Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
02


__ADS_3

Satu bulan berlalu sejak masuk sekolah. Mereka belajar seperti biasanya, namun yang berbeda adalah jadwal pulang mereka. Kini jadwal pulang di ganti, sehingga mereka akan pulang pada jam setelah tiga. Namun untuk hari Senin, Jumat, dan sabtu pulang jam setengah satu.


Hari ini, kelas 11 keperawatan 1 mendapat les kosong, karena guru yang mengajar Bahasa Indonesia sakit dan tidak datang ke sekolah. Jadi, les pertama sampai keempat mereka les kosong. Mereka mengambil kesempatan ini untuk bermain game, bergosip, tidur, dan konser dadakan.


Di tengah ributnya teman temannya yang lain, Nisya mengambil waktu untuk tidur di meja. Namun, tiba tiba Katrina membangunkannya.


"Nis, Nis..." ucapnya namun tak di sahut oleh empunya nama.


"Nisya, woi!" kembali berucap kini sambil mendorong tubuh Nisya.


"Apaan!?" jawab Nisya dengan sedikit kesal.


"Itu anak yang gue bilang ganteng waktu itu." Kata Katrina sambil menunjuk anak yang berada di luar kelas mereka.


Anak tersebut tampak sedang berbicara dengan Wisma, teman satu kelas mereka.


"Helmy, lihat deh, tuh anak ganteng juga kan? Bagaimana menurut Lo?" Kini dia bertanya pada Helmy, yang berada di depan mereka.


"Biasa aja kan My. Gak ada yang menarik dari wajahnya." Jawab Nisya.


"Terserah kalian berdua deh. Kalian berdua ni, gak pernah tenang kalau gak debat sehari aja." Ucap Helmy.


"Lo harus jawab My, ini penentu mata siapa yang rabun." Katrina masih kekeh dengan pertanyaannya.


"Dia gak mau jawab, karena ya emang tuh anak biasa aja." Timpa Nisya lagi.


"Oke oke gue jawab. Pusing gue dengar kalian. Dia ganteng. Udah." Helmy akhirnya menjawab dengan pasrah.


"Kan udah gue bilang." Ucap Katrina dengan senang.


"Perhatiin deh nis, ganteng Lo" tambahnya.


"Malas." Jawabnya singkat.


"Lihat, atau gue bakal ganggu Lo terus?" Katrina mulai mengancam.


"Oke oke!" Akhirnya Nisya menurut dengan segala paksaan Katrina.


Kini Nisya menatap anak tersebut. Dia menatap secara detail, dan mencari tahu mengapa teman temannya mengatakan dia ganteng. Setelah menatap beberapa detik, dia mulai berpikir, namun terus menatapnya.


*Lumayan sih, tapi gak ganteng banget*


Tanpa dia sadari, anak tersebut menatap balik kearahnya dan membuat mata mereka saling bertemu.


Nisya memiliki kebiasaan yang aneh, yaitu bila dia sedang kaget, tertawa, malu, dan kepanasan, maka telinganya akan memerah, seperti orang yang merona, namun bukan di pipi tapi di telinga.


Itulah yang terjadi kepadanya ketika matanya bertemu dengan anak tersebut. Dia seketika kaget, dan telinganya memerah. Dia langsung memalingkan wajahnya kearah Katrina, dan di sambut senyum menggoda dari Katrina.


"Apa?" Tanyanya.

__ADS_1


"Gak ada apa apa tuh." Masih tetap dengan senyumnya yang menggoda Nisya.


"Trus kenapa Lo senyum kayak gitu?" Ucapnya sedikit kesal.


"Lo malu ya, natap mata dia?" Tanya Katrina dengan senyum menggoda.


"Gak, gue cuma kaget doang."


"Serius ni?"


"Iya. Kan Lo tahu kalau gue kaget, ya telinga gue merah." Jelasnya.


"Helmy, Helmy, Helmy." Ucapnya memanggil.


"Apaan lagi woi! Tidur gue terganggu tahu." Dengan nada malas.


"Tahu gak, Nisya malu malu lho waktu tatap tatap sama si anak kelas 10 itu." Jelas Katrina dengan nada menggoda.


"Gak ya! Lo nyebar berita gossip gak benar." Bantah Nisya.


