Jangan Terima Aku Apa Adanya

Jangan Terima Aku Apa Adanya
Pesonamu Mas Husein


__ADS_3

1 bulan telah berlalu....


Hari ini aku dan beberapa anak yang katanya terlibat dalam kerusuhan di gedung hijau sebulan yang lalu sudah bisa mengikuti kuliah seperti biasanya.


Sebulan ini aku dan beberapa teman yang merasa tak terlibat tak banyak melakukan pergerakan. aku bahkan membiarkan peristiwa ini berlalu begitu saja. Mas Husain sejauh ini sudah berusaha mengumpulkan bukti ketidakterlibatan ku tapi seolah-olah smuanya tertutup tak ada celah untuknya mencari informasi tentang kerusuhan itu.


Hubungan ku dengan keluarga mas Husein tak membaik.


aku sudah lelah memperjuangkan hubungan ini. walaupun aku tak kan bisa berpisah dengan Mas Husein.


perkembangan jely aloe Vera dan minuman kaleng dari aloe vera berkembang dengan pesat. bisnis yang di tekuni mas Husein sepertinya membawa kemajuan yang baik.


kedepannya Mas Husein ingin membuat pabrik makanan dan minuman dari olahan aloe vera.


Aku berusaha memperbaiki hubungan dengan Jihan.


siang itu ku lihat Jihan sendirian di koridor jurusan.


ku dekati dia.


" haii Jihan " sapa ku memecahkan keheningan siang itu


" eh... Dee, duduk sini " sambutnya membuatku merasa ada harapan di antara dinginnya hubungan ini


" Jihan maaf ya kalau selama ini aku terlalu egois, aku harusnya bisa bersikap lebih memahami mu lagi"


" Dee, aku juga minta maaf, aku terlalu posesif untuk memiliki Mas Husein seutuhnya "


" perjuangkan Mas Husein untuk menjadikan nya milikimu tapi ingat aku juga akan memperjuangkan nya untuk menjadi milik ku. siapapun antara kita yang akan terpilih menjadi pilihan Mas Husein dan keluarga nya kita harus legowo dan iklas" ucapku


ada senyum mengambang dari Jihan, jauh di dasar hatiku


aku telah merasa kalah. karna aku sangat mengenal Mas Husain, dia tak kan meminangku tanpa restu Abah dan Ammi nya.


" kita punya tantangan sendiri Dee, aku harus berjuang untuk mendapatkan Husein dan kamu berjuanglah mengapai restu Abah dan Amminya "


ku rengkuh bahagia, meskipun ku tau hubungan persahabatan kami tak akan utuh seperti dulu. Ibarat kaca sekali berkeping tak kan mampu di satu kan lagi dengan utuh pasti ada bekas keretakanya walau tipis dan hampir tak terlihat.


" Terima kasih Jihan "


Tak ada obrolan antara kami


perlahan ku tinggalkan Jihan. ada kelegaan tersendiri setelah perang dingin ini berakhir.


aku fokus pada kuliahku. tak terasa 3,5 tahun begitu cepat berlalu. skripsi yang ku kerjakan dengan sebuah perjuangan akhirnya selasai dengan nilai yang memuaskan. walaupun banyak kendala disana-sini. Mas Husein selalu ada buatku menemaniku saat aku mengumpulkan data untuk bahan skripsi.


Pabrik pengolahan makanan dan minuman olahan aloe vera yang di impikan dapat berdiri dengan kokoh, hampir semua di pasar sampai hypermart ada produk dari pabrik Mas Husein. masih ada impian yang akan di wujudkan ditahun ini yaitu ekspor.


3 minggu lagi yudisium akan di selenggarakan di kampusku.


semua persyaratan yudisium sudah ku lalui tinggal menunggu resepsi nya saja.


" Dee... Dewi... " ku hentikan langkah saat menuju parkiran


Segera ku menoleh dangan senyum hangat ku karna aku tau dan sangat hafal siapa pemilik suara itu


" Mas Husein " wajahku berbinar


" nanti malam kita ke rumah Abah dan Ammi ya, aku ingin membicarakan tentang hubungan kita, setelah itu kita meminta restu ayah Ibumu " pintanya


" secepat ini kah Mas?? aku masih trauma dengan yang kemarin-kemarin " tolak ku


" ayolah Dee... kita coba lagi memperbaiki hubungan dengan Abah dan Ammi, siapa tau waktu dapat merubah keegoisan mereka "

__ADS_1


" oke... , nanti malam seperti bisa kamu jemput aku ya dikost, oh ya Mas kalau ke kost nanti bawain Dee martabak Mang Asep ya "


" idihhh kan lagi diet, aku bawain semangka saja ya? " tawarnya lagi


" gak mau, gak ada martabak rasa coklat keju aku gak mau ke rumah " rengek ku


" oke oke tapi sekali kali ya sayang... besok harus diiet lagi"


ku berikan jempol dan Mas Husein tertawa penuh bahagia.


" mau makan siang apa gadisku? "


" maaf ya lalakiku aku tidak makan, kan lagi diet "


" ayolah Dee... "


pintanya


ku duduk di boncengan motornya dan gas... kita makan ditempat favorit kita


" Bakso cak jhon " .


