Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
01


__ADS_3

Senin membosankan akhirnya datang lagi. Setelah 1 bulan lamanya sekolah libur karena kenaikan kelas, akhirnya hari masuk sekolah pun tiba. Semua siswa akan mulai mengeluh tentang waktu yang begitu cepat berlalu.


Begitu pula dengan Nisya. Nisya Hartisa lengkapnya. Dia adalah anak SMK Citra Harapan, dan sekarang sudah naik ke kelas 11. Dia adalah siswa dari jurusan keperawatan.


Di sekolahnya terdapat 4 jurusan lainnya. Namun, dia lebih memilih jurusannya yang sekarang karena kelak dia ingin menjadi seorang tenaga kesehatan. Katanya gajinya besar.


Setelah melewati banyak pertikaian dengan batinnya sendiri, sekaligus ceramah panjang dari ibunya, akhirnya dia sampai juga ke sekolah. Dia berangkat menggunakan motor merek BEAT kesayangannya. Motor ini sudah menjadi teman setianya ketika berangkat sekolah mulai dari dia SMP hingga sekarang. Yah, meski sering masuk keluar bengkel~~~


Ketika selesai memarkir motornya di parkiran siswa, dia secepatnya berlari ke kelas yang jaraknya lumayan jauh dari parkiran. Sesampainya di kelas, dia meletakkan tasnya, dan segara berlari ke lapangan karena upacara akan di mulai. Tak lupa dia mengambil topi putih abu abunya dari dalam tas. Bila tidak memakai topi, maka dia akan kena hukuman dari para guru piket nantinya.


Ketika hendak mencari dimana barisan kelasnya, tiba tiba sebuah tangan melambai ke atas, seperti memanggil dia. Secepatnya dia menuju ke sana dan berbaris di samping temannya.


"Tumben lama? " tanya teman disampingnya.


"Ini juga udah berusaha semaksimal mungkin supaya cepat" jawab Nisya.


"Woi, ceritanya nanti aja, kita mau upacara ni." Timpa teman di sisi lainnya.


"Oke oke, cuma entar kok." jawab Nisya lagi.


Upacara segara berlangsung. Semua personil upacara hari ini dilakukan oleh OSIS, ya tentu saja karena waktunya yang mepet dan tiba tiba.


Proses upacara pun berjalan dengan lancar, meski banyak siswa yang di tahan di belakang barisan siswa lainnya karena terlambat maupun tidak lengkap, seperti topi.


Selesai berdoa, seluruh barisan mulai ribut.


"Saya mohon semuanya tetap tenang, dan membentuk barisan dengan rapi. Upacara belum selesai. Kita akan melaksanakan penutupan MPLS." Ucap Wakil kepala sekolah bagian kesiswaan.


Setelah ucapannya itu, seluruh siswa semakin ribut. Karena siswa merasa capek berdiri, dan berharap upacara secepatnya usai. Namun, semua harapan mereka musnah, karena harus mengikuti acara penutupan MPLS.


Acara penutupan MPLS pun berlangsung. Seluruh siswa kelas 11 dan 12 masih dalam keadaan yang tidak tenang dan membuat keributan di sana sini. Namun, berbeda untuk kelas 10. Mereka merasa bangga karena akhirnya resmi menjadi siswa SMK Citra Harapan.


Di sela sela acara penutupan, Nisya dan teman temannya mulai bercerita.


"Hah~~~ Kalau tahu begini, mending aku sekolah besok aja." Ucapnya memulai pembicaraan.


"Lagian anak kelas 10 yang MPLS, kita semua yang ikut acara penutupan." jawab teman di sampingnya.


Dia adalah Katrina Indriani. Teman dekat Nisya dari kelas 10. Sebenarnya Nisya dan Katrina sudah mengenal dari SD, tetapi tidak pernah berbicara sedikit pun ketika SD. Namun, entah bagaimana mereka bisa dekat ketika kelas 10 hingga sekarang.


Nisya melipat tangannya di dada, "Ngapain juga harus ada MPLS, kan anak anak ini bakal tahu lingkungan sekolah dengan sendirinya."


"Benar, setuju. Buang buang waktu aja gak sih?" tambah Katrin


"Woi!!! Kita juga dulu waktu kelas 10 ada MPLS. Jadi, gak usah sok sok an ngeluh." Timpa teman di belakangnya.


"Hus, tenang aja deh, lu tuh gak dia ajak di pembicaraan kita." Ucap Nisya.


"Apa?!"


Setelah itu, mereka mulai berdebat, namun tetap dengan suara yang kecil. Bila kalian bertanya, apakah mereka benar benar berdebat, jawabannya tidak. Mereka memang sudah seperti itu dari kelas 10. Senang sekali berdebat, namun itu semua hanya bermain main. Itu lah yang membuat mereka sekelas tetap dekat, karena tidak pernah berantem dengan hal kecil.




