
Maya POV
Aku masih nggak habis pikir, dengan ayah dan ibuku, ''apa mereka nggak mikir apa,,,? ''Gimana dengan hati dan perasaan aku sebagai anak gadisnya, seolah olah aku ini udah nggak laku laku, karena udah ketuaan, padahal kan Aku masih muda loh, baru juga 22, heran gua sama pemikiran keduanya.
Jujur, Aku agak kecewa, dengan pola pikir ayah dan ibuku, tapi mau gimana lagi, nama nya juga orang tua, pasti pengen anak gadisnya cepat di kawinin, ''eh, maaf maksudnya cepat dinikahin, biar cepat di kawinin, begono maksudnya, tapi kan harus lihat sikon dong, masak anak nya belum mau, tapi mak nye maksa, kan nggak etis banget.
''Huuh... jadi orang tua kok tega amat yak... ? ''apes apes apes, ''kalaupun ada kesempatan tuk berfikir, ujung ujungnya, aku juga yang di salahin, banyak pilihlah, nggak mikir orang tua lah nggak kasian nasib orang tua lah, alaaaah banyak deh pokoknya, yang adanya ntar, aku yang tambah pusing sendiri.
"Sebenarnya, rasa untuk menikah itu ada sih, tapi aku pengennya, tunggu kuliah aku selesai, bukan nya sekarang.
''Ah, entahlah, pusing aku kalau di pikirin, biar dah semuanya, terserah mereka, lagian nggak guna juga dengan pendapat nya aku. Maya menggerutu didalam hatinya.
''Maya, "tiba tiba, suara ibu kudengar memanggilku, apa lagi tu nyobes, pasti ada sesuatu hal lagi.
"Iya Buk, ada apa ? Tanyaku pada ibuku, ''dari tadi kok bikin aku mumet, suka kesel sih jadi nya, batin Maya.
"Ada nak Bambang, baru aja datang, kelihatannya rindu sama kamu, buruan.
"ditunggunya, jawab ibu nya Maya sambil meledek anak gadisnya.
''Beuh... itu lagi si Om Om, pake acara datang lagi, nggak tau apa, kalau aku tuh gedeg ama dia, aku kan lagi males banget ketemu sama dia, pake acara datang pulak. batin Maya.
''ibuk, udah deh jangan lebay deh,
Jawab Maya dari dalam kamar.
Maya Ngedumel sendiri di kamarnya,
sambil menghadap cermin, takutnya ada belek belepotan dimata, ntar Bambang jijey lagi melihat nya.
''hehehe, merasa lucu sendiri, jadi pengen ketawa, tapi aku kan lagi kesel, ngapain juga aku ketawa, au ah pusing.
''Mayaaa... kok lama banget sih, kasian nak Bambang tu, sendirian nunggu kamu.
''Yaa buk bentar, aku lagi siap siap dulu, Jawab Maya, ''aku kenapa sih ? kok pake acara siap siap, bukan nya aku nggak suka kalau dia datang? ''Maya bingung dengan perasaan nya, aduuuhhh..
"Maya menjitak Jidatnya sendiri, nanti aku ngomong apa ya sama dia ?''aku tuh, lagi nggak bisa mikir deh sekarang,
''kok otak aku jadi buntu gini sih ?
Maya kepikiran sendiri, dengan ulah begok beberapa minggu yang lalu, dasar begok ni gua.
''Ayo dong Maya, berfikiiir, berfikir, berfikir, Maya seperti orang gila, ngomong sendiri, dengan nafas yang tak beraturan.
Akhir nya dia menarik nafas panjang, lalu mengeluarkan nya dengan perlahan, lalu dia mengulang lagi,dengan menarik nafas panjang, dan mengeluarkan nya dengan perlahan, sampai tiga kali, berturut-turut, dan akhirnya ?
Maya keluar dari kamarnya, dengan rasa yang nggak karuan, dia keliatan banget, kalau lagi gugup, soalnya dia belum pernah sebelumnya merasakan tekanan mental sampe separah ini, tepis kan kegugupanku, tenang tenang... Maya mengusap dada sambil melangkah keluar.
"Maya memang sengaja, pura pura nggak kelihatan gugup di depan lelaki, apa lagi keliatan takut, karena iya nggak mau memberikan kesempatan untuk lelaki memanfaatkan rasa ketakutan dan kegugupannya, makanya iya sengaja pura pura kelihatan berani.
Tapi berbeda dengan kali ini, iya kelihatan sekali gugup, dengan membawa minum, yang sudah di buatkan oleh ibunya, Maya menghampiri Bambang, dengan sedikit senyum, membuat Bambang mengembangkan senyum maniknya juga.
''Ini Mas, tehnya diminum, Maya meletakkan teh nya di depan Bambang.
Pisang goreng + Teh hangat, menambah kehangatan suasana di sore itu.
''Eem, kamu pulang kemaren sore ya ?
"Tanya Bambang pada Maya.
''Iya mas, "Jawab Maya.
__ADS_1
Nih, ''capeknya masih berasa, sampe sekarang, pegal-pegal, mungkin karena
perjalanan yang sangat panjang. ''
Maya, enggan menatap wajahnya Bambang, hanya sesekali meliriknya.