Bakso Cak Jhon asli Malang, isiannya bermacam macam


ada tahu baso, baso kasar, baso halus, bakso urat, ada siomay kering dan basah dan ini nih kesukaan ku siomay yang digulung kol.


sudah sebulan aku dan Mas Husein tak ke sini karna kesibukan kita akhir-akhir ini.


ku edarkan pandang ke sekeliling ruangan, kuperhatikan setiap sudut ruangan ini berharap bisa bertemu dengan orang yang aku kenal, ujung mataku menangkap seseorang.


" Mas itukan Mbak Mutia ? "


Mas Husein tak bergeming, dia masih cuek tak perduli dengan ucapanku barusan.


" ssstttt biarkan saja, aku ingin menghabiskan waktu bersama mu hari ini tanpa ada gangguan orang lain "


" kita sudah lama loh Mas tidak bertemu, sejak Mbak Mutia memutuskan pulang kampung setelah mendapatkan tawaran pekerjaan dari Pamannya di Madiun "


" aku belum cerita ya tentang Mutia ? "


aku hanya menggeleng, penasaran dengan apa yang akan dibicarakan tentang Mbak Mutia


" nanti saja kita ke taman kota, aku akan cerita smua yang terjadi tentang sahabat ku itu "


deg...


aku pura pura tidak tau apapun, jujur saja aku ingin bertemu dengan Mbak Mutia. ku perhatikan kondisinya berbeda, dia sedikit kucel dan lebih terlihat kurus. ada apa dengan Mbak Mutia???


" udah nikmati saja bakso kesukaanmu itu, jarang-jarang loh kita ke sini "


" iya... "


Bakso pesanan kita tandas habis, setelah membayar kami menuju ke parkiran.


" Husein... Dewi " suara Mbak Mutia menghentikan langkah kami


" apa kabar kalian? "


" alhamdulillah kami baik mbak ? Mbak apa kabar ? "


" syukur lah, aku baik Dee. hanya saja hidupku kacau "


ceritanya sedikit mengusikku dan jiwa kepo ku bergejolak

__ADS_1


" kacau?? kenapa Mbak? Mbak sudah menikah? " sangking kepo nya langsung ku berondong berbagai pertayaan.


" belum Dee, aku kehilangan pekerjaan karna aku kabur dari rumah. aku tinggalkan Kota Madiun dan datang kesini karna aku menolak menikah dengan Wisnu "


sejenak ku cerna cerita Mbak Mutia


" 1 tahun belakangan aku menjalin hubungan dengan Wisnu teman kerjaku. kemarin Wisnu ingin menikahiku tapi aku tidak ingin menikah dengannya, keluarga ku sempat memaksa karna mengingat umurku yang sudah sepantasnya menikah "


" bukannya dia pacarmu Mbak? " selaku


" iya, hanya saja aku tidak pernah mencintai nya, dia hanya sebuah pelarian ku saja "


ku lirik Mas Husein, dia hanya menyimak dengan Ekspresi datar. sepertinya dia menyimpan sesuatu yang akan di ceritakan padaku.


" hidupku kacau Dee, sekarang saja aku nebeng di Bulek ku "


" Mbak kerja apa? " tanyaku memastikan dia baik-baik saja


" aku masih berusaha mencari kerja, masih memasukkan lamaran ke perusahaan "


" kok gak kerja di perusahaan Mas Husein saja " saranku


dia hanya tersenyum kecut.


" sudah berapa lama di sini Mbak? "


" satu bulan "


Tak ada pembicaraan lagi, semua menjadi hening.


" Husein smua ini karena mu " ucapnya dengan terbata, butiran bening jatuh membasahi ke dua pipinya.


" maaf Mutia dari dulu aku tidak pernah berfikir ke arah itu "


ucap Mas Husein


" iya aku mengerti tapi rasa ini sangat menyiksaku Husein, aku masih berharap suatu saat nanti aku bisa menjadi istrimu "


" itu hanya obsesi mu saja Mut, bukan cinta "


" percayalah Husein aku sangat mencintai mu "


" cinta mu masih kekanak kanakan, kamu tidak bisa begini terus Mutia. jangan mengharapkan apa pun lagi dariku ".


pinta Husein dengan tulus.


Ada sesak di hatiku, lagi lagi dan lagi orang-orang terdekat ku


seperti ini.


" kita duluan ya Mbak Mutia "


ku tarik tangan Mas Husein untuk menjauhi Mbak Mutia


" pesona mu itu loh Mas membuatku repot " ledek ku membuatnya nyengir ajah


" harus siap mental kalau punya calon suami yang super guanteng "


aku hanya menyebikan bibirku.


kali ini semakin erat genggaman tangan Mas Husein. seakan-akan dia tidak ingin melepaskan ku.


" ke taman kota ya? " pintanya

__ADS_1


motor melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang masih lenggang saat siang hari. sebentar lagi jalanan ini akan di penuhi dengan lautan manusia berserta kuda besinya.


__ADS_2