Jangan Terima Aku Apa Adanya

Jangan Terima Aku Apa Adanya
Perjuangan


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin Mas Husein belum menghubungi ku dan aku masih nggan menghubungi nya lebih dulu.


" Dee ada tamu " pintu kamar di ketuk sama mbak Sandra sebelah kamar kostku


" iya mbak "


Segera ku bergegas keluar untuk menemui tamu itu dan betapa bahagianya aku bertemu si pemilik mata elang itu lagi.


" maaf seminggu ini aku terlalu sibuk jadi belum sempat menghubungi mu dee "


" oh... " jawabku


" oh ya dee, soal Jihan dan Abah yang kemarin pas depan aula itu, sebenarnya... "


kalimat nya tertahan saat ku tutup mulutnya dengan jariku


" sebenarnya Abah telah memilih Jihan buatmu, dan ternyata kamu tidak memilih Jihan, begitukan Mas? "


dia menganggukan kepala tanda setuju dengan ucapanku


" kamu gak bakalan ninggalin aku kan Dee? "


" gak ada alasan buatku meninggalkan mu Mas "


" kita akan berjuang meraih restu Abah dee "


" restu buat apa Mas? "


" restu menjadikanmu istriku "


ucapan Mas Husein barusan membuatku kaget, kedua mataku berbelalak, sepertinya ini mimpi. benarkah Mas Husein sudah memilih ku.?


" lalu bagaimana dengan Jihan? "


" berulang kali ku bilang ke Jihan kalau aku tidak bisa mencintai nya, aku tidak lebih menggangap Jihan sebagai Adikku, bagaimana mungkin aku bisa menjadi suami Jihan sementara dia teman masa kecilku Dee "


" kurasa Jihan mengerti apa yang ku mau dee "


" iya mas, Jihan perempuan yang baik, aku yakin dia mengerti tapi bukan itu masalahnya "


" masalahnya apa de"


" masalahnya bagaimana kalau Jihan ternyata tak pernah menganggapmu seperti kakaknya? bagaimana kalau sebaliknya? dan kalau ternyata Jihan mencintai mu, apa yang akan kamu lakukan untuk kami berdua Mas ? "


" aku tetap memilih mu apapun yang terjadi "


" walaupun tanpa restu Abahmu? "


" untuk pertanyaan mu yang ini aku masih belum bisa menjawab dee, bagiku kamu dan Abah sama, Sama-sama penting buatku "


Aku hanya tersenyum sinis mendengar jawaban Mas Husein.


Aku mengajak nya duduk di teras depan...


Mas Husein memilih duduk disampingku, merapatkan bandanya ke aku.


" Dee, kemarin aku sibuk ngurusin usaha Ibu yang hampir gulung tikar "

__ADS_1


" maksudmu Aminah cake and bakery milik Ibumu Mas"


" ya... sebenarnya pengen ku tutup toko itu dan pengen ganti usaha baru, cuman masih binggung mau usaha apa dee "


" bukan nya kamu pernah bilangnya punya sawah di kampung yang luas banget? mengapa gak kamu manfaatin saja Mas? "


" aku bertani? aku gak punya pengalaman dee, aku juga bukan sarjana pertanian"


" gak harus segitunya kali Mas, emang Ibu mu lulusan tata boga untuk bisa buka toko kue? "


" gak juga dee, Ibu dulu kuliah jurusan keguruan, tapi malah jago bikin kue dan buka toko kue "


" coba besok ku survey sawah di kampung Abah, rencananya pengen bertani tapi bukan jenis padi atau palawija... "


" siippp aku dukung apapun rencanamu Mas "


" oke kalau mendukung berarti besok bisa dong temani aku survey? "


" gimana ya seperti nya gak bisa Mas "


" ya udah surveynya nunggu kamu sampai punya waktu buatku "


" itu namanya maksa "


" suka kan ku paksa? "


" ya udah deh, besok jemput jam 7 pagi ya, jangan telat kalau telat batal gak jadi ikut "


" siapp boss cubby, oh ya gimana perkembangan diet mu dee? "


" gitu dong, aku jadi tambah sayang... "


" gombal ".


Pagi ini seperti nya mendung, tapi bukanya sekarang musim kemarau. tapi akhir - akhir ini sering sekali terjadi perubahan cuaca yang mendadak. kadang siangnya panas tapi sore nya hujan deras. tak bisa di prediksi.


padahal pagi ini mas Husein dan aku mau ke kampung Abah. mau survei sawah.


bismillah saja lah semoga cuaca kali ini mendukung kami.


sepertinya Mas Husein sudah di depan gerbang kost, sayup-sayup ku dengar suara motornya.


setelah memastikan semua beres aku bergegas menghampiri nya.


" wah... cantiknya gadisku pagi ini" pujinya


" halah, ada maunya nie pasti "


" ayo jalan "


" oke"


perjalanan yang indah... jarak 2 jam dari kota tak kan terasa kalau di dekatnya... di sela-sela deru motor terbang candanya yg renyah.


dua jam perjalanan kami tempuh, sampailah ke kampung Abahnya, kami singgah di tempat nya paman sholeh adik Abah.


" assalamu'alaikum paman "

__ADS_1


" waalaikum salam, husein ayo masuk nak, lama sekali kamu tidak main ke rumah paman, Abah dan Ibu mu sehat-sehat saja kan sen? tanya Paman sholeh antusias


" alhamdulillah Paman, kami sekeluarga sehat, paman dan yang lain apa kabar nya? "


" alhamdulillah, syukur sen, kami pada sehat, mbak cantik ini siapa sen? seperti nya paman belum kenal? teman perempuan mu yang paman tau hanya Jihan"


" ini Riyanti Dewi paman calon istri Husein " aku terperanjat kaget dengar pengakuan barusan. aku mencoba menguasai diri.


