Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
14


__ADS_3

"Memang, saat pertama kali, aku masih cuek saja dan tidak menganggapnya penting, namun lama kelamaan, aku mulai tahu bahwa aku menyukai Kani." Jelasnya lagi.


"Jadi, seperti yang aku bilang tadi, aku berharap supaya....."


"Supaya apaan?" Ucap Katrina dari arah pintu.


Nisya dan Varis pun serentak melihat kearah pintu. Dengan tangan menyilang di depan dada, Nisya menatap tidak suka ke arah Varis.


"Supaya apaan? Lo bilang apa sama Nisya?" Tanya lagi, sambil berjalan masuk kedalam ruang PMR, kemudian duduk di samping Nisya.


"Enggak, kak." Jawabnya.


"Lo pikir gue tuli apa? Gue tadi dengar, Lo bilang 'berharap supaya', trus menggantung karena gue datang. Lo mau ngomong apa? Hah!?" Tanya Katrina dengan nada tidak suka.


"Enggak kak, tadi saya hanya....." Ucapannya menggantung lagi.


"Hanya apa?!" Katrina mulai kesal.


"Permisi. Untung lah, gue pikir tadi udah mulai rapatnya." Ucap Witri si sekretaris PMR.


"Masuk aja Tri, mungkin yang lain bentar lagi datang." Ucap Katrina.


Setelah itu, Katrina kembali menghadap kearah Varis dan memberikan tatapan tidak suka.


Rapat PMR pun dimulai. Pak Prata tidak melarang Nisya untuk ikut gabung dalam rapat tersebut.


1 jam berlalu, akhirnya rapat selesai. Mereka berpamitan untuk kembali ke kelas kepada pak Prata, kemudian keluar dari ruang PMR.


Di jalan menuju kelas, Katrina terus mendesak Nisya untuk menceritakan kejadian di ruangan tadi.

__ADS_1


"Emang dia bilang apa sih, sampai Lo gak beritahu?" Tanya Katrina kesal.


"Emang Lo dengarnya sampai mana?" Tanya balik Nisya.


"Hanya pas dia bilang 'berharap supaya' itu." Jawabnya.


"Ya udah, nanti gue ceritain di kelas, biar Helmy juga dengar." Ucap Nisya.


"Ya udah, jelasin secara rinci ya." Kata Katrina.


Sesampainya di kelas, ternyata kelas mereka jam kosong, karena guru yang mengajar seni budaya sedang dalam keadaan sakit. Nisya pun mencari tempat strategis untuk menceritakan kejadian tadi, sehingga tidak ada gangguan saat bercerita. Setelah menemukan tempat yang tepat, dia mengajak Katrina dan Helmy untuk menuju ketempat itu. Mereka duduk di kursi paling belakang sudut. Daerah itu sangat sepi, karena pemiliknya sedang sibuk cerita di meja lain.


Setelah duduk, Nisya mengambil napas panjang, lalu mulai menceritakan kejadian tadi mulai saat Katrina keluar dari ruangan. Katrina dan Helmy pun mendengar dengan penuh rasa kesal. Sebenarnya dalam hati, mereka ingin sekali memotong pembicaraan Nisya, karena kesal mendengar tingkah laku Varis, tapi mereka memutuskan untuk mendengar saja, baru nanti untuk protes dan marah marah.


Selesai bercerita, Katrina langsung menyahut.


"Kani?! Gue yang dengar aja jijik. Gak sadar diri apa, dia tuh setahun di bawah kita." Ucap Helmy.


"Iya, gue juga udah bilang itu semalam sama dia.", jawab Nisya.


"Semalam? Emang semalam ada apa?" Tanya Katrina.


"Oh iya, gue lupa ceritain sama kalian." Jawab Nisya.


"Emang kenapa?", kini Helmy yang bertanya.


"Jadi......"


Nisya pun mulai menceritakan kejadian semalam. Dia menceritakan nya secara detail, dan tidak ingin melupakan poin penting dari segala perkataan Varis semalam.

__ADS_1


"Hahahahh, benar benar ya tuh bocil narsis." Ucap Katrina.


"Padahal tadi dia kasih status foto dia dan pacarnya lho. Dan sekarang, dia nyatain perasaan sama Lo? Benar benar gila sih tuh anak." Ucap Helmy.


"Lihat lihat, foto dia dan pacarnya." Kata Katrina.


"Entar." Helmy pun mengambil hpnya dari saku rok, kemudian memperlihatkan status Varis.


"Pas dia nyatain perasaan tadi, gue juga bingung lho. Kayak gimana ya, bukannya Lo udah punya pacar, jadi Lo ngapain sekarang." Ucap Nisya setelah selesai melihat status Varis.


"Kenapa tadi gue datang. Maunya Lo tadi langsung bikin mental tuh anak down dong. Dia pikir Lo gak tahu kalau dia punya pacar." ucap Katrina.


"Maunya sih gitu, tapi ya gue tunggu dia selesai ngomong. Ternyata Lo malah datang." Jawab Nisya.


Mereka pun terus saja menceritakan Varis dengan perasaan kesal, ilfil, dan tidak suka.


"Jadi, Nis, kalau dia ngajak Lo ngomong lagi, buat mental tuh anak supaya down. Biar dia jera." Ucap Helmy.


"Kau itu mah gue bakal lakuin. Tenang aja gaes." Ucap Nisya.


"Setelah itu, menjauh darinya. Gue juga takut, Lo nanti malah kesemsem sama dia." Tambah Helmy.


"Oke, tenang aja, gue bakal lakuin kok." Ucapnya.



Malamnya, saat hendak tidur Nisya pun kembali merenung.


"Huh, dasar gila. Bisa bisanya gue gak jujur." Ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2