Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
04


__ADS_3

Hari ini seluruh anggota PMR kumpul di depan teras. Nisya dan Katrina pun berjalan menuju ke depan teras. Helmy memiliki pengembangan diri lain, yaitu sanggar. Namun, sebenarnya dia pernah bergabung dengan PMR, tapi keluar karena lebih memilih pengembangan dirinya yang sekarang.


Setelah semua anggota PMR berkumpul, maka kordinator PMR pun mulai berbicara. Intinya, dia akan merekrut tim untuk penerimaan anggota baru PMR, dan Katrina menjadi salah satunya.


Selesai pertemuan, mereka kembali ke kelas.


"Apaan tadi?" Tanya Helmy.


"Ihh kepo deh. Ini rahasia anggota PMR tahu." Jawab Nisya.


Di sekolah mereka, PMR dan sanggar akan selalu bermusuhan saat perekrutan anggota baru. Ini semua karena para siswa lebih banyak mendaftar di PMR daripada sanggar, sehingga sanggar kesulitan mencari anggota. Belum lagi, setiap tahunnya anggota sanggar ada yang keluar dengan berbagai alasan. Namun lucunya, setelah selesai perekrutan anggota baru, mereka akan kembali berbaikan bahkan sering latihan bersama sama.


"Gue getok ya kepala Lo pakai buku ini." Ucap Helmy.


"Enggak kok, cuma persiapan rekrut anggota baru aja." Jelas Katrina.


"Pasti bakal ada permusuhan lagi nih." Pintanya.


Guru pun masuk, dan pelajaran di mulai. Pelajaran yang akan mereka pelajari pada les ini adalah pelajaran jurusan. Guru yang mengajar juga merupakan guru khusus untuk jurusan mereka.


Antara kelas mereka dan guru tersebut bisa di bilang sangat dekat. Sehingga, mereka bisa bercanda dengannya, meski banyak siswa dari kelas lain yang takut dengan guru tersebut. Namanya pak Ferdin.


"Oke anak anak, dengar dulu. Silahkan buat kelompok berisi 4 orang. Bapak akan berikan tugas menggambar organ tubuh." Jelasnya.


Dengan cepat, Nisya, Katrina, dan Helmy membentuk kelompok. Tak lupa mereka menarik Wisma ke dalam kelompok mereka, karena dia sangat pintar dalam menggambar.


"Wah..... Kelompok kalian kok bagus semua woi." Ucap Dilla


"Pak, pisahin mereka pak. Kok semua orang pintar ngumpul disana." Protes Lidia.


"Wisma yang pintar menggambar kasih ke kita kek, gak lihat apa kelompok kami." Tambah Mary.


Dan banyak lagi protes lainnya.


"Udah udah, bapak bilang tadi bentuk kelompok, jadi salah kalian kenapa gak cepat." Jelas pak Ferdin, dan di sambut protes lainnya dari para siswa.


Setelah banyaknya kejadian dalam pembentukan kelompok, akhirnya kelompok siap di bentuk sebanyak 9 kelompok.


Pak Ferdin pun mulai membagi setiap tugas untuk setiap kelompok.


"Untung aja kita cepat buat narik si Wisma." Katrina memulai percakapan.


"Kalau enggak, gimana kita ngerjain gambar ini coba." Jawab Nisya.


"Bagus ya, kalian jadiin gue alat." Kini Wisma berbicara.

__ADS_1


"Minta tolong lho Wis, bukan jadiin alat." Jawab Helmy.


"Tapi Wis, Lo ada urusan apa sih sama dua anak kelas 10 itu. Kayaknya hampir tiap hari mereka nyariin Lo." Katrina kembali membahas tentang Varis. Karena pertanyaannya itu, kini Nisya melotot ke arahnya, dan disambut dengan senyum manis dari Katrina.


"Jadi gue lagi crush in teman sekelasnya dia, jadi gue minta mereka supaya menjadi mata mata gue gitu." Jelasnya.


"Ohh..... Gitu ya. Si Varis punya pacar gak?" tanya Katrina lagi.


Kini Nisya mulai menendang kaki Katrina, dan dia kembali tersenyum manis.


"Kurang tahu sih, gue juga gak pernah nanya sama dia. Emang kenapa sih? Waktu itu kalian juga heboh banget nanya nama dia."


