Jatuh Hati Ke Security

Jatuh Hati Ke Security
Mas,,,"Kamu nggak mandi ya,,,?


__ADS_3

Karena kondisinya lagi lemah untuk meledek suaminya, akhirnya Maya hanya menahan nya dalam hati saja untuk meledek suaminya. Ternyata walaupun tubuh suaminya gendut, tetapi masih kuat untuk menggendong Maya, "Ah ternyata nggak sia sia punya suami si kentung.


Bambang Pov


Pagi itu aku membawa istriku kerumah ibu mertuaku, karena nggak tega rasanya melihat kondisi istriku yang kelihatan sangat lemah dan wajahnya pun terlihat sangat pucat. Kekhawatiran ku makin bertambah, ketika Maya  istriku nggak mau makan sama sekali, dan istriku terus saja ingin muntah ketika melihat makanan yang aku bawakan padanya, bahkan istriku sangat kesal dan marah padaku, saat aku membawakan nasi dengan lauknya sambel granat alias sambel telur bulet, aku sampai heran sama istriku, padahal biasanya iya paling suka dengan yang namanya sambel telor bulet, apalagi telor bulet aku, kwkwkw....


Tapi kali ini, sungguh diluar dugaan ku, aku pikir iya senang, eh malah sebaliknya.


Sempat bingung juga sih akunya harus bagaimana, nggak tau apa yang mesti aku lakukan, akhirnya aku berinisiatif untuk membawa istriku kerumah ibu mertuaku, mungkin ibu lebih tau apa yang terbaik buat istriku, mengingat pengalamannya sebagai seorang ibu, tentu sudah tidak bisa diragukan lagi, dan tentu saja iya paling tau apa yang terbaik buat anaknya.


Kalau di bilang aku suami yang kurang pandai dalam mengurus istri,,,? No no,,,itu salah besar, karena aku tau apa yang terbaik buat istriku, tapi kali ini kasusnya beda kayak biasanya, makanya aku agak rada bingung mau bagaimana, terus terang selama menikah, istriku sama sekali tidak pernah mengeluh sakit, istriku selalu kelihatan sehat dan tak pernah membuatku khawatir, palingan cuma sakit kepala doang, itu pun nggak terlalu mengkhawatirkan, minum obat kemudian sakit kepalanya sembuh.


Sesampai di rumah mertua, aku lalu memapah istriku masuk kedalam rumah, ibu mertuaku kaget karena melihat kondisi istriku yang sangat lemah dan pucat, aku langsung membawa istriku masuk kedalam kamar kami dulu, sebelum pindah ke Mes tempat aku bekerja, nggak ada yang berubah dari kamar ini, hanya saja agak sedikit lengang, karena sebagian isi kamar udah di bawa ke mes tempat tinggal kami sekarang.


"Kenapa dengan Maya nak,,,? Tanya Buk Hani pada Bambang.


"Nggak tau buk, dari semalam iya selalu saja ingin muntah, badannya keringat dingin, aku nggak tau buk apa penyebabnya, makanya aku bawa iya kemari." Jawab Bambang pada ibu mertuanya.


"Apa ada yang aneh dengan sikapnya,,,? Tanya Buk Hani pada Bambang, iya sepertinya mengerti apa yang sedang dialami oleh putrinya saat ini.

__ADS_1


''Ada sih buk, nggak biasanya Maya membenci telor bulet rebus di sambal, biasanya iya paling suka kalau sama yang namanya telor bulet." Terang Bambang pada ibu mertuanya.


"Ooo,,," Jawab Buk hani singkat. Sepertinya tebakannya nggak salah lagi, jangan jangan anaknya sekarang sedang mengandung, batin buk hani. Bambang kelihatan sangat khawatir pada istrinya membuat buk hani senyum senyum sendiri, kemudian iya mendekati putrinya yang sedang terbaring lemas dikamar nya.


"Nak, kamu makan ya, kamu pasti laper karena habis muntah muntah dari semalam...!" Buk hani mencoba membujuk anaknya untuk makan, biar kondisinya bisa membaik, Maya kelihatan pucat mungkin karena terlalu sering muntah, dan itu membuat kondisinya sangat lemah.


