
Tiga jam perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta sedikit membuatku lelah, maklum naik angkutan umum banyak berhenti nya.
Terminal Giwangan sudah ramai orang berlalu lalang, jam menunjukkan pukul 9 pagi.
ku tunggu Tania ditempat yang sudah kita sepakati kemarin.
tapi sudah setengah jam tak kunjung ku lihat batang hidungnya.
" kebiasaan nih Tania, selalu saja terlambat " gumamku sedikit kesal.
sudah puluhan kali aku hubungi tapi tak ada jawaban.
" Teh Riyanti maaf ya terlambat, aku lupa kalau hari ini harus jemput kamu ke terminal Giwangan "
" ihhh kamu mah kebiasaan "
" ayo teh ke kost ku dulu "
langkah kami beriringan... motor melaju meninggalkan terminal. sudah ke tiga kalinya aku nginep di kost Tania.
kost yang menurutku ekslusif, fasilitas nya banyak ada AC, TV dan kamar mandi dalam. tentu harganya juga lumayan.
secara perekonomian keluarga Tania bisa di katakan kaya. Ayah Tania memiliki Toko yang cukup besar di Pasar Anyar Bogor sedangkan Ibunya seorang Bidan di salah satu rumah sakit umum di Kota Bogor. Ibunya Tania ini adik kandung Ayahku.
" tetah kangen Jogja ya ? " tanyanya saat aku masih rebahan di kasur.
" siapa sih yang gak rindu Jogja? kota ini pasti selalu akan di rindukan. berkali kali aku pernah singgah pasti mau lagi mau lagi datang "
" nikah saja sama orang Jogja " celutu nya membuat ku teringat Ibrahim.
" trus Mas Husein mau di kemanain? "
" buat aku saja teh, calon suami tetah mah ganteng pisan "
" sono kalau orang mau mah ambil saja " candaku
" serius atuh teh?? nanti nagis bombay kalau gayung bersambut Mas Husein mau sama akuh "
aku tertawa lepas mendengar Tania nyerocos dari tadi
" emang ya kamu nih "
" Teh, nanti malam nonton konser yuk, itu ada parade band kampus pada manggung "
" wah asyik dong, boleh-boleh ".
"kapan tetah mau kenalin Mas Husein ke Uwa? "
" aku masih menunggu kabar Mas Husein, kamu kan tau kalau Abahnya sudah punya pilihan buat Husein "
" kayak zaman Siti Nurbaya ajah di jodohin, sekarang mah zamannya Siti Maemunah "
" udah biarin aja, teteh mah mengikuti alur nya, pada akhirnya keputusan ada di tangan teteh "
" wisuda besok uwa datang kan teh ? ".
" InsyaAllah "
ku buka Hp. ada banyak SMS masuk sepertinya dari tadi Mas Husein mencoba menghubungi ku.
( Dee.. dah sampai mana ? )
( Dee... )
( Dee, kamu baik-baikan)
( please sayang)
( kasih kabar)
" sudahlah, aku harus belajar tanpa nya " gumamku
seperti kantuk sudah mulai menyerangku, mata ini sudah minta haknya untuk dipejamkan. aku sendirian di kost Tania sedang pergi bersama pacarnya, sekalian beli makan untuk siang nanti.
" bangun tehh... udah jam 2 nih, teteh kan belum shalat "
" iya... " segera aku bangkit dan menjalankan kewajiban ku. selasai shalat aku kok merasa lapar.
" Tan, jadi beli nasi gudeg buatku? "
" jadi dong tuh! "
__ADS_1
kuambil ambil nasi gudeg dan memakannya. rasanya enak sekali. perpaduan gudeg dengan telur yang sudah di bacem menambah selera makan ditambah krecek yang pedas.
" Dhani sudah pulang Tan? " tanyaku Tentang Dhani
pacar Tania
" udah dari tadi teh, teteh tidurnya lama bener dah "
" gak tau nih tadi aku ngantuk banget, mungkin kecapean "
" oh... "
...............
Sore telah berganti malam, kost ini akan ramai setelah magrib. penghuninya telah kembali dari rutinitas harian mereka.
kami bersiap-siap mau nonton konser, setelah rapih kami berangkat.
ternyata Dhani sudah menunggu di parkiran.
" Hay Teh dewi, kumaha Damang? " sapa Dhani
" Damang "
" kok lama banget sayang, tuh konsernya dah mulai " protes Dhani
" maaf... maaf biasa perempuan kalau udah dandan mah lupa waktu "
" ayoo cepetan "
Dengan tak sabaran kami meninggalkan parkiran
suara keramaian memecahkan malam yang semakin larut.
ada rona bahagia melihat band-band favorit mereka manggung.
" Semesta udah manggung ? " tanya Tania ke teman-temannya
" ihhh... Tania jam karet bener " sahut Anggia teman sekelas Tania
" tuh Teh Dewi lama banget " Tania asal tunjuk saja nih...
