Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
03


__ADS_3

Hari berikutnya dimulai seperti biasanya. Nisya bangun dari tempat tidur, mandi, makan, berpakaian, dan menuju sekolah.


Saat di jalan, Nisya memperlambat motornya ketika melewati jalan yang di genangi air, karena semalam hujan sudah turun. Tanpa di sangka sangka, sebuah motor melaju dengan cepat, dan membuat Nisya tersemprot genangan air tersebut. Setengah bagian dari rok nya pun menjadi basah. Dia memberhentikan motornya di pinggir jalan, untuk melihat apakah ada bagian baju lainnya yang basah. Namun, memang daerah yang basah hanya setengah rok nya.


"Arhhggggg. Gue salah apalagi sih, ini masih pagi woi!" Ucapnya dengan nada penuh penekanan.


Sesampainya di dalam kelas, dia di sambut tawa dari teman temannya.


"Kena banjir di mana Lo?" Ucap Katrin sambil tertawa.


"Kalau Lo pengen mandi, minimal lepasin baju dong Nis." tambah Helmy.


"Gue lempar ya pakai kursi ini." Jawabnya sambil menunjuk kursi di sampingnya.


Hanya di sambut tawa oleh teman temannya yang lain. Dia pun meletakkan tasnya, dan meminta tisu kepada teman lainnya. Dia mulai mengusap bagian roknya yang basah, dengan perasaan kesal.


"Kok bisa basah?" Tanya Katrin sambil mendudukkan diri di samping Nisya.


"Tadi ada orang bawa motor, entah buta atau emang gila. Gak lihat apa, tuh di depan ada genangan air? Gilanya lagi, masa gak bisa lihat gue?" Jawabnya dengan nada kesal.


"Kenapa gak Lo kejar?" Kini Helmy yang bertanya.


"Gue lebih peduli sama baju gue daripada tuh anak. Lagian, orang buta di suruh bawa motor." Jawabnya lagi.


"Kalau Lo kejar, kan Lo bisa baku hantam sama dia." Ucap Katrin.


"Setelah itu? Gak mungkin kan gue minta dia keringkan rok gue? Intinya gue lagi kesal dan emosi banget sekarang." Ucapnya dengan nada sedikit besar.


Tiba tiba pintu di ketok dari luar.


"Permisi kak, ada bang Wisma." Ucap seorang anak dari luar.


Meski anak itu yang memanggil, mata Nisya malah melihat kearah orang di belakangnya. Dia adalah Varis. Semakin menatap wajah Varis, Nisya semakin ingat hal memalukan yang di lakukannya semalam. Karena itu, tiba tiba kupingnya memerah.


"Cieee..... Salting ya Lo lihat Varis?" Kata Katrin dengan nada menggoda.


"Gak ya. Jangan aneh aneh deh." Jawabnya sambil melempar tisu ke wajah Katrin.


"Varis...." Panggilan dari Katrina seketika membuat Nisya terkejut. Entah mengapa dia juga kaget, padahal tidak ada perasaan sedikit pun pada Varis. Mungkin karena masih malu dengan kejadian semalam.


Yang empunya nama pun menoleh, dan menganggukkan kepalanya. Katrin tersenyum, kemudian kembali menatap Nisya dengan tatapan menggoda.


Setelah itu, Wisma keluar dari kelas, untuk menemui kedua anak kelas 10 tersebut.


"Cieeee.... Telinganya merah lagi. Salting ya neng?" Dengan suara menggoda.


"Dia tadi lihat ke sini lho Nis." Tambah Helmy.


"Gue capek ya sama kalian berdua." Jawabnya.


"Jangan capek doang, kan bukan cuma kita berdua." Ucapnya Katrin


"Teman teman, tadi Varis nengok ke arah Nisya, dan Nisya salting woiii." Tambah Katrin dengan suara yang besar supaya dapat di dengar seluruh teman sekelas.


Alhasil, kini Nisya kembali di goda oleh seluruh teman temannya. Nisya hanya menampilkan wajah pasrah dan capek.


*Dasar Katrin bego!!!!!!* Gerutunya dalam hati.

__ADS_1



Akhirnya sekolah usai. Seluruh siswa mulai berhamburan menuju kearah parkiran. Tak terkecuali Nisya, Katrin, dan Helmy.



