Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
20


__ADS_3

sekolah


"Gue dari tadi dah nunggu lho, mulai bosan nih gue." Gerutu Katrina pada Nisya.


Mereka berdua mulai mengintrogasi Nisya. Mereka menarik Nisya menuju rooftop pada saat jam istirahat.


"Kita disini udah 10 menit loh Nis, apalagi sih yang mau Lo tunggu?" Helmy ikut menggerutu.


Meski Katrina dan Helmy menanyakan apa yang terjadi semalam, Nisya tetap saja diam dan memasang ekspresi gugup.


"Gue bingung jelasinnya gimana gaes." Jawabnya gugup.


"Ceritain aja, kami bakal ngerti kok.", balas Helmy.


"Bukan gitu, gimana ya jelasinnya...." ucapnya gugup.


"Lo gak mau cerita sama kita? Kenapa? Gak percaya?" Tanya Katrina kesal.


"Hus, Kat. Jangan mulai deh." Helmy memperingati.


"Gue lagi bingung, dan please ngertiin gue kek, jangan maksa gue kayak gini." Ucapnya sambil mengarahkan pandangan pada Katrina.


"Bisa gitu ya? Emang kami kasih pertanyaan apa sih sampai bikin Lo bingung?" Katrina terus memojokkan Nisya.


"Kat, Lo cuma bisa mentingin perasaan Lo doang. Gue juga butuh waktu buat ceritain ini ke kalian." Nisya mulai kesal.

__ADS_1


"Oke oke, gaes, please stop. Katrin, gue tahu lo lagi ada tamu bulanan makanya perasaan Lo gak bisa terkontrol. Jadi, please Lo tenang aja, biar gue yang ngomong." Helmy menengahi.


"Dan Lo Nis, gue harap Lo maklum dan maafin Katrin. Dia lagi bulanan, jadi emosinya gak terkontrol." Ucap Helmy pada Nisya.


Nisya mengambil napas panjang, dan menganggukkan kepala. Melihat Nisya mulai tenang, Helmy kembali berbicara.


"Kalau emang Lo gak bisa sekarang, ya udah. Kapan Lo bisa aja."


"Tapi......"


"Gak usah dipaksa kalau emang gak bisa." Ucap Katrina ketus.


"Sekalian gue minta maaf. Gue lagi gak mood masalahnya." Tambahnya.


Nisya tersenyum mendengar perkataan Katrina, lalu menarik napas panjang lagi.


Dia mulai menceritakan segala yang terjadi kemarin, dan di sambut ketidak sukaan dari Katrina dan Helmy.


Selesai Nisya selesai menceritakannya, Katrina dan Helmy hanya diam dan saling bertatapan.


"Gue bingung menanggapinya gimana." Ucap Katrina pertama.


"Sama. Gimana ya? Kalau udah gini, gue juga gak bisa kasih saran." Helmy menambah.


"Atau gini aja, kita tunggu aja selama Minggu ini. Kalau benar dia mutusin pacarnya, gue juga gak bisa bantu kalau gitu." Katrina memberi saran.

__ADS_1


"Saran yang sangat sangat membingungkan." Kata Helmy.


"Kasih saran yang benar kek. Ini lu malah bikin tambah pusing." Tambahnya.


Ketiganya hanya merenung memikirkan jalan keluar dari permasalah tersebut.


"Kalau dari gue sih simpel aja. Karena gue gak suka buat ribut segala hal." Katrina kembali membuka percakapan setelah merenung lama.


"Apaan?" Tanya Nisya.


"Biarin aja." Jawabnya singkat.


"Maksudnya?" Tanya Helmy.


"Ya terserah dia mau putus atau gak sama pacarnya yang sekarang. Kan lu gak maksa. Jadi, kalau dia putus sama pacarnya lu gak ada kewajiban buat Nerima dia jadi pacar Lo." Jelas Katrina.


Katrina memang orang yang simpel dan tidak ingin memusingkan segala permasalahan yang terjadi. Bila ada cara mudah, namun mengorbankan orang lain, dia akan lakukan.


"Kat, itu sepertinya agak....."


"Kalau gak mau, ya udah. Gue lagi malas buat mikir, apalagi sekarang mood gue yang beraturan." Ucapnya memotong perkataan Helmy.


"Huhhh...... Kok malah bikin pusing sih ni masalah." Keluh Nisya.


Bel berbunyi, menandakan seluruh siswa untuk masuk kembali ke dalam kelas.

__ADS_1


"Kita lanjut nanti aja deh. Bel udah bunyi tuh. Gue juga butuh waktu untuk mikirin ini." Jawab Nisya.


Mereka mengangguk tanda setuju dengan perkataan Nisya.


__ADS_2