
Malamnya, Nisya, Helmy, dan Katrina Vc. Awalnya mereka membicarakan kejadian disekolah, serta hal lucu yang terjadi dalam kegiatan PMR. Setelah itu, Nisya mulai menceritakan kejadian yang terjadi diparkiran tadi sore.
"Gue lama lama jadi gak suka sama sifat si Varis." Ucap Helmy setelah mendengar cerita Nisya.
"Sama My, kayak kasih harapan gitu." Katrina ikut menyuarakan pendapat.
"Harapan apa? Gue gak suka sama dia ya, jangan nyebar berita aneh aneh lagi deh." Nisya menjawab.
"Seriusan, dia seakan akan suka sama Lo." Ucap Katrina kesal.
"Padahal dia udah punya pacar. Emang aneh ya tuh anak. Jangan dekat dekat deh sama Varis deh Nis." Jawab Helmy sembari memberi nasehat
"Yang dekat sama dia siapa, ngomong aja gak pernah." Jawabnya.
Mereka pun meninggalkan topik tentang Varis, dan membahas topik baru.
Sebelum tidur, Nisya kembali memikirkan hal yang terjadi tadi siang.
"Kalau di pikir pikir, ngapain juga sih dia nengok gue? Lama banget lagi." Nisya mulai berbicara sendiri.
"Emang gak jelas ya tuh anak." Ucapnya lagi, lalu kembali tidur.
Hari ini adalah hari Minggu. Nisya tidak memiliki kegiatan apapun, setelah pulang dari Gereja. Dia hanya rebahan di atas tempat tidur kesukaannya.
Tiba tiba, ibunya memanggil, dan Nisya secepatnya mencari keberadaan dari ibunya.
"Kenapa Bu?" Tanyanya.
"Kamu pergi dulu di rumah nenek, dia lagi sakit. Bawain makanan yang ibu buat di atas meja, sama obat sekalian udah ibu kasih." Jelas ibunya.
"Kan di sana ada rumah Tante Rita yang dekat, kok malah kita yang repot sih?" Gerutunya.
"Mereka lagi pergi ke pesta pernikahan, dan baru pulang malam. Maka nelpon kesini."Jawab ibunya.
Dengan berat hati, Nisya mandi, dan bersiap untuk ke rumah neneknya. Perjalanan menuju ke sana memakan waktu sekitar 45 menit. Karena itulah Nisya jadi malas ke sana. Apalagi cuaca sedang panas dan cahaya matahari sangat menyilaukan.
__ADS_1
Sesampainya di sana, dia memberikan semua yang telah di perintahkan ibunya, kemudian setelah selesai, dia mengantar neneknya tidur. Dia harus berada di sana sampai sore, menunggu tantenya pulang dari pesta.
Beberapa menit berlalu, dia lalui. Namun, lama kelamaan dia merasa bosan. Dia menuju keluar dan menghirup udara.
"Capek banget gue harus nunggu Tante Rita. Mau tidur tapi gak ngantuk, main hp juga bosan, jadi gue harus ngapain?" gerutunya.
Tiba tiba, sebuah motor yang terlihat familiar lewat di depannya.
"Kayak kenal sama motor itu. Tapi sama siapa ya? Gak peduli deh" Bertanya sendiri dan menjawabnya sendiri.
Dia kembali masuk kedalam rumah dan bermain hp. 2 jam berlalu, dia masih stay berada di ruang tengah. Sesekali dia membaringkan tubuhnya diatas sofa dan sesekali mulai terlelap, namun kembali bangun karena suara motor.
Tiba tiba, dari luar pintu di ketok.
"Permisi, nek?" Ucap seseorang dari luar
Nisya berjalan menuju pintu, dan melihat seorang wanita paruh baya berdiri dengan plastik di tangannya.
"Kalau lagi tidur, gak usah deh nak." Jawabnya sedikit tidak enak.
"Gak apa apa Tante, emang waktunya makan sekarang."
"Ya udah, makasih ya nak." Nisya membangunkan neneknya lalu membantunya menuju ke ruang tamu. Dia kembali ke belakang, untuk membuat teh. Ketika hendak memberikan teh, dia kaget melihat seseorang duduk di samping Tante tadi.
\*Kok dia bisa di sini?\* ucapnya dalam hati.
Dia meletakkan tehnya, dan kembali kebelakang untuk membuat teh satu lagi.
"Ngapain tuh anak disini? Atau dia anak Tante itu? Kok bisa sih" Gerutunya.
__ADS_1
Dia kembali ke luar dan meletakkan teh. Dia duduk di sebelah neneknya.
Beberapa menit awal, tidak ada yang terjadi, si Tante dan nenek berbicara panjang lebar, Varis bermain hp, dan Nisya tentu saja mendengar percakapan neneknya.
Namun, setelah itu, dari ujung mata Nisya, dia dapat melihat mata Varis memperhatikannya. Bahkan tak teralihkan sedikit pun. Nisya merasa tidak nyaman dengan tatapan dari Varis. Dia pun memberanikan diri menatap balik ke arah Varis. Mata mereka bertemu. Nisya bisa melihat wajah Varis dengan detail.
\*Gue akui sih, emang ganteng. Banget malah. Tapi gimana ya\* Ucapnya dalam hati.
Mereka terus bertatap tatapan dalam waktu lama. Tidak ada yang mengalah untuk mengalihkan pandangannya. Itu berlangsung sampai Varis dan si Tante pulang.
Setelah pulang, Nisya bertanya pada neneknya.
"Tadi itu siapa nek?"
"Tetangga. Dia baik banget. Selalu nolong nenek."
"Trus yang disamping dia siapa?" tanyanya memancing.
"Anaknya. Dia anak pertama. Mereka ada tiga orang." Jelas neneknya.
"Mereka sepertinya orang kaya ya nek." Ucap Nisya lagi.
"Tentu saja. Ayahnya seorang kepala dinas di sebuah instansi, ibunya orang penting di rumah sakit kota, dan punya klinik lagi." Jelas neneknya.
Dia pun mendengarnya dengan antusias. Lalu berpikir.
\*Wah, pasti anak istrinya bakal hidup enak kalau sama dia.\* Ucapnya dalam hati
__ADS_1