"Lo gak lihat teman kita Nisya yang sedang di mabuk cinta?" ucap Helmy dengan nada menggoda.


"Apa!? Gak ada ya! Gue lempar ya mulut Lo pakai pena ini." Jawabnya.


"Ohh.... Nisya ya....." Wisma ikut ikutan dengan Katrina dan Helmy.


"Wisma, please jangan ikut kesesatan kedua anak ini. Cukup mereka Wis." Kata Nisya pada Wisma.


"Itu Varis woi." Ucapnya secara tiba tiba, dan reflek Nisya melihat ke arah pintu.


"Cieee yang nengok pas gue bilang ada Varis." Ucap Wisma dengan lantang, mengalahkan semua suara dalam kelas.


*Mampus gue, kenapa gue malah noleh sih!* Ucapnya dalam hati.


"Apa itu?" Tanya pak Ferdin


"Aduh gimana ya pak, Nisya nih pak." Ucap Katrina dengan semangat.


"Dia suka sama Varis pak, anak kelas 10 keperawatan 2 itu." Gresila berteriak sekuat tenaganya.


"Oh... Varis. Coba lihat kalau ada guru dalam kelas mereka. Kalau tidak ada, panggil dia ke sini."


Seketika Kelas menjadi heboh dengan perkataan pak Ferdin.


"Pak, jangan pak. Mereka cuma nyebarin berita hoax pak." Jelas Nisya.


Entah mengapa Nisya malah gugup dan takut mendengar nama Varis akan di panggil ke kelasnya.


"Kan bapak ingin menyampaikan sesuatu padanya." Jawab pak Ferdin.


*Bisa gitu. Tiba tiba ada yang ingin di sampaikan sama tuh anak* Gerutu Nisya dalam hati.


Beberapa menit kemudian, Wisma kembali ke kelas, dan di ikuti Varis di belakangnya. Melihat kedatangan Varis, kelas langsung heboh dan mulai memukul mukul meja. Nisya semakin malu, dan akhirnya duduk di bawah. Melihat Nisya yang salting dan malu, Katrina dan Helmy semakin heboh.

__ADS_1


"Oke oke. Tolong tenang dulu." Ucap pak Ferdin, dan seketika kelas menjadi hening.


"Siapa yang masuk sama kalian sekarang?" tanya Pak Ferdin.


"Ibu Kris pak." jawabnya singkat.


"Dia belum datang?" tanyanya lagi.


"Belum pak, tapi dia sudah titip tugas." Jawab Varis.


"Oke kalau begitu, silahkan kembali ke kelas."


Varis mengangguk dan meminta izin. Setelah Varis keluar, kelas kembali heboh. Nisya kembali ke kursinya dengan telinga yang sudah merah. Katrina dan Helmy semakin tertawa melihat wajahnya yang tampak ikut memerah juga.




Malamnya, Nisya membuka hp nya dan melihat banyak sekali chat dari grup mereka bertiga. Dia pun ikut nimbrung dengan mereka. Pas sekali mereka sedang membahas Varis, jadi Nisya mengambil kesempatan menumpahkan segala kekesalannya dan perasaannya tentang kejadian tadi. Tapi, kedua temannya malah merespon dengan mengirim suara tertawa dengan voice note.



"Argggghgghh, malu banget gue!!!!" Ucapnya.



Dering hp nya kembali berbunyi, dan tampak panggilan video call dari grup. Dia mengangkatnya. Mereka mulai bercerita panjang lebar, menumpahkan segala perasaan mereka tentang kejadian tadi, dan sesekali membicarakan teman lainnya.



Setelah 2 jam lamanya mereka Vc, mereka mengakhirinya.



Nisya kembali melamun mengingat kembali kejadian tadi.


"Arggggh kenapa tadi gue harus malu dan duduk dilantai?"


"Jadinya mereka berpikir gue benaran suka sama tuh anak."


"Aarrgggg..........."


"Malu banget!!!! Gue harus cari cowok buat di jodohkan sama Katrin, biar dia rasain juga." Ucapnya.


"Tapi........... SIAPA!!!!!!!!" Katanya lagi dengan berteriak.

__ADS_1



"Jangan berteriak Nisya, ini sudah malam." Ucap seseorang dari luar yang tak lain adalah ibunya dengan suara yang tak kalah besar. Seketika dia menutup mulut supaya berhenti berteriak.


__ADS_2