
Sebagai calon ibu, apalagi ini merupakan kali pertama Maya akan menjalani proses persalinan, tentu ada banyak sekali rasa bingung mengenai persiapan melahirkan, padahal iya sudah memasuki trimester ketiga, dan tinggal menunggu hari bahkan tinggal menunggu waktu, dan itu bisa saja terjadi 3 hari ke depan atau besok, bahkan bisa saja nanti malam, dan mengenai hal itu, maka dari itu iya harus siaga selalu, bukan hanya dia, seisi rumah pun sudah siaga semua, seketika waktu itu akan tiba.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Sayang, bangun dong, udah waktu sholat subuh, nanti kamu kesiangan sholat subuh nya." Bambang membangunkan Maya yang masih tidur nyenyak, sebenarnya Bambang nggak tega membangunkan istrinya yang begitu nyenyak tidur, karena iya tau betul semalaman istrinya tak tidur nyenyak karena bolak balik kamar mandi, makanya baru terasa ngantuk banget sekarang, namun kewajiban tetaplah menjadi kewajiban, apapun alasan nya, sholat adalah prioritas utama, yang harus dilaksanakan, tak ada alasan untuk tidak melaksanakan sholat kecuali jika seseorang itu sedang sakit, dan itupun sakit yang bagaimana.
"Iya mas, bentar lagi ya, aku ngantuk banget mas." Maya masih setia dengan bergulung dalam selimutnya, maklum saja semalam hujan ditambah lagi dengan nggak tidur nyenyak semaleman karena bolak balik kamar mandi karena buang air kecil, jadi rasa nya malas banget tuk keluar dari gulungan selimut nya.
''Sayang, kok kamu mau sih di pakein selimut kulit kambing sama ib****lis,,,?" Bambang mencoba membangunkan istrinya lagi, tapi kali ini dengan metode baru supaya terbangun dari tidurnya.
"Katanya, kalau kita malas bangun subuh tuk sholat, ib***lis sengaja menyelimuti badan kita dengan kulit kambing dengan bulu yang tebal, hingga kita makin nyenyak tidurnya, jadi akhirnya sholat subuh nya lewat, yang ruginya siapa...? Dan iblis pun berhasil membuat kita membangkang perintah Allah SWT" Kultum dikit, hehehe...gumam Bambang.
"Nggak usah di jelasin, udah tau juga aku mas.." Jawab Maya dari balik selimut.
"Biarin di pakein kulit kambing, yang penting tidurnya enak, lagian dosanya juga kamu yang ikut nanggung..." Tambah Maya lagi, sambil tersenyum dalam selimut nya.
''Apa ? enak bener jawabnya..''
Bambang melongo mendengar jawaban istrinya dari dalam selimut barusan, rasa kesal dengan jawaban istrinya, dan ingin ketawa juga ada, aneh pikirnya, enak bener ya jadi istri, dosa istri yang buat, tapi suami ikut menanggung, pengen ngebantah tapi takut diomelin ibu bos, bahaya nanti pikirnya, bisa bisa jatah mingguan nya berkurang, apalagi setelah ini, istrinya akan melahirkan, pasti puasa nya lama lagi, mending puasin dulu, menjelang melahirkan.
Bangunin lagi ah, gumam Bambang.
"Sayang, gimana kalau kulit kambingnya bau, banyak eeknya, ih mas sih ogah." Bambang mencoba menggoyangkan pantat istrinya, namun diluar dugaannya, seketika.
__ADS_1
"Proooooooooootttttttt"
"Astaga sayang, kamu kok ngentutin di telapak tangan mas, nggak sopan banget sih, katanya guru tapi kok kelakuannya gitu,,,?" Bambang sedikit jengkel, karena Maya kentut pas di telapak tangannya.
"Hahahaha, itu bonus dipagi hari Mas,,," Maya ketawa ngakