Jangan Terima Aku Apa Adanya

Jangan Terima Aku Apa Adanya
Terlalu indah untuk di hindari


__ADS_3

Senyum itu mengembang di bibir tipisnya, manis sekali.


bahagia ku melihat nya bahagia.


" Makasih kamu selalu ada kapanpun ku butuhkan "


" besok kita temui mbak Siska dikost nya, oh ya Mas nanti malam aku mau temani Ibrahim dan Vita makan gimbal dekat Pasar Johar bolehkan?"


" boleh tapi aku ikut ya?" pintanya membuatku manyun


" maaf ya Mas bukan gak boleh tapi... aku gak enak sama meraka "


" heeemm aku gak nyaman kamu jalan bareng Ibrahim "


" lohh... ngapain sih, cemburu ya Mas? aduhh Mas, Ibrahim itu cowok yang di taksir sama Vita, jangan terlalu liar atuh bayangannya "


" firasat ku gak enak Dee, jangan-jangan Ibrahim naksir kamu "


" punya alasan apa kamu bilang Ibrahim naksir aku?"


" dari caranya menatap mu terlihat dia menyukaimu Dee "


" sudah ah Mas gak usah berfikir seperti itu, Mas tuh hanya cemburu saja, Mas mah suka membesar besarkannya "


" ya udahlah jalan saja sana, Hati-hati kalau ada apa-apa langsung telpon aku"


" siap Bos " aku mencoba mencairkan suasana tapi hasilnya nihil, masih saja cuek.


" aku pamit dulu Dee, jangan malam-malam pulangnya gak baik anak gadis diluaran sampai larut malam"


" iya Mas Husein, aku bukan anak kecil lagi yang gak bisa bedain mana yang baik dan yang buruk " dengan manja ku mencoba bermanis manis dengannya, tapi tetap saja dia tak bergeming, sosok dingin memang sudah menjadi karakter nya.


Tanpa pamit dia meninggalkan kost ku, ku hela napas panjang mencoba kompromi dengan sikap nya yang menyebalkan. kesempurnaan fisik nya memudar di iringi sikap dinginya. semakin ke sini semakin aku ragu melangkah bersamanya.


ada apa denganku? sejak tadi ada saja perasaan ingin meninggalkan Mas Husein. Apa ada hubungannya dengan candaan Ibrahim tadi pas di Kampus. ah sudahlah.


Segala sesuatu ku siapkan, hari ini aku ingin tampil cantik di hadapan Ibrahim, Lagi-lagi aku ingin terlihat perfect di hadapan Ibrahim. oh tidak aku tidak sedang mengahapkan Ibrahim kan?.


Ting


( 10 mnt sampai kostmu)


Ku baca SMS dari Vita


(oke aku dah siap)


hari ini aku memakai Rok panjang barbahan denim dan sebuah atasnya berwarna hitam ku padu padan kan jilbab warna merah bermotif.


" wah cantiknya mawar merah ku ini " puji Ibrahim mampu membuat ku tersipu malu


" yukk berangkat "


aku mengikuti mereka, kami makan gimbal dekat Pasar Johar. Gimbal di sini emang paling enak, tak heran kalau mau makan di sini harus bersabar dengan antrian yang panjang. hampir 20 menit kami antri. akhirnya pesanan kami datang.


dengan semangat Ibrahim melahap gimbal pesanannya

__ADS_1


" heemmm gak salah pilih tempat kamu Dee, gimbalnya garing udangnya banyak dan bumbunya kentel banget loh, muantappp pokoke " pujinya


aku dan Vita hanya tersenyum menanggapinya, ada saja yang bisa Ibrahim lakukan untuk membuat suasana menghangat


" Ib kamu dah punya pacar belum? " tanya Vita membuat kami menghentikan aktifitas makan. seberani itukah Vita?


" pacar? aku gak punya pacar Vit "


" beneran Ib?" Vita meyakinkan lagi


" iya serius, aku gak punya pacar tapi punyanya tunangan "


kami melotot sangking kagetnya, aku tau Vita pasti sedih mendengarkan nya, pupus sudah impian menjadikan Ibrahim sandara hatinya. aduh mengapa aku juga merasakan nyeri di hatiku, apakah aku juga hampir memiliki rasa yang Vita rasakan juga ke Ibrahim.


" iya aku udah punya tunangan dia anak Jogja juga namanya Arini, sudah sebulan ini kami bertunang rencananya setahu lagi kami akan menikah "


" teman kampusmu?" tanya Vita ragu


" iya, teman sekelasku tapi dia sudah wisuda bulan kemarin "


Ibrahim satu tingkat diatasku, harusnya dia sudah lulus tahun ini, tapi sepertinya dia terlalu cerdas untuk lulus secepat ini. Ibrahim bukan tipe mahasiswa datang kuliah lalu pulang, dia banyak menghabiskan waktu untuk berorganisasi terbukti dia pernah menjabat sebagai ketua BEM Fakultas.