"Serius My, gue aja sampai kaget lihat dia malu malu. Biasanya dia gak pernah gitu kalau di tatap cowok." Masih teguh dengan gosipnya.


"Hmmm." Kini Helmy menampilkan senyum menggodanya kearah Nisya.


"Sumpah ya, Lo percaya banget sama perkataan ni anak." Mulai capek.


"Cieeeeee......" Ucap Helmy dan Katrina secara bersamaan, dan membuat seisi kelas mengarah ke mereka.


"Kalian mau tahu?", jawab Katrina dengan antusias.


"Apa?" Kini Gresilla yang bertanya dengan nada penasaran.


"Jadi~ Nisya bilang kalau adek kelas yang di depan tuh ganteng." Jelas Katrina dengan nada yang sangat antusias dan bahagia.


Seketika mereka semua melihat kearah jendela dan mencari keberadaan adek kelas yang di maksud. Setelah melihatnya, mereka pun mulai menggoda Nisya.


"Cieee Nisya."


"Pertanda apa ni Nis?"


"Nisya sekarang mulai besar ya......"


Dan masih banyak lagi yang mulai menggoda Nisya. Sedangkan Nisya, masih dengan keadaan ingin menjelaskan, namun suaranya kalah besar dari mereka.


Setelah Wisma masuk, dia di hujani dengan berbagai pertanyaan siapakah anak yang berbicara dengannya tadi, dan namanya siapa.


Wisma yang awalnya bingung, akhirnya menjawab saja karena teman temannya terus bertanya demikian.


"Dia anak kelas 10 keperawatan 2. Namanya Varis." Jawabnya.

__ADS_1


Setelah itu, mereka kembali menggoda Nisya, dan Nisya hanya bisa pasrah dengan keadaan telinganya yang kembali memerah karena malu.


Bel istirahat berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar kelas menuju ke kantin. Namun, Nisya dan kedua temannya tetap di dalam kelas.


"Benar benar ya Lo. Udah gue bilang bukan gitu, malah di sebar kemana mana." Ucap Nisya.


"Gimana ya, karena lucu lho Nis." Jelas Katrina sedikit tertawa.


"Udahlah Nis, gak apa apa kok. Dia ganteng, dan kelihatannya lumayan juga. Bisalah." tambah Helmy.


"Gue Jambak ya kalian berdua. Bisa apaan? Pacaran? Belajar dulu yang benar. Gue jitak satu satu ni kalian." jawabnya sambil mengepal tangan.


"Hahahahh...." Katrina tertawa puas.


"Nis, Nis" Panggilnya.


"Itu si Varis." Kata Katrina.


Nisya menoleh dan melihat keluar, dan benar, Varis melewati kelas mereka, karena kelas mereka dekat dengan kantin.


Setelah melihat Varis, Nisya kembali menatap teman temannya, dan di sambut kembali dengan wajah menggoda dari teman temannya.


"Cieeee dia nengok.......", ucap mereka berbarengan.


"Ahhhh, kalian berdua..." Jawabnya sambil memelas karena terus menerus di goda oleh teman temannya.


Dan hanya di sambut oleh tawa dari teman temannya.



**DI RUMAH**



Pulang sekolah, Nisya memarkirkan motornya di depan rumah, kemudian masuk ke dalam rumah. Dia membuka sepatunya dan mengganti baju, lalu menuju kasur kesayangannya. Dia mulai membuka akun medsosnya, lalu seketika bengong.



Dia kembali mengingat kejadian di sekolah.



"Gue bego banget sih tadi. Malu banget gue. Kenapa tadi dengar perkataan si Katrin. Mana tuh anak nengok lagi. Kenapa harus noleh sih tuh anak, kan gue jadi kaget. Plus malu juga sih sebenarnya." Ucapnya dengan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.



"Ahhhh malu banget." Ucapnya lagi namun sedikit berteriak


__ADS_1


Nisya adalah orang yang memiliki rasa gengsi yang tinggi, dan tidak ingin membuat hal yang dapat membuat dirinya malu. Dia sangat menjaga image dan akan terus mengingat bila melakukan hal yang memalukan. Itulah mengapa dia sangat malu bila mengingat kejadian di sekolah tadi. Karena menurutnya apa yang dilakukannya tadi memalukan, apalagi orang tersebut mengetahui bahwa Nisya menatapnya.


__ADS_2