Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
15


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 10 malam, disaat matanya mulai tertutup dengan sempurna dan hendak menuju ke alam mimpi, tiba tiba notifikasi hp Nisya berbunyi.


"Siapa yang chat malam malam begini sih? Awas aja kalau ini para anak anak setan itu.", ucapnya dengan malas.


Saat membuka aplikasi WhatsApp, dia melihat sebuah chat dari nomor baru.


"Siapa sih?!" Ucapnya, lalu membuka chat tersebut.


(Save ya, Varis)


Itulah pesan yang tertulis.


Matanya yang tadi sangat ngantuk, tiba tiba terbuka lebar.


"Apa lagi sih ini?"


Dia hanya melihatnya, namun tidak menyimpan nomor tersebut. Dia ingin bertanya terlebih dahulu pada Katrina dan Helmy, apakah mereka mengizinkan atau tidak. Karena, bisa berabe nantinya kalau tidak diberitahu pada mereka.


Keesokkan paginya, di dalam kelas, selesai baris, mereka bertiga kumpul untuk bercerita.



"Jadi gaes, tadi ada nomor yang chat gue." Ucap Nisya memulai.



"Gak enak nih perasaan gue." Balas Katrina.



"Siapa emangnya?" Tanya Helmy.



"Coba tebak." Ucap Nisya dengan nada jail.



"Jangan becanda deh Lo, gue lempar ya ni buku. Gue lagi kesal kesalnya lho ini." Ucap Katrina.



"Kenapa? Sama cowok itu lagi? Hahahahh." Helmy dan Nisya tertawa bersama.



"Ya kalian pikir aja deh, dia tuh...... Hah, sudahlah, nanti aja. Lanjut dulu cerita Lo." Ucap Katrina dengan pasrah.



"Hahahaha, ya udah, nanti ceritain ya." Ucap Nisya.



"Lanjut Nis, ceritanya. Gue udah kepo lho ini." Kata Helmy.



"Jadi yang chat semalam tuh Varis, dia minta buat save nomor dia. Tapi gue blum save, tanya kalian dulu." Jelas Nisya.



"Malam malam dia chat Lo, hanya buat minta save nomor?" Tanya Helmy.



"Gak malam banget sih, ya masih jam 10 deh kalau gak salah." Jawab Nisya.



"Lo tahu ya, itu udah malam banget untuk kita para perempuan." Jawab Katrina.

__ADS_1



"Gitu ya. Iya sih, gue juga udah teler kalau jam segitu." Jawabnya.



"Sama. Gue juga kok." Jawab Katrina.



"Jadi gimana? Di save gak?" Tanya Nisya.



Katrina dan Helmy pun saling bertatapan. Mereka mengangguk anggukkan kepala, kemudian menampilkan ekspresi sedang berpikir keras. Mereka berdua sedang berkomunikasi lewat telepati masing masing.



Setelah beberapa menit, mereka kembali menatap kearah Nisya.



"Jadi gini Nis, menurut gue sih jangan." Ucap Helmy.



"Woi, yang gue maksud tadi bukan itu." Sanggah Katrina.



"Jadi Lo bilang apaan tadi?" Tanya Nisya.



"Gue bilang, simpan aja, buat dia baper sampai mampus, trus campakkan deh." Jawab Katrina.




"Gak gitu juga sih sebenarnya Kat." Ucap Nisya.



"Sama, itu seperti gimana ya bilangnya..." Kata Helmy dengan bingung.



"Ya udah, jadi gimana gaes?" Tanya Nisya lagi.



Kini, Nisya telah menyimpan nomor Varis. Setelah perdebatan panjang antara Katrina dan Helmy, maka diputuskan bahwa untuk menyimpan nomor Varis. Ini karena menurut mereka, Nisya bisa membuat mental Varis down melalui chat dan mengikuti rencana Katrina.



~~


Istirahat pertama dimulai, Nisya dan Helmy memutuskan untuk berbincang saja, sembari menunggu Katrina dari rapat osis. Beberapa menit kemudian, Katrina kembali dari rapat OSIS dengan wajah kesal. Dia duduk ditempat duduknya, yaitu di samping Katrina lalu melipat tangannya di depan dada.



"Kenapa Lo?" Tanya Helmy.



"Gue....Aarggg" Ucapnya mengerang



"Dia lagi?" Tanya Nisya.

__ADS_1



"Tentu aja lah, orang gila mana lagi yang bisa bikin gue emosi dan kesal kayak gini." Ucapnya dengan kesal.



"Kali ini apalagi?" Tanya Helmy.



"Gak tahu deh gue! Lagi malas cerita! Nanti aja kalau Vc group." Jawab Katrina.



"Ya udah, tenangkan diri Lo dulu, gak lucu kan nanti kalau Lo jadi Reog pas Bu Intan masuk." Ucap Helmy.



"Huh....." Katrina mendengus.



Pulang sekolah, Katrina tidak bisa untuk pulang bersama Helmy dan Nisya, karena rapat PMR. Tadinya dia sudah mengajak Nisya, tapi Nisya malas karena ada Varis nantinya.


Selesai rapat, mereka berpamitan pada pak Prata, lalu keluar dari ruangan.


"Kakak ada teman pulang?" Tanya Varis disampingnya.


"Kenapa Lo nanya nanya? Mau cari muka depan gue?" Jawab Katrina.


"Ya enggak kak, cuma pengen nganterin aja." Balas Varis.


"Gak usah sih. Gue bisa jalan kaki. Masih sehat kok kaki gue." Ucap Nisya lagi.


"Hehehe benar juga kak. Aku duluan ya kak." Ucapnya lalu berjalan mendahului Katrina.


Katrina pun berjalan menuju pagar, namun tiba tiba Varis berhenti di depannya.


"Aku lupa terus buat bilang makasih sama Kakak. Makasih ya kak, udah buat aku kenal sama Kani. Maksudnya Kak Nisya." Ucapnya lalu tersenyum.


"Apaan sih. Sana pulang Lo." Jawab Katrina ketus.


Varis pun tersenyum, lalu kembali menjalankan motornya.


Baru saja beberapa langkah keluar dari pintu pagar, Katrina sudah di sambut oleh seseorang.


"Hi cewek, tumben jalan kaki, gak punya motor ya?" Ucapnya dengan nada mengejek.


Katrina yang sudah mengenal suara tersebut hanya mengacuhkan, dan jalan terus.


"Sombong banget sih Kat, lihat sini kek." Ucapnya lagi.


"Kalau gue lihat Lo, bisa hipertensi gue." Jalan Katrina masih terus berjalan.


"Gue anterin, mau gak?" Tanyanya.


"Gak usah!" Jawabnya ketus.


Orang tersebut lalu menjalankan motornya kearah Katrina, menarik tangannya untuk naik diatas motornya.


"Gue gak mau dianter sama Lo" Lawan Katrina.


"Gue jalanin nih motor, Lo ikut keseret. Jadi lebih baik naik." Ancamnya.


Katrina yang keras kepala, tidak mendengarkan perkataannya. Orang tersebut pun mulai menjalankan motor dengan secara perlahan.


Karena takut dengan ancamnya, Nisya pun akhirnya naik di atas motor besar milik orang tersebut.


Dengan cepat, dia menjalankan motornya hingga membuat Katrina ketakutan.


"Nico! Pelan pelan!!!!!!" Jerit Katrina di atas motor.

__ADS_1


__ADS_2