Upacara dan acara penutupan MPLS pun akhirnya selesai, para siswa kembali ke kelas, sesuai dengan kelas yang telah di bagi di lapangan tadinya.


__ADS_1


**KELAS**


"Gaes, gue belum bawa buku sama sekali." Ucap Deren.



"Sama coy, gue cuma bawa diri dan tas berisi angin ini." Boy ikut berbicara.



"Tenang aja teman teman semua, kita gak bakal belajar kok." Timpa Gresila.



"Hidung mu yang gak belajar. Lo gak lihat tadi ibu Sinta bawa buku ditangannya." jawab Dilla.



"Selagi tidak masuk di kelas kita, maka tak perlu takut". Ucap Katrin



"Kalian kenapa takut sih, ini sekolah punya kita kok. Siapa itu kepala sekolah." Kata Wisman.



Tiba tiba, " Ohh~~~ Ini sekolah punya kalian ya." Ucap seseorang dari pintu.



Semua menoleh dengan wajah terkejut.




"Gue pikir siapa woi." Tambah Deren.



"Kan gue cuma ngulang perkataan kalian doang." Ucap Helmy sambil membela diri.



"Tapi gak tiba tiba juga woi!" Ucap mereka ramai ramai.



Helmy pun berjalan menuju tempat Nisya dan Katrin.


"Kok kalian sampingan sih?" ucapnya.



"Ya karena mau lah. Ciee yang gak punya teman." jawab Nisya.



"Cieee, Helmy gak punya teman. Jangan ada yang mau di samping Helmy yang teman teman." Timpa Katrin.

__ADS_1



Mereka pun mulai menyahut dan menyetujui perkataan Katrin, kemudian membuat keributan lainnya.



Katrina, Nisya, dan Helmy adalah teman dekat dari kelas 10. Tapi untuk Helmy dan Katrina, mereka sudah dekat dari SMP. Jika kalian bertanya mereka bersahabat, maka jawabannya tidak. Mereka tidak mengakui bahwa mereka bersahabat. Bila di tanya, maka mereka hanya menjawab hanya teman dekat. Ini karena mereka masih ragu dengan pertemanan mereka sekarang. Tapi, belakangan ini mereka mulai menerima bila di katakan bersahabat. Mungkin sudah mulai yakin dengan pertemanan yang mereka jalin kini.



"Semuanya tenang."



Seketika kelas menjadi hening. Kedatangan ibu wali kelas mereka membuat mereka menjadi tenang tanpa suara sedikit pun.



"Selamat datang, dan selamat bersekolah kembali. Ibu tahu, kalian pasti sangat berat untuk datang ke sekolah, apalagi hari ini acara penutupan MPLS." Ucap Ibu Intan memulai ceramahnya.



Seluruh kelas mulai menyahut dan menyetujui.



Setelah itu, Ibu Intan pun memberikan beberapa ceramah maupun nasehat terhadap anak anaknya. Dia sudah menjadi wali kelas sejak mereka masih kelas 10. Dia adalah guru yang baik dan bisa di ajak becanda, namun bila sudah serius, maka dia tidak ingin ada yang bermain main dan dia harus di dengar. Dia merupakan salah satu guru yang di takuti di sekolah itu. Tetapi untuk anak anaknya yang tahu sifat aslinya, terkadang mereka tidak menganggap serius.



Semua ceramahnya, di akhiri dengan menentukan pengurus kelas yang baru. Dan hasilnya, Nisya menjadi sekretaris 1 dan Helmy tetap menjadi bendahara.



Ketika hendak mengakhiri ceramahnya, tiba tiba pintu di ketok.



"Permisi Bu, ibu di panggil ke kantor untuk rapat." Ucap anak tersebut. Dari bajunya dapat di ketahui bahwa dia adalah anak kelas 10. Ibu Intan hanya menganggukkan kepalanya pada anak tersebut.



"Ganteng juga tuh anak." ucap Katrin sambil berbisik.



"Gak sih, biasa aja." Jawab Nisya.



"Masa sih?" Dengan nada menggoda Nisya.



"serius, muka dia tuh biasa aja." Jawab Nisya lagi.



"Ya udah kalau begitu. Tapi ganteng kok menurut gue." Ucap Katrin.

__ADS_1



Setelah itu, Ibu Intan mengakhiri ceramahnya dan keluar dari kelas. Hari ini, tidak ada pelajaran sedikit pun dan sekolah di pulangkan lebih cepat dari biasanya. Mungkin sekolah belajar seperti biasa akan di mulai besok atau hari Rabu.


__ADS_2