Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
09


__ADS_3

Dengan hati gugup, Nisya membuka Facebooknya. Dia melihat siapa saja yang meminta pertemanan dengannya di Facebook, dan benar saja, Nama Varis Nand terdapat di sana. Dia pun segera membuka akun itu dan sedikit menstalkingnya. Dan akhirnya, Nisya dapat bernapas lega. Ternyata itu bukan akun milik Varis. Dia pun kembali ke beranda, dan lanjut chat an dengan teman temannya.


Hari berikutnya tiba. Segala kegiatan terjadi seperti biasanya. Mereka belajar sampai sore, lalu pulang ke rumah.



Di perjalanan, saat sudah selesai mengantar Katrina, tanpa dia sadari, ban motornya bocor. Dia pun menjalankan motornya dengan cepat, dan akhirnya sampai di bengkel.



Ternyata menempel ban memakan waktu yang lama. Meski bermain hp, dia masih saja bosan.



\*Ya ampun, lama sekali. Aku benar benar bosan\* Gerutunya dalam hati.



Tiba tiba sebuah motor datang dan membuyarkan seluruh lamunan Nisya.



"Om, isi angin om." Ucap anak tersebut.



"Entar ya dek." Jawab om tukang bengkel.



Nisya yang mendengar suara tersebut segera menoleh, dan benar saja, itu adalah Varis.



Mata mereka kembali bertemu, namun dengan cepat Nisya mengalihkan pandangannya.


\*Please, lama lama bosan juga gue ketemu sama ni anak.\* Ucapnya dalam hati.


__ADS_1


Beberapa menit kemudian, motornya selesai untuk di isi angin. Varis menyalakan motornya dan kemudian.....


"Duluan ya kak." Ucapnya secara tiba tiba.



Nisya pun seketika linglung dan sedikit kaget. Dia masih bingung, apakah Varis memang berbicara dengannya atau dengan siapa.


"I I Iya dek." Jawabnya singkat.



Varis tersenyum sekilas, lalu menjalankan motornya.



"Ini gue ceritain sama Helmy dan Katrin gak ya? Nanti takutnya mereka ngomel lagi." Ucapnya.



"Huh..... Lihat lihat aja deh nanti. Gue lagi capek banget." Katanya sekali lagi.




Malamnya, akhirnya Nisya memutuskan untuk memberitahukan kepada temannya kejadian tadi sore di bengkel. Dan, seperti prediksinya, mereka pun mulai mengomel karena Nisya menjawab sapaan dari Varis.


Setelah selesai chat an, dia pun memilih untuk tidur. Namun, bukannya tidur, dia malah melamunkan hal lain.


"Kalau contohnya gue jadi nih sama si Varis, apa gue gak malu maluin pacaran sama adek kelas?" Ucapnya.


"Trus, ngapain lagi tuh anak sering perhatiin gue. Gue tahu gue jelek, tapi gak banget sih." Tambahnya lagi.


Setelah banyak berpikir dan melamun, tiba tiba......


"Astaga!!! Kenapa gue lamunin dia? OMG!" Ucapnya shock.


"Gila gila gila gila....... Bagaimana bisa gue sampai mikir kami bakal pacaran? Gila banget sih gue." Ucapnya lagi.sampil mengacak rambutnya.

__ADS_1



Keesokkan harinya lagi, Nisya membawa motor kesayangannya untuk berangkat sekolah. Namun, di perjalanan dia tidak tahu, bahwa sedang di ikuti seseorang.



Sesampainya di sekolah, dia memarkir motornya. Namun dia kaget melihat Varis datang bersamaan dengannya, ditambah lagi memarkir motornya tepat di samping Nisya.



"Gak apa apa kan kak, kalau parkir di sini. Soalnya kalau di keluarin mudah." Ucapnya.



"Gak apa apa sih. Silahkan aja. Bukan milik aku kok." Jawab Nisya.


\*Huh, gue harus tenang. Gak boleh gugup.\* Ucapnya dalam hati untuk menyemangati diri sendiri.



Secepatnya, Nisya berjalan menuju kelas, meniggalkan Varis di parkiran.



Dari arah belakang, seseorang memanggil namanya.


"Kak.... Kak Nisya..... Kak" Ucap anak tersebut. Dia pun segera menoleh.



"Kenapa?" Tanyanya



"Di panggil pak Wisman di kantor kak." Jawabnya.



"Ohh oke makasih ya." Jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2