, Wawan...!!"


"Jangan fitnah kamu..!"Seru Wawan. "Yu, aku di fitnah sama wanita itu, kamu jangan percaya...!" Ucap Wawan meyakinkan Ayu.


"Bohong kamu Wawan..!!" Ucap Sella. "Jelas-jelas kamu memuji ku karena aku masih perawan bahkan kamu bilang punya ku lebih nikmat di banding istri kamu...!!!" Cemooh Sella.


Ayu hanya diam mematung sambil memegangi dadanya yang seketika terasa amat sesak. Kedua matanya pun kini berair.


"Heh, Sella..! Aku meniduri mu hanya satu kali mana mungkin bisa hamil."


Belum habis Wawan menjelaskan, Ayu langsung saja melayangkan satu tamparan keras ke wajah Wawan.


Plak..


"Bajingan penipu..!" Hardik Ayu.


"Ayu, aku di fitnah..!" Elak Wawan sambil memegangi pipinya yang terasa perih dan panas.


"Kamu bilang kamu tidak pernah tidur dengannya. Lalu ini apa, hah..!" Pekik Ayu dengan air mata berderai.


"Aku hanya sekali tidur dengannya, jadi mana mungkin bisa langsung hamil!" Lagi Wawan terus saja mengelak.


Ayu yang sudah benar-benar murka pun langsung saja melayangkan tamparan kedua kalinya untuk Wawan.


Plak.....


Wawan merintih kesakitan dan langsung memegangi pipinya yang terasa panas dan perih.


"Yu.....itu tidak benar!"


"Tidak benar apanya, jelas-jelas sudah ada buktinya!" Ayu menatap ke arah perut buncit Sella.


Sungguh hati Ayu benar-benar sakit, Ayu sudah dari lama menginginkan anak, akan tetapi Wawan lah yang tidak mau. Tapi apa yang sekarang terjadi? Wawan justru malah menghamili wanita lain.


"Keparat kamu, Sella! Kamu benar-benar wanita ular!" Hardik Wawan yang panik sekaligus takut.


"Apa benar yang dikatakan wanita ini?" Tanya Ayu berharap jika apa yang dikatakan wanita bernama Sella itu bohong.

__ADS_1


Wawan tak mengindahkan pertanyaan dari Ayu, pria ini justru malah bersimpuh dibawah kaki Ayu.


__ADS_2