Ibrahim Mahasiswa angkatan 2004 dia mengambil jurusan Sejarah, kecintaannya pada ilmu pengetahuan lah yang membuat nya memilih jurusan itu, bagi Ibrahim belajar sejarah membuat orang lebih bijaksana karna dapat melihat masa lalu dan dapat memetakan masa depan. slogan Historya Vitae magistra selalu menyambutku ketika datang ke jurusannya.


Sosok didepanku adalah sosok yang jenius, imajinasi nya liar di tunjang perbendaharaan kata yang mumpuni membuatnya pantas untuk dikagumi. apalagi secara fisik dia sangat tampan seperti orang Itali. waktu itu Ibrahim pernah cerita kalau mbah buyut putri keturunan Itali. mungkin saja ketampanan nya mewarisi dari Mbah Buyutnya.


" kamu gak sedang bercandakan?" tanya Vita sekali lagi, aku perhatikan ada guratan kesedihan terpancar dari wajahnya.


" masa aku bercanda dengan hal sepenting ini "


Pupus sudah harapan Vita memiliki Ibrahim, sepertinya aku pun demikian. aku takut kehilangan perhatian dan rayuan gombal nya.


" maaf Ibuku SMS aku diminta segera balik, adiku demam ayah sedang keluar kota dari kemarin " pinta Vita tiba-tiba.


aku gak yakin kalau ibunya SMS, Vita hanya mencoba menghindari Ibrahim, dia sangat kecewa.


" oh... oke kita antar ya Vit?"


tawarku


" gak usah Dee, aku bisa pulang sendiri "


secepat kilat Vita meninggal kan kami berdua, hanya berdua aku dan Ibrahim. ada perasaan deg-degan setiap kali berdekatan dengannya.


Selesai kami makan, Ibrahim mengantarku pulang ke kost.


kami ngobrol di teras dikost.


" Husein pacarmu ya Dee?" pertanyaan yang menyebalkan, aku tidak suka pertanyaan itu di ucapan kan Ibrahim.


" iya, dia pacarku "


" cocok deh, kamu cantik dan Husein ganteng"


" bisa aja "

__ADS_1


" nih Arini tunangan ku " sambil melihat kan foto Arini yang terpajang di dompet nya.


jujur saja aku tidak menyukai nya, aku tak rela Ibrahim dimiliki orang lain.


aku terdiam tak bereaksi, sampai ku rasakan sentuhan tangannya mengengam tanganku. aku begitu dekat dengan Ibrahim.ada rasa tak karuan terselip dari dalam hatiku. andai saja ku miliki dia. Ada apa denganku?


mengapa rasa ini tiba-tiba muncul menyiksa ku, aku bukanlah orang yang suka membagi cinta, tapi sepertinya tidak untuk yang satu ini. aku tak mampu menolak pesona lelaki ini.


" kamu cemburu ya sama Arini?" tebaknya


" gak lah mana mungkin aku cemburu, kamu bukan pacarku "


elakku


" bohong, aku tau kamu tak rela jika aku dimiliki orang lain, kamu takut kan kehilangan fans"


aku terdiam, Ibrahim menatapku lekat-lekat. semakin dekat dan mendekat. ku rasakan aroma nafasnya, aku benar-benar mabuk karena nya. kurasakan kecupan hangat di bibirku. seketika aku teringat Mas Husein lelaki yang mempercayakan hatinya untukku. ku dorong tubuh Ibrahim tanpa menunggu lama ku tinggal kan dia di teras sendirian.


aku bergegas masuk kamar, ada perasaan bersalah.


tapi jujur saja aku memang mengimpikan lelaki seperti Ibrahim.


sayup-sayup ku dengar suara motor Ibrahim meninggal kan kostku.


Aku masih belum bisa menguasai diri ku, masih terbawa suasana itu, suasana dimana ku rasakan kecupan hangat dari seorang manusia ideal seperti Ibrahim.


Satu jam aku masih duduk bersandar di pojok kamar


sebuah SMS membangunkan ku dari lamunanku.


ting


( maaf ya Dee)


Ibrahim mengirimkan SMS


sayang sekali aku gak bernafsu membalas SMS nya


( aku tak dapat menguasai diri)


( kamu terlalu indah )


( untuk tak ku perhatian)


ku balas SMS nya


( makasih sudah perhatian)


( kamu terlalu indah)


( untuk ku hindari)


( tapi...)


( aku perempuan)

__ADS_1


( setia)


ku matikan ponselku, aku ingin tidur malam ini dengan nyenyak.


__ADS_2