Biasanya, setelah pulang sekolah, mereka akan bareng pulang. Mereka akan menahan satu orang teman sekelas mereka, untuk membonceng Helmy menuju ke rumah Katrina, karena dia menitipkan sepedanya di sana.



Parkiran tampak penuh dan ribut. Seluruh siswa berhamburan dan berlomba lomba mengambil motor mereka. Melihat itu, akhirnya Mereka menunggu di teras sampai yang lain selesai.



Tiba tiba, Helmy menyenggol tangan Nisya, dan Nisya pun menoleh.



"Apaan?" Tanyanya.



"Tuh, si Varis." Ucapnya sambil menunjuk ke arah Varis.



"Jadi?" Tanyanya lagi.




"Gak tuh, biasa aja." Jawabnya singkat.



"Udah lah, jujur aja." Kata Helmy lagi.



"Kalau Lo gak salting sama dia, nanti Lo dada kalau dia lewat." Tantang Katrina.



"Untuk apaan coba? Gak penting banget." Jawabny.



"Ternyata Nisya suka sama Varis. Cieee cieee." Ucap Katrin sedikit berteriak.



"Sshtt. Katrin. Jangan besar besar woi. Nanti orang pikir benaran." Ucapnya sambil menutup mulut Katrina.



Katrina menatap Nisya dengan tatapan yang mudah di baca. Katrina seakaan berkata "Bagaimana?".

__ADS_1



"Oke oke. Benar benar ya Lo!" Ucapnya pasrah.



Mereka pun menunggu sampai Varis lewat. Ketika melihat Varis akan lewat, Nisya pun melambaikan tangan kearahnya.



"Udah?" Tanya.



"Hmmmmm" Ucap kedua temannya.



Sayang sekali, Nisya yang berpikir akan lepas dari segala godaan temannya, kini harus menghapus segala pikiran tersebut. Karena, setelah melakukannya, mereka malah semakin heboh, dan sepertinya akan meneruskannya besok.



\*Kenapa gue mau pas di suruh buat dadah sih. Mampus deh gue. Kayaknya ini gak bakal berhenti deh.\* Ucapnya dalam hati, dengan tatapan memelas kepada teman temannya. Namun, kedua temannya hanya membalas dengan tatapan menggoda.



Malamnya, Nisya berbaring di atas tempat tidurnya sambil membuka medsos. Tiba tiba, muncul notifikasi yang bertulis anda bergabung di.......


Karena kepo, dia membuka aplikasi WhatsApp nya. Dan benar saja, dia kini bergabung dengan sebuah grup dengan nama "Gibah is number one".


Dia pun menggeleng kepalanya, dan yakin ini adalah ulah kedua temannya. Dia membuka pesan tersebut dan membacanya satu persatu. Mereka membahas segala kejadian di sekolah tadinya. Memang, mereka sangat ingin bercerita ketika di sekolah, namun, pasti ada saja teman teman mereka yang datang dan ikut nimbrung. Padahal mereka hanya ingin bercerita bertiga saja.


Nisya sesekali membalas segala chat mereka, namun tiba tiba, Katrina kembali berulah. Dia mulai membahas Varis dan menjodohkannya dengan Nisya.


"Sudah ku duga, pasti ni anak setan yang bakal mulai bahas tentang si Varis." Katanya.


Pembahasan tentang Varis semakin panjang. Bahkan mereka sampai mencari seluruh akun media sosialnya. Setelah itu, mereka mulai mengirim foto fotonya dan mengomentarinya.


Tiba tiba Helmy mengirim nomor Varis.


Helmy : Kalau mau ngesave, silahkan ya.


Katrina : Kok bisa dapat?


Helmy : Gak sengaja ke simpan. Kan gue ikut jadi kakak pembimbing waktu MPLS.


Nisya : Gak ada yang bakal nge save nomor tuh anak juga.


Katrina : Masa sih Nis?


Katrina : Gak usah malu malu deh....


Nisya terus membalas chat dari mereka untuk membela dirinya sendiri.


"Gue harus cari orang deh, buat di jodohin sama Katrina. Biar dia bisa rasain juga." Ucapnya.


"Tapi siapa orangnya woi?! Arrgggg" Ucapnya lagi dengan depresi.

__ADS_1


__ADS_2