" saya Riyanti Dewi paman, ah Mas Husein bercanda paman, saya adik tingkat nya di kampus dulu "


" oh ... paman cukup terkejut mendengar nya Sen, soalnya Abahmu sudah memilih Jihan"


" iya paman Jihan menantu pilihan Abah, tapi Jihan bukan calon istri pilihan Husein, ini calon istri pilihan Husein ".


paman menatap kami berganti, mencoba mencari kepastian dari omongan mas Husein barusan.


" Paman cukup memahami ucapanmu barusan sen, pernah paman pada posisi mu, hanya saja paman terlalu lemah untuk melawan perjodohan dengan bibimu Rukhayah "


ku perhatian Paman sholeh, matanya menerawang mengigat masa itu


Mas Husein pernah cerita tentang paman Sholeh beberapa bulan yang lalu, Tentang cinta Paman sholeh dengan mbak Rahayu tetangga kakek Mas Husein.


mereka saling mencintai tapi kakek tidak pernah setuju karna kakek sudah memilih Bibi Rukhayah sebagai menantunya.


setelah menikah dengan bibi Rukhayah, paman masih sering datang ke pasar tempat mbak Rahayu berjualan Ayam, mbak Rahayu sendiri adalah pedagang di pasar Bandar Kidulan.


hampir setiap harinya paman mendatangi mbak Rahayu.


lama lama desas desus tentang Paman Husein dan Mbak Rahayu terdengar juga ke telinga kakek, dengan marah kakek menyuruh Paman untuk tinggal di kampung mereka tujuan nya agar paman tidak bisa lagi bertemu dengan Mbak Rahayu. kakek meminta paman mengurus sawah untuk mencukupi kebutuhan hidup. jadilah paman petani karna ketekunan dan kerja kerasnya paman bisa menjadi juragan dikampung ini.


kisah cintanya tak berhenti sampai disitu, ternyata paman rajin sekali mengirimi sepucuk surat buat Mbak Rahayu lewat Lek Tarno, lek tarno itu sopirnya pak Bowo dan Pak Bowo seorang tengkulak beras yang 3 hari sekali datang ke kampung ini untuk mengangkut beras untuk di jual di pasar Bandar Kidulan.


melalui lek Tarno surat itu di titip kan dan melalui lek Tarno pula surat itu dibalas...


selalu seperti itu sampai berbulan bulan bahkan bertahun tahun sampai di akhir hayatnya Mbak Rahayu masih sangat mencintai paman meskipun Mbak Rahayu sendiri telah menikah dan memiliki 2 orang anak.


kabarnya Mbak Rahayu meninggal 1 tahun yang lalu, kata tetangganya Mbak Rahayu tidak sakit. pulang dari pasar katanya merasa pusing, dibuat tiduran lah sorenya saat suaminya membangun kan ternyata Mbak Rahayu sudah meninggal.


sebuah Kenyataan yang sangat sulit diterima suami Mbak Rahayu, sepeninggal Mbak Rahayu suami menemukan surat-surat yang dikirim kan paman Sholeh. bahkan surat terkahir yang diterima mbak Rahayu 2 hari sebelum meninggal.


sementara Paman sangat terpukul dengan kepergian Mbak Rahayu, penyesalan dami penyesalan menyelimuti nya andai saja waktu itu di berjuang bersama Mbak Rahayu mungkin ceritanya berbeda. paman akan menjadi laki-laki paling beruntung. tapi menyesali nasib tidak diperbolehkan, bisa jadi hal yang seperti ini yang terbaik Buat Paman. lagian bibi Rukhayah adalah seorang perempuan sholehah dan istri serta ibu yang sangat baik buat keluarga.


itu cerita Mas Husein tentang Paman Sholeh beberapa bulan yang lalu. ntah apa tujuan Mas Husein bercerita waktu itu belakang aku ketahui kalau Mas Husein memiliki kisah yang hampir mirip dengan Paman Sholeh bedanya Mas Husein berani menentang keputusan Abahnya. karena memang dia tidak pernah mencintai Jihan meskipun Jihan sangat mencintai nya.


" Sen, jangan menyerah teruslah berjuang untuk menikahi perempuan pilihanmu, jangan seperti paman mu ini yang selama hidupnya menjadi pecundang, tak pernah berani meminang Rahayu tapi setiap 3 hari sekali selalu mengirimi surat buat nya"


paman bercerita tentang nya dan mbak rahayu


" Kasihan Rahayu bertahun tahun hidup dalam kesedihan yang kutorehkan, sebenarnya mengirimi Rahayu surat adalah dosa besar karna Rahayu sudah bersuami dan memiliki anak, tapi Paman tak mampu hidup tanpa Rahayu sen, dia semangat paman. sekarang saja paman merasa hampa meskipun dirumah banyak orang tapi paman masih sangat kesepian itu karna penyemangat paman sudah tiada "


" cerita kami tak kan sama dengan paman, hari ini adalah bagian dari perjuangan kami meraih restu Abah


Husein ingin membuktikan kepada Abah kalau Riyanti Dewi adalah pilihan yang tepat buat aku dan buat Abah sekeluarga besar "


ucapan Mas Husein begitu yakin


" bismillah ya mas".

__ADS_1


__ADS_2