Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
16


__ADS_3

Malamnya, Nisya mengerjakan tugas tugas yang akan diserahkan besok. Meski dilanda rasa malas, dia harus menyelesaikannya


"Kenapa tugasnya banyak banget sih?! Gue itu malas banget ngerjain nya lho!!" Ucapnya.


"Makanya, tugas tuh di cicil dari hari hari yang lalu." Sahut kakaknya.


"Bisa gak Lo, tenang aja. Udah kayak ibu gue aja." Balas Nisya.


"Gue emang ibu Lo. Kenapa?!" Tanya kakaknya.


"Ih... gak Sudi banget Lo jadi ibu gue." Ucap Nisya.


"Lo kalau jadi anak gue, stres, nyesel, plus gue terganggu lahir batin." Balas kakaknya.


"Apa?!"


Mereka berdua pun memulai debat mulut. Kedua adiknya yang mendengar, hanya duduk tenang karena sudah biasa menghadapi keadaan seperti ini.


"Permisi...." Ucap seseorang dari arah pintu.


Nisya dan kakaknya pun seketika berhenti berdebat dan menghadap ke arah pintu.


"Iya tan, masuk dulu. Saya panggil mama dulu ya." Ucap Nisya, lalu menuju ke dapur.


"Ma, ada Tante yang pendek rambut tuh depan. Yang sering kesini." Jelas Nisya.


"Oh, udah selesai ya kalian berdua berdebat? Ya udah, nanti ya ibu ngomong sama kalian." Ucap ibunya lalu melenggang keluar dapur.


"Isss ini semua karena kakak sih. Pasti kena omel lagi deh nanti." Gerutu Nisya.


Keesokkannya, seperti biasa, pada hari Kamis pada les pertama sampai keenam mereka akan belajar di lab dan ruang praktek mereka. Dari kelas, mereka membawa seperangkat alat praktek dan baju lab.



Saat diperjalanan Nisya pun menceritakan betapa kesalnya dia semalam.



"Kalau aja dia gak ngomong, pasti gue juga gak bakal balas kok." Ucap Nisya mengakhiri ceritanya.



"Gue juga bingung Nis, siapa yang benar sama yang salah." Helmy memberi tanggapan.



"Percaya deh gaes, gue gak salah." Ucap Nisya.



"Iya iya, kita percaya sama Lo." Ucap Katrina.


"Biar cepat lho My." Tambahnya sambil berbisik kearah Helmy, namun masih bisa di dengar Nisya.



"Kat, ini ada batu lho, jangan macam macam deh, daripada ni batu hinggap di kepala Lo." Ucap Nisya, dan hanya di sambut tawa oleh kedua temannya.



Saat sedang belajar, Nisya izin ke toilet sendirian. Sebenarnya dia ingin mengajak Katrina, tapi dia sedang praktek. Dia ingin mengajak Helmy, tapi dia adalah korban praktek Katrina. Saat mengajak yang lain, semuanya sedang sibuk latihan untuk praktek. Ada juga yang ingin menemani, tapi Nisya yakin nanti mereka akan buat usil saat dia BAK.



Selesai BAK, dia pun berjalan menuju ruang lab dan praktek. Tiba tiba dibelokkan jalan, dia bertemu dengan Varis. Mereka hampir saja bertabrakan.



Nisya pun menggeser tubuhnya sedikit kearah samping, supaya kalau jalan tidak bertabrakan dengan Varis.

__ADS_1



Baru saja dua melangkah, Varis sudah memanggil dirinya.



"Kani....." Ucapnya, dan Nisya pun menoleh kearahnya.



"Kita belum selesai bicara kan? Kemarin terpotong karena kedatangan kak Katrin." Ucapnya.



"Jadi?" Tanya Nisya.



"Huh.... Apakah Kani ada waktu nanti sepulang sekolah?" Tanyanya balik.



"Gue ngantar Katrin nanti." Jawab Nisya.



"Selesai ngantar kak Katrin?" Tanyanya lagi.



\*Kenapa Katrin dipanggil kakak, gue malah Kani sih?\* Pikir Nisya.



"Kurang tahu, masalahnya gue gak punya bensin." Ucap Nisya mencoba untuk menghindar.




"Panas banget lho hari ini." Ucap Nisya lagi.



Tidak ada respon dari Varis. Dia hanya menatap dengan mata kecewa.



"Gak bisa ya?" Ucapnya setelah terdiam beberapa detik.



Nisya pun seketika merasa tidak enak dengan Varis. Ditambah, Varis menampilkan mata seperti kecewa.



"Gak gitu sih tapi....."



"Gak apa apa kok, mungkin dilain hari aja." Ucap Varis, dan ingin melangkah pergi.



"Hah, oke. Tapi gue gak mau terlalu lama. Gue juga punya banyak kerjaan lain." Ucap Nisya.



"Enggak kok, gak lama." Ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Nanti, setelah ngantar kak Katrin, aku tunggu dekat rumah yang warna hijau ya." Ucapnya lagi.



"Terserah Lo deh. Pusing kepala gue." Ucap Nisya dengan pasrah.



Nisya pun kembali ke kelas. Saat kembali, ternyata Katrina dan Helmy sudah selesai memeriksa. Dia pun duduk di samping mereka.



"Kok lama? Boker ya Lo?" Tanya Katrina.



"Kepo ya.... Gue terharu lho di perhatiin sama kalian." Jawabnya.



"Gak jadi deh gue nanya, nyesel banget." Ucap Katrina.



"Hehehehe, nanti aja lah gue ceritanya. Kalau sekarang banyak yang dengar."



"Ya udah, nanti aja kalau kita di rumah Katrin." Timpa Helmy.



Istirahat pertama dimulai. Mereka masih akan belajar di ruang lab dan praktek, jadi mereka meninggalkan barang barang mereka, dan menuju ke kantin.


Saat dijalan, mereka pun bercerita tentang hal hal lucu yang terjadi saat praktek. Tiba tiba Katrina teringat tentang perkataan Varis saat pulang kemarin. Dia pun langsung menceritakannya dengan jelas dan terperinci kepada kedua temannya.


"Dia senyum?" Tanya Helmy.


"Iya, tapi meski ganteng, ya tetap gue suruh pergi." Jawab Katrina.


"Kok Lo gak bareng aja sama dia?" Tanya Nisya.


"Gak mau aja." Jawab Katrina singkat.


"Jadi kemarin Lo jalan kaki?" Helmy bertanya.


"Gak juga sih, gue bareng......" Kalimatnya menggantung.


"Siapa?" Tanya Helmy lagi.


Nisya pun terdiam sejenak sambil memikirkan sesuatu, lalu tiba tiba mengejutkan Katrina dan Helmy


"Nico!" Ucapnya keras.


Katrina dan Helmy terkejut bersamaan, lalu Katrina menutup mulut Nisya.


"Jangan besar besar juga Lo nyebut nama dia." Kata Katrina, lalu melepaskan tangannya dari mulut Nisya


"Jadi benar si Nico?" Tanya Helmy dengan wajah menggoda Nisya.


Katrina menganggukkan kepala.


"Tapi itu pun karena di paksa dan di ancam sama dia. Bukan gue mau. Gue mah, malas kalau bareng sama dia." Jelas Katrina.


"Ohh gitu ya...." Ucap Helmy dan Nisya bersamaan, dengan wajah menggoda Katrina.


"Serius lho gaes." Katrina pun mulai capek.


Helmy dan Nisya hanya tersenyum melihat Katrina.

__ADS_1


__ADS_2