Jatuh Cinta Pada Adek Kelas

Jatuh Cinta Pada Adek Kelas
06


__ADS_3

Hari berikutnya, setelah pulang sekolah, Nisya dan Katrina tinggal di sekolah, untuk latihan PMR, sedangkan Helmy pulang duluan.


Sebelum kegiatan PMR dimulai, biasanya seluruh anak kelas 11 dari berbagai jurusan kumpul di kelas mereka. Mereka akan makan dan bersiap siap bersama sama.


Sesampainya di depan teras, mereka memilih tempat yang bagus untuk duduk, lalu duduk secara berkelompok.


Latihan pun di mulai. Pelatih mulai memberikan materi pembelajaran pada mereka. Di sela sela itu, Nisya merasa di perhatikan dari arah samping. Dengan cepat dia menoleh, dan melihat Varis sedang melihatnya. Dia pun kemudian memalingkan wajahnya, dan kembali mendengar materi. Namun, beberapa menit berikutnya, dia masih merasa di perhatikan di arah yang sama. Sekali lagi dia melihat, dan benar saja, mata mereka kembali bertemu.


*Apaan sih? Bukannya dengar materi, malah sibuk lihat gue. Emang ada yang aneh ya di wajah gue?* Ucapnya dalam hati.


"Kat, di wajah gue ada sesuatu gak?" tanyanya sambil berbisik.


"Wah.... Gak ada Nis, wajah Lo datar!" Ucapnya dengan nada yang bisa membuat orang panik.


"Gue serius Kat, karena dari tadi tuh anak di sebelah nengok gue." Jawabnya.


Seketika Katrina melihat kearah Varis dengan tatapan tidak senang. Setelah itu, Varis pun tidak memperhatikan kearah mereka lagi.


"Udah, dia gak lihat lagi."


"Lo lihat dia kayak orang yang benci banget. Emang Lo punya masalah apa sama dia?"

__ADS_1


"Gak sih, gue cuma gak suka aja sama dia. Kalau udah punya pacar, gak usah sok tebar pesona deh." Jelasnya panjang lebar.


"Setuju setuju."


Latihan PMR berakhir, seluruh anggota PMR menuju parkiran untuk mengambil kendaraan mereka. Parkiran tampak sepi, sehingga Nisya langsung mengambil motornya tanpa menunggu sepi. Katrina menunggu di dekat pagar, karena malas buat jalan menuju keparkiran.


Nisya menuju kearah motornya dan menaikinya. Dia tidak langsung menyalakan motor, karena dia merapikan rambutnya dulu. Karena terlalu fokus merapikan rambut, dia pun tidak menyadari kehadiran seseorang disampingnya.


"Permisi kak" Ucap anak laki laki tersebut.


Nisya menoleh, dan sedikit kaget.


"Iya iya, ambil aja, gak apa apa." Jawab anak Nisya.


Nisya pun kembali merapikan rambut. Setelah merasa sudah rapi, dia hendak menyalakan motornya. Namun, matanya tertuju kepada anak yang tadi ingin mengambil motor.


"Kenapa dek?" Tanyanya.


"Gak mau hidup kak." Jawabnya.


"Kasih standar dua aja dek, trus engkol." Ucap Nisya.

__ADS_1


"Iya kak." Jawab anak tersebut.


Lama Nisya menunggu, motor anak tersebut tak kunjung hidup. Dia sebenarnya ingin langsung pergi, tapi wajah anak tersebut seperti meminta bantuan. Namun, Nisya juga tidak bisa dalam hal mengengkol motor. Akhirnya, dia hanya menunggu saja.


"Kok lama Di?" Tiba tiba sebuah suara dari arah belakang membuyarkan fokus Nisya. Dia pun menoleh, dan mendapati Varis sedang berdiri sambil menenteng jaket miliknya.


"Gak bisa Ris, harus di engkol." Jawab anak tersebut.


Namun, bukannya melihat temannya, Varis malah melihat Nisya. Nisya yang terus di perhatikan dari awal Varis datang pun merasa tidak nyaman.


"Teman kamu udah ada kan dek, aku duluan ya?" Ucap Nisya.


"Iya kak. Makasih udah bantu ya kak."


"Duluan ya dek." Kata Nisya, lalu menghidupkan motornya. Dia segara menjalankannya, dan menjemput Katrina di dekat pagar.


"Kok lama banget si Nis? Capek aku nunggu" Ucapnya sedikit kesal.


"Ada kejadian tadi. Tapi nanti aja aku ceritain kalau kita Vc an. Biar Helmy juga tahu." Jawab Nisya.


"Ya, udah, yok pulang." Katrina menaiki motor, dan Nisya mulai menjalankan motornya.

__ADS_1


__ADS_2