Maya mengangguk menandakan iya menyetujui apa yang disarankan ibunya, memang perut nya sekarang terasa laper, makanya iya menyetujui ketika ibunya menawarkan makan pada nya, tapi iya tak mau yang berminyak minyak, iya ingin makan makanan tampa minyak dan tampa aroma bawang goreng.


"Iya buk, tapi bikin kan sambel terasi ya buk pakai cabai rawit, nggak usah digoreng, sambel matah saja."


Maya mau makan, tapi sebelum makan iya minta di bikinkan sama ibunya sambel terasi pakai cabai rawit.


Buk hani kaget ketika Maya menginginkan sambel terasi pakai cabai rawit matah lagi, kebayangkan bagaimana pedesnya, bisa bisa jontor tu bibir Maya, pikir Buk hani.


"Aku mau makan, tapi cuma pakai sambel itu buk, kalau ibuk  gak mau bikin ya sudah, nanti aku bikin sendiri." Jawab Maya yang merasa sedih, karena keinginannya saat itu seperti di tolak oleh ibunya. Padahal bukan itu masalahnya, ibunya nggak mau nanti anaknya sakit perut, karena nggak biasanya putrinya makan sambel cabai rawit.


"Bukan itu maksud nya sayang, tapi kalau kamu mau juga, ya sudah ibuk bikinkan ya." Jawab buk Hani pada anaknya.


"Kenapa dengan Maya buk,,,?" Tanya Bambang lalu mendekati Ibu mertuanya.

__ADS_1


"Itu istri kamu, masak mau makan tapi maunya hanya pakai sambel terasi pakai cabe rawit lagi, yah mau nggak mau ibuk bikinkan.!" Jawab Buk Hani pada menantunya.


Bambang hanya melongo, mendengar apa yang barusan ibu mertuanya katakan, apa enaknya makan sambel terasi pakai cabai rawit, enak kagak pedes iya, emmm ngebayangin nya aja ngeri banget. pikir Bambang


"Ya sudah nak, Ibu mau bikinkan sambel dulu, kamu ke kamar aja jaga Maya, barang kali iya butuh sesuatu. Buk hani menyarankan Bambang untuk menemani Maya yang berada di dalam kamar.


"Iya buk, aku ke sana dulu.!" Jawab Bambang singkat. Kemudian Bambang masuk kedalam kamar, dan mendapati istrinya yang lagi baring menghadap kedinding.


"Sayang, apa kamu udah agak mendingan sekarang....?" Tanya Bambang pada istrinya.


"Iya,,," Jawab Maya tampa membalikkan badannya menghadap ke Bambang, iya masih menghadap kedinding.


"Mas, kamu nggak mandi ya tadi,,,?" Tanya Maya pada suaminya tampa menoleh, sepertinya iya mencium aroma yang nggak asing lagi di hidungnya.


"Nggak sempat yank, tadi buru buru bawa kamu kesini. !" Jawab Bambang jujur, lalu Bambang mencium lengan baju yang lagi dikenakkan nya..."Hum,,,! Perasaan ada bau aneh deh di lengan baju aku, ya ampun ini sepertinya bau iler deh, apa tadi aku lupa ganti baju ya, Hmmmm pantes aja si eneng, tau aja kalau ada aroma sesuatu yang aneh. pikir Bambang.


"Buruan Mas mandi sana, aku nggak tahan nih, mau muntah lagi nih...!" Maya mendorong Bambang dari kasurnya, karena iya nggak tahan lagi ingin bangun dan mau muntah....


Hampir saja Bambang jatuh dari kasur, dan untung saja Bambang cepat cepat bangun, kalau tidak maka iya akan jatuh tertumus kelantai, "Dasar wanita zaman sekarang, paling suka deh melihat laki laki jatuh bangun. Batin Bambang.

__ADS_1


Next....


Makasih ya yang udah mampir disini, semoga kalian sehat selalu, dan jangan lupa untuk selalu memberikan Like Vote dan komennya, biar semangat atuh,,,hehehe...


__ADS_2