
Hari ini, sekolah libur karena memperingati hari besar keagamaan Islam.
Nisya tidak memiliki rencana kemana mana. Karena dia pun tidak tahu bahwa ada tanggal merah di kalender. Maklum, dia jarang melihat kalender. Bila tidak di beritahu ibunya bahwa hari ini libur, mungkin dia akan pergi sekolah.
Waktu terus berjalan, dan Nisya hanya mengunci diri di dalam kamar. Tiba tiba ponselnya berdering, dan ternyata Helmy menelpon.
"Kenapa My?" Tanyanya.
"Jalan jalan yuk. Daripada Lo tidur. Katrina setuju, Lo?" Kata Helmy secara singkat.
"Hmm..... Rada malas sih, tapi ya udah deh. Traktir ya..." Ucap Nisya.
"Iya, nanti gue kasih Lo sebagai jaminan deh." Jawab Helmy.
"Gue bikin gepeng ya Lo!" Jawab Nisya.
"Cepatan, ntar lagi kita jemput Lo." Ucap Helmy, lalu diiyakan oleh Nisya.
Dia meminta izin pada orangtuanya, lalu bersiap. Katrina dan Helmy tiba dengan motor masing masing.
"Gue di bonceng aja ya, malas bawa motor." Ucap Nisya.
"Jangan aneh aneh ya Lo, cepat bawa tuh motor." Jawab Helmy.
Akhirnya dengan pasrah, Nisya mengambil kunci motor dan menghidupkan motor.
Mereka pun jalan beriringan. Helmy berada paling depan, Katrina di tengah, dan Nisya di belakang. Maklum, takutnya Katrina hilang di tengah jalan.
Dulu mereka pernah jalan jalan saat kelas 10, dan Katrina berada di belakang. Setelah sampai ditempat tujuan, ternyata Katrina tidak berada di belakang mereka. Akhirnya rencana yang tadinya jalan jalan, malah mencari Katrina yang hilang. Saat sore menjelang, Helmy melihat Katrina di sebuah stan minuman, sedang meminum Boba. Sejak itu, mereka selalu menempatkan dia ditengah.
Setelah sampai di sebuah cafe, mereka mencari meja kemudian memesan tempat.
3 jam lamanya mereka jalan jalan, mengelilingi kota, mereka memutuskan untuk pulang.
Saat di tengah jalan, ponsel Nisya berdering. Nisya meminggirkan motornya, lalu mengangkat telepon. Ternyata, ibunya menelpon. Ibunya berpesan, untuk membeli obat di apotik, dan membawanya ke rumah nenek.
"Emang Tante Rita kemana?" Tanya Nisya.
"Lagi keluar bentar. Udah gak usah banyak tanya. Cepat antar Obat nenekmu." Jawab ibunya.
Sesampainya di rumah neneknya, Nisya disambut oleh neneknya dan 2 orang yang sedang bertamu di rumahnya.
__ADS_1
"Permisi...." Ucapnya pelan.
Kedua orang tersebut, bersama nenek menatap kearahnya.
"Aduh Nisya, maaf udah repotin kamu nak." Ucap neneknya
"Gak apa apa nek, Nisya tadi emang lagi dijalan, jadi sekalian kata ibu." Ucapnya sambil berjalan masuk ke dalam.
Dia pun menuju dapur, dan membawa segelas air.
"Nenek udah mendingan?" Tanya Nisya setelah duduk di samping neneknya.
"Udah nak, tadi nenekmu sampai pinsan, untung Varis nengok." Jelas tante tersebut.
Dia memberi neneknya obat, lalu menyuruh neneknya untuk tidur.
"Kamu pulangnya gimana nak?" Tanya Tante tersebut.
"Bawa motor Tan."
"Aduh, kamu anak cewek, dan ini udah malam. Biar si Varis ngantar kamu aja." Tawar Tante itu.
__ADS_1
"Gak apa apa Tante, makasih. Aku bawa motor masalahnya." Tolaknya halus.
"Biar Varis ngikutin dari belakang. Ini udah malam lho nak, meskipun masih jam setengah 8 sih." Ucap Tante itu lagi.
Akhirnya, karena tidak ingin berdebat, Nisya menyetujui perkataan Tante tersebut.
Di jalan, dia berada di depan dan Varis di belakang.
"Tumben tuh anak tadi gak perhatiin gue. Akhirnya capek juga kan..." Ucapnya
"Huh.... Tapi kok gue gak senang sih?" Ucapnya lagi
"Serah deh"
Sesampainya di depan rumah, Nisya turun dari motor, dan menghadap ke arah Varis.
"Makasih dek udah repotin." Ucap Nisya.
Tak ada jawaban dari Varis. Dia hanya menatap Nisya dengan intens.
"Ya.. ya udah, saya masuk ke dalam ya." Ucapnya, sambil membalikkan badan.
"Kak, bisa gak jangan panggil saya adek?" Ucap Varis.
__ADS_1
Nisya langsung membalikkan badannya, menghadap kearah Varis lagi.