"Kamu kenapa ? ''Mas perhatikan, sepertinya kamu nggak mau menatap wajah mas, kenapa ?
''Aduh, "Gila nih cowok, Perhatian amat sama gue, sampe mata gue aja di perhatikan, kan banyak pamandangan lain, kenapa harus mandang Maya gue,
gedek gue jadinya. Maya menggerutu kesal dalam hati.
''Maya, kok kamu diam ? "kamu nggak suka, mas main kesini ? Tanya Bambang karena iya merasa di diamkan oleh wanita penghuni tikungan 3 ini.
''Nggak kok mas, biasa aja.
Maya seolah menyembunyikan kekesalan nya pada Bambang, dia menjawab dengan sedikit senyuman, tapi manisnya nggak ketulungan hehehe, itu menurut versi Bambang.
"Huh, padahal emang Iya,baku nggak suka dia kemari, gara gara dia aku kena desakan suruh kawin, maksudnya didesak suruh nikah.
umpat Maya dalam hatinya.
Walaupun iya kesal, tapi tetap aja,
Maya selalu menampilkan kesan yang apik, sehingga tidak membuat orang lain di dekat nya, merasa tersinggung.
''Oh ya Maya, Mas ingin melanjutkan, rencana yang mas bilang ke kamu, beberapa hari yang lalu, mas hanya ingin memastikan bahwa, kamu sudah membicarakan nya, pada ayah dan ibu kamu, atau belum kamu bicarakan ?
Tanya Bambang dengan serius.
''Iya mas, "sudah saya bilang.
Jawab Maya pelan.
"Apakah mereka, mau menerima mas jadi menantunya, atau mereka menolak?
Tanya Bambang dengan penuh keseriusan. tapi pura pura.
Padahal dia sudah tau, ayah dan ibu Maya sudah menyetujui hubungan mereka, dan bahkan sudah merestui jika langsung menuju ke pelaminan.
Cuma Bambang, ingin jawaban nya, di jawab langsung oleh Maya, karena dia merasakan keraguan dari diri Maya. makanya iya, Pura-pura bertanya lagi pada Maya.
Tiba-tiba Maya protes pada Bambang.
"pertanyaannya bertubi-tubi amat, kayak jadi tersangka kesannya.
Jawab Maya.
''Pusing mau jawab yang mana dulu, kesel Maya, gara gara jawaban Maya yang ketus, membuat Bambang jadi malu sambil mengerutkan dahinya.
''Padahal, Maya sudah tau, kalau semuanya sudah dirancang sedemikian rupa, biar terkesan berharap. pikir nya aku bodoh apa, dengan gerak gerik mereka, ''hmmm... buaya di kadalin.
''Satu satu ya mas, jawabannya.
Jawab Maya.
''mau jawab jujur ? ''atau pura-pura ?
Maya balik tanya.
''Tentu saja yang jujur dong.
__ADS_1
Jawab Bambang.
''Kalau gitu, dengerin baik baik !''
"Mereka menjawab,, "terserah aku.
"Tanggapan mereka baik, sepertinya ok
Jawaban singkat, tepat, dan padat.
"Nenerima Mas jadi menantu ?
Tanya Bambang pura pura.
''Yah, tentu saja mereka menerima Mas jadi menantu mereka, secara tau sendiri kan ?'' Udah kerja sama yang baik, cicit Maya.
''Alhamdulillah, eh ngomong apa tadi ?Rupanya Bambang mendengar kata terakhir Maya.
''Nggak ngomong apa apa kok, salah dengar kali.
''Oh, makasih ya Maya, udah mau nerima lamaran Mas. Jawab Bambang.
''Eh eh eh eh, tunggu dulu Mas, itukan jawaban dari kedua orang tuaku, ayah sama ibuk, bukan dari aku.
Tegor Maya.
''Tapi kamu, belum tau kan, jawabannya aku ? Tanya Maya. Dengan wajahnya yang sewot.
''oh iya ya, Bambang baru menyadari itu, kamu benar Maya, aku belum tau, Jawaban dari kamu, sekarang aku Tanya sama kamu,
''Maya, kamu mau kan jadi istri aku ?
Tiba tiba, Bambang bertanya pada Maya.
"Sontak saja, membuat Maya keringat dingin, dengan pertanyaan Bambang,
barusan, ''Emm, memangnya harus di Jawab ya Mas ? Tanya Maya.
''Iya dong.... "Jawab Bambang
''Okey, "Aku akan menjawabnya.
''Yah, aku mau jadi istri kamu Mas.
Cukup kan jawabannya ? Tanya Maya.
Jawaban Maya, membuat Bambang bingung dengan gaya bicara Maya, seperti main main Dan tidak serius.
Padahal, Bambang nggak tau bagaimana isi hatinya Maya.
Maya menjawab dengan penuh keyakinan, walaupun iya sadar,
kalau itu bukan karena iya cinta,
tapi itu karena iya hanya ingin, menyenangkan hati kedua orang tuanya saja, yah... Demi kedua orang tuanya.
next
Gimana nih, mana jejaknya...
Like, vote Dan Komen nya, biar semangat atuh, up nya...
__ADS_1
Dan makasih yang udah mampir disini, Aku menyayangi kalian.''