Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
10


__ADS_3

Hari terus berlalu, dan tak terasa besok sudah memasuki bulan baru. Bila kalian bertanya hubungan Nisya dan Varis, maka jawabannya seperti itu itu saja.


Varis masih tetap memperhatikan Nisya dengan sesekali berbicara singkat dengannya, dan teman temannya yang selalu kesal dan memberi nasehat padanya.


Hari ini pun sama. Saat hendak kembali ke dalam kelas, Nisya, Helmy, dan Katrina menangkap basah Varis sedang memperhatikan Nisya. Helmy dan Katrina pun menatap balik Varis dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Sesampainya dalam kelas...


"Jujur gue gak suka banget kalau Varis perhatiin Lo kayak tadi." Ucap Helmy.


"Setuju banget My. Udah punya pacar, masih aja gatal sana sini." Tambah Katrina.


"Padahal kemarin dia kasih foto dia dan pacarnya." Jawab Helmy.


"Caption-nya apaan?" Tanya Katrina.


"Gak ada. Cuma foto doang." Ucap Helmy.


"Ya udah lah gaes. Yang penting gue gak berhubungan sama dia." Kata Nisya.


"Apanya yang enggak. Kalian sesekali berbicara kok. Padahal gue udah bilang, kalau dia ngomong langsung pergi aja." Ucap Helmy dengan kesal.


"Ya itu terjadi tiba tiba gaes. Gue juga mana tahu kalau dia bakal ajak gue ngomong. Gak sopan juga kan, pergi saat orang lagi ngomong." Nisya mencoba membela diri.


"Selalu aja, pas seperti ini, Lo selalu belain Varis. Suka Lo sama dia?" Tanya Katrina.


"Ya enggak lah, tapi gue juga gak mungkin langsung cuekin dia saat ngomong sama gue." Ucap Nisya.


"Benar sih, tapi..... Hah, gak tahu deh, pusing mikirnya." Ucap Katrina.


"Tenang aja kok. Aku juga gak mungkin suka sama dia. Toh dia udah punya pacar. Jadi, biarin aja dia perhatiin gue dan coba ngomong sama gue, yang penting gue gak terpengaruh." Jelas Nisya.

__ADS_1


"Ya udah deh. Intinya tetap jaga diri ya Nis. Jangan termakan pesona tuh anak. Emang ganteng sih, tapi kami gak suka." Jawab Helmy.


"Setuju My." Timpa Katrina.



Di perjalanan, setelah mengantar Katrina di rumahnya, Nisya menjalankan motornya pelan, karena ban motornya kempes.



Dia mencoba mencari bengkel yang buka, namun dia tidak menemukannya daritadi.



"Huh..... Gak sekalian hujan gitu, supaya penderitaan gue lengkap." Gerutunya.




Tiba tiba dari arah belakang sebuah motor ikut berhenti di belakangnya.


"Kenapa kak?" Tanyanya.



Nisya menoleh kebelakang, dan tampak bingung melihat Varis di belakangnya.


\*Sejak kapan ni anak datang? Kok gak terasa.\* Ucapnya dalam hati.


__ADS_1


"Motor gue..., maksudnya saya bocor." Jawabnya.



"Jalan aja kak, entar lagi ada bengkel di depan sana." Varis memberi saran.



"Ntar lagi. Ini ban udah mulai keluar dari besinya. Kalau di paksa ntar malah tambah rusak." Jawab Nisya.



"Gak apa apa kak. Entar lagi nyampai kok. Saya temani deh." Ucapnya lagi.



"Gak usah, gak apa apa. Ntar lagi saya jalan kok." Jawab Nisya.



Setelah itu tidak ada percakapan lagi, namun Varis masih tetap berada di belakangnya. Akhirnya Nisya pun menjalankan motornya menuju bengkel di depan.


\*Hah, kenapa lagi dia ngikutin gue.\* Gerutunya dalam hati.



Sesampainya di bengkel, Nisya turun dari motor dan menyerahkan motornya pada tukang bengkel.


"Makasih sudah bantu. Sekarang kamu bisa pulang." Ucap Nisya.


__ADS_1


"Gak saya antar pulang aja kak?" Tanya Varis.


__ADS_2