Jatuh Hati Ke Security

Jatuh Hati Ke Security
Aku tersinggung dengan ucapan nya...


__ADS_3

Aku ketawa mendengar Jawaban istriku barusan, memang istriku ini ada ada aja jawaban yang bikin aku pengen ketawa kalau lagi berduaan pas lagi cerita cerita tentang masa depan. Semua terasa lebih indah dan tenang kalau lagi ada didekat nya, kadang saat aku capek menghadapi berbagai macam masalah ditempat ku bekerja, serasa hilang rasanya saat aku pulang ke rumah.


Semua terasa lebih rileks, ketika aku melihat senyum diwajahnya, apalagi istriku ini sangat pandai membuat suasana yang tadinya beku menjadi cair kembali, tak heran jika istriku banyak sekali digemari oleh teman temannya, bahkan kata teman temannya nggak ada Maya nggak rame. Nggak salah memang, karena istriku emang wanita yang tiada duanya, selain cantik istriku juga berhati baik. Jadi wajar dong, jika aku sangat mencintai nya, hehehe...


#######......


Maya mencium punggung tangan suaminya, iya pamit karena akan segara berangkat ke sekolah, Bambang mencium kening istrinya, dan tak lupa untuk mencium bibir istrinya, tapi belum sempat bibirnya mendekat, tangan Maya sudah menghalangi bibirnya duluan, dan itu membuat Bambang merasa kecewa.


''Kenapa emang, Nggak boleh cium bibir ?'' Tanya Bambang heran, karena biasanya, slow aja dicium bibir, malah semangat lagi balik nyium. kesel Bambang jadinya.


''Untuk kali ini maaf ya Mas, kamu nggak boleh cium bibir aku, soalnya aku baru uji coba lip baru, takut rusak warnanya kalau kamu cium.


Jawab Maya pada suaminya.


''Apa bedanya lip lama sama lip baru ?''


Tanya Bambang heran.


''Ooo, tentu ada dong, kalau lip lama harganya lebih murah, kalau lip yang ini harganya lebih mahal, jadi kalau belum ada izin cium, ya nggak boleh di cium !''


Are you understand ?'' kwkwkw...


''Udah ya Mas, aku mo pergi dulu, takut telat. Maya berangkat menggunakan motor suaminya, karena motor nya baru aja di cuci sayang kalau kotor, soalnya jalanan agak becek.


''Sayang, kamu pake motornya Mas ?'' Tanya Bambang pada istrinya.


''Iya Mas, soalnya motor kamu kan belum dicuci, jadi nggak masalah kan kalau di bawa jalan becek. kalau motor aku kan habis dicuci, kalau di bawa kejalan becek, takutnya kotor lagi. ''Kan kasian kamu nya yang capek, harus nyuci motor terus.


''Terus Mas mau kerja gimana ?''


Tanya Bambang pada istrinya.


''Jalan kaki aja, biar perutnya nggak buncit lagi, kwkwkw...


Jawab Maya sambil melajukan motornya.


Bambang menggeleng kan kepala nya, melihat tingkah laku istri nya, pasti ada aja jawaban yang membuatnya jadi bengong untuk menjawab.


########

__ADS_1


Setelah melewati jalanan yang cukup panjang, akhirnya Maya sampai di sekolah nya, ternyata sudah datang lebih dulu beberapa siswi siswinya, salah satu nya Yuli, siswi yang paling dekat dengan nya.


''Ibuk,,,, 😃😃😃😃


Sapa Yuli pada Maya, sambil tersenyum.


''Ya Yuli, ''Kamu udah datang, ini kantor siapa yang bukanya tadi ?'' Tanya Maya pada siswinya, karena iya melihat kantor udah dibuka.


''Pak Samsul buk, yang buka.


Jawab indah salah satu siswinya.


''Ooo, ya udah deh, ibu masuk kantor dulu ya, oh ya jangan lupa, lokal kalian, dibersihkan dulu, biar nggak kotor, pas lagi belajar.


''Iya buk, jawab Yuli. ''Tadi udah kami sapu, emang hari ini kami yang piket kok buk, makanya kami datang nya pagi.


''Ooo, baguslah kalau gitu, ''Yul, kamu ikut ibuk sebentar, ibu mau minta tolong sama kamu. sekalian ajak juga siti.


''Siap bosss... !'' Jawab Yuli, sambil mengangkat 5 jari kekeningnya sebelah kanan, pertanda siap melaksanakan perintah apapun.


Sesampainya dikantor, Maya langsung menuju ke meja kerjanya. dan Yuli mengikuti nya dengan ditemani oleh siti.


''Ini uangnya, kembaliannya buat kalian berdua.


''Oke siap buk, !'' Ada lagi buk, ?'' Tanya Yuli pada buk gurunya yang cantik ini.


''Nggak, cuma itu aja, makasih ya yulsit.


Tak lama kemudian, datang lah beberapa orang guru yang lain.


''Udah duluan ya, tanya bang Hamdi pada Maya.


''Iya bang, tumben lo telat bang, biasanya udah duluan datang, '' Tanya Maya sama bang Hamdi, salah satu guru laki laki yang pandai bergosip.


''Boleh lah sesekali telat, masak lo terus yang telat, giliran abang pula yang telat.


Jawab Bang Hamdi sambil tersenyum.


''Yeee, baru juga dua kali telat, udah di ingat terus, lagian bukan disengaja kok, cuma karena bangunnya kesiangan, gara gara kejar setoran buat ayang beb.

__ADS_1


jawab Maya agak sewot.


''Itu Sih sengaja neng, bukan nggak sengaja, setoran terus jadi nggak juga.


Jawab bang Hamdi sambil ngejek.


''Biarin, yang penting hati seneng, wek.


Maya menjawab kesal mendengar ucapan bang Hamdi barusan. Bang Hamdi ketawa melihat Maya.


Tak lama kemudian datang lagi buk Diana guru piqih, apalagi yang satu ini, omongan nya kadang suka pedes banget, melebihi pedesnya bon cabe, kadang suka kayak petasan, meledak ledak nggak karuan.


''Kenapa Bang, dengan wanita satu ini, ?'' Apa ada sesuatu ?'' Tanya nya sengaja pada Bang Hamdi, untuk meledek ku.


''Hmmm, nyambung aja ni nyi kereh.


cicit Maya.


''Ini buk Diana, si Maya nih, setoran terus tapi nggak jadi jadi. Jawab Bang Hamdi sambil melirik kearah ku.


''Oooo, wajar lah nggak jadi jadi, karena lahannya gersang, terus bibitnya nggak unggul, soalnya bibit oplosan Bang, !''


Jawaban yang begitu menusuk.


aku kaget mendengar jawaban dari buk Diana, omongan nya benar benar bikin aku tersinggung, harusnya sebelum bicara dipikir dulu, jangan langsung nyerocos, jujur aku nggak nyangka kalau pagi ini, aku dapat ejekan yang luar biasa pedasnya, nggak wajar rasanya, ngomong seperti itu didepan banyak orang, ingin rasanya aku merobek mulutnya itu, tapi aku nggak mungkin bisa melakukan nya, karena mulutnya bukan lah kertas yang gampang untuk dirobek, dasar nggak punya perasaan, pikir ku.


''Kalau ngomong itu, kudu di saring dulu buk, jangan langsung nyembur. jawabku sambil langsung berdiri dari tempat duduk ku, aku males rasanya untuk melihat wajahnya, bikin aku naik darah saja, emangnya dia Tuhan, yang serba tau bibit bibit manusia, mana yang unggul mana yang oplosan. Dasar wanita sinting.


Bang Hamdi langsung memanggil ku, ketika ia melihat aku berdiri meninggal kan kantor.


''Woyy buk Maya, kok pergi sih, duduk aja sini, kan jam nya masih lama. kita ngobrol aja dulu.


Aku diam saja, tampa menghiraukan ucapan nya, hatiku sudah terlanjur sakit, karena mendengar ucapan buk Diana tadi. Mungkin dikira nya aku nggak tersinggung dengan ucapan nya, tapi dia salah, hatiku sangat tersinggung dengan ucapan nya. Jujur sih, entah kenapa, kalau bergurau soal anak, emang aku akhir akhir ini agak sensitif, aku suka sedih kalau pembahasannya masalah anak, aku nggak tau juga kenapa bisa begitu, padahal sebelum nya aku terkesan cuek kalau soal anak, karena memang belum terlalu kepikiran, tapi akhir akhir ini, rasanya sulit tuk ku ungkapkan. ''


Next,,,


Terima kasih semuanya, yang sudah mau mampir disini, aku do'a kan semoga kalian semuanya sehat wal afiat, sehingga lebih rajin untuk memberikan like vote dan komennya.


aku menyayangi kalian semuanya...

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘🥰🥰🥰😍😍😍😍


__ADS_2