" oh ada Teh Dewi ya, apa kabar teh? "
" giliran semesta habis ini " ucap Anggia lagi
" bukan semesta yang ku tunggu tapi Ibrahim sang gitarisnya yang ingin kulihat "
mendengar kata Ibrahim kenapa aku jadi deg degan begini ya. mungkin kebetulan saja namanya sama.
" Semesta... semesta... semesta... "
riuh sorak dan tepuk tangan saat anak-anak semesta band naik ke panggung.
" Teh, perhatiin gitaris itu... "
mataku mengikuti arah yang ditunjukan Tania
" namanya Ibrahim alumni sejarah di salah satu universitas Negeri di jogja, dia habis wisuda tahun kemarin. fans nya banyak banget hampir separo cewek-cewek disini pengen jadi pacarnya " terangnya lagi
" termasuk kamu jadi fans nya ? "
tanyaku menyelidik
" betul, andai aku di tawari jadi pacarnya ku pastikan gak bakalan ku tolak"
" jangan keceng-kenceng noh ada Dhani " ingatku
" hahahahahha " tawanya ngeselin banget
" Teh, Ibrahim bukan gitaris ecek-ecek loh banyak sudah prestasi yang di ukirnya, selain itu dia juga banyak menciptakan lagu buat band nya. selain itu wajahnya yang ganteng dan friendly pada siapa saja menambah jumlah fansnya"
" terutama kaum hawa ya ? "
" betul banget Teh, pengen deh kenalan sama dia cuman sampai sekarang belum kesampaian "
" mau aku kenalin sama Ibrahim "
" teteh lagi ngelindur ya? "
" lihat ajah nanti "
__ADS_1
aku melangkah menerobos lautan manusia dengan susah payah, usaha tak menghianati hasil. aku bisa sampai di depan panggung.
aku hanya ingin memastikan dia adalah Ibrahim yang ku kenal dan ternyata benar.
malam makin larut dan konser telah berakhir, tempat ini kembali sepi menyisakan kru dan beberapa petugas keamana serta kebersihan.
sekilas ku lihat semseta band melewati ku
dengan reflek ku panggil laki-laki yang ku kenal itu
" Ibrahim " panggil ku memecah kesunyian malam
kuperhatikan dia berhenti dan berbalik mencari sumber suara yang ku timbulkan
samar samar ku perhatikan manik matanya, saat manik itu bertatapan denganku dengan sigap dia berjalan menghapiriku.
" Riyanti Dewi..., aku sedang tidak berhalusinasi kan? "
tanyanya sambil mengucek mata memastikan kalau dia tidak salah
" iya ini aku "
" apa kabar ? 3 tahun lebih kita tidak ketemu, aku sungguh merindukanmu "
" alhamdulillah aku baik-baikan saja"
" kenapa tidak mengabariku dulu kalau main ke Jogja "
" maaf aku kehilangan nomer HP mu, 1 tahun yang lalu HP ku rusak dan smua memori di HP hilang termasuk kontak teman-temanku "
" bro... aku pulang bareng cewekku ya " pamit Ibrahim pada temannya
" oh ini pacarmu Ib, pantas dari sekian fans mu tak ada satupun yang kamu lirik " sahut teman yang jalan bareng Ibrahim
" kenalin Dia Roy teman di semesta Band dan ini pacarku Riyanti "
" Riyanti " sapaku sembari mengulurkan tangan
" Roy " jawabnya sambil menjabat tanganku
" oke selamat bersenang senang, senang bertemu denganmu Riyanti " ucapnya berlalu dari kami
" idiihhh ngaku-ngaku, sejak kapan manggil namaku
Riyanti? "
" aku lebih senang memanggilmu Riyanti, karna panggilan Dewi sudah di pakai pacarmu Husein "
jawabnya ketus
" aku ke sini sama adik ku, tuh dia "
tunjuk ku saat liat Tania akan menghampiri ku
" haaaaaa Ibrahim " teriak Tania memekak an telinga, sangking senangnya dia sampai berlari seakan akan takut sangat idola akan pergi
" coba teh Dewi jelasin, apa maksudnya ini? kok bisa-bisanya mojok berduaan di parkiran "
aku hanya tersenyum geli melihat tingkahnya itu
" bisa dong, kan udah ku bilang aku bisa ngajak Ibrahim ke kost " dengan sedikit sombongnya aku mengoda Tania
" kalian saling kenal? "
" bukan cuman kenal non, Riyanti ini pacarku "
Tania melotot dan menolak kenyataan yang ada
" ihhh... ngaco kamu Ibrahim, Ibrahim ini temanku Tania "
" bukan pacar Tania, lebih tepatnya calon istriku.
gimana Riyanti kamu mau nikah sama aku? ".
" cieeee Teh Dewi sedang dilamar ya?, udah diterima saja. biar cewek-cewek pada sakit hati "
" Tania gak boleh gitu, aku masih sama mas Husein "
" Abah nya Mas Husein kan belum jelas gitu mbak, mending sama yang jelas-jelas saja "
aku tersenyum kecut menanggapi Tania, jujur pesona Ibrahim memang menjadi angin segar yang melenakan.
__ADS_1
" diakah kode itu ? "