Jatuh Hati Ke Security

Jatuh Hati Ke Security
Alhamdulillah,,,,,


__ADS_3

Maya langsung di bawa kedalam ruang bersalin, dan di bantu oleh beberapa perawat dan seorang Dokter.


"Aduh sakit banget Dok, aduh ini gimana ini dok sakit banget,,," Maya meringis kesakitan.


"Iya buk, emang begitu, setiap ibu yang mau melahirkan, akan mengalami hal semacam itu, jadi ibuk jangan khawatir, lebih baik sekarang, ibuk banyak banyak berdoa, dan juga ibu harus bersabar, semua akan baik baik saja, harus semangat ibuk, biar proses persalinannya lancar dan aman,,," Dokter memberikan semangat pada Maya, agar lebih bersabar, dan berdo'a semoga persalinannya lancar, dan bayinya lahir dengan selamat.


"Tapi ini sakit sekali dok, apa nggak bisa di cepetin ini dok, saya sudah tidak kuat lagi menahan nya, sakit sekali perut saya dokter,,, Mas, aku udah nggak kuat, ini sakit banget,,,"


Maya meraih tangan suaminya.


"Sabar ya sayang, kamu harus kuat ini demi bayi kita,,," Bambang mencoba memberi semangat pada istrinya.


Tak beberapa lama kemudian, tiba tiba dokter mengatakan,,,


"Ayo ibuk, ini kepalanya udah mulai nampak, ayo ibuk semangat..."


Seketika Maya dan Bambang merasa tergugu tak menentu dan merasa kaget, dan selanjutnya...


"Tarik nafasnya dalam buk, lalu keluarkan...." Dokter menyaran kan pada Maya untuk tarik nafas dalam dalam, lalu hembuskan, begitu seterusnya.


Namun anehnya Bambang juga ikut ikutan menarik nafas dalam dalam, sesuai anjuran dokter pada istrinya,,,

__ADS_1


"Bukan bapaknya yang narik nafas dalam dalam pak, tapi ibunya.." Dokter ingin ketawa melihat reaksi Bambang yang gagu ketika Dokter menyadarkannya.


"Oh, maaf dokter, saya ikut ikutan istri saya,," Jawab Bambang malu.


Dokter hanya tersenyum saja, lalu dokter tersebut menyuruh Maya lagi untuk mengikuti kata katanya.


Sebenarnya walaupun Maya merasakan sensasi sakit yang luar biasa, namun iya juga merasa lucu melihat suaminya, namun hal itu tidak berangsur lama, karena rasa sakit yang iya rasakan, membuat iya melupakan kelucuan suaminya...


''Maaassss, sakit mas...''


Maya menarik leher suaminya, hingga tak sadar jika leher suaminya terkena cakaran kukunya.


Maya mengikuti apa yang di perintahkan oleh dokter.


''huh huh huhhh''...


"Tarik nafas ibuk, lalu keluarkan,,"


"Ayo ibuk, ayo buk semangat, tarik nafas lagi, ayo buk lagi dikit lagi buk, ayo buk,,,"


"Aaaaaaaaackh....."

__ADS_1


'Iya buk, ayo buk,,,"


Dan akhirnya....


"Oeeekkkk,,,oweeeekkk,,,,,"


"Alhamdulillahirobbil "alamiiin..." Seketika Bambang meneteskan air mata, ketika mendengar suara tangisan pertama bayinya, iya pun langsung sujud syukur, sebagai rasa terima kasihnya atas kelahiran anak pertamanya, lalu iya bangun dan mencium kening istrinya.


"Alhamdulillah sayang, bayi kita telah lahir, terima kasih sayang,,," Berkali kali Bambang mencium kening istrinya.


Maya hanya bisa tersenyum sambil meneteskan air matanya...


"Selamat ya pak buk, bayinya laki laki, sehat dan tiada kurang suatu apapun"


Dokter lalu memberikan bayi tersebut kepada Maya untuk mendapatkan Asi pertamanya, kemudian dokter menyuruh perawat untuk membantu Maya untuk memberikan ASI, dan dokter itupun keluar dari ruangan bersalin, dan menuju keruangan nya, namun sebelum menuju ruangannya, tak lupa dokter berhenti di dekat keluarga Maya yang sedang menanti kabar baik, seketika para keluarga Maya berdiri dan berjalan menuju dokter.


"Selamat ya buk, cucu ibu lahir dengan selamat dan berjenis kelamin laki laki..."


"Alhamdulillah..." Jawab orang orang yang ada di situ berbarengan. Tiada suatu hal yang lebih menggembirakan hati mereka, selain kabar kalau bayinya maya lahir dengan selamat dan sehat, dan ibunya juga selamat.


++++++++++++

__ADS_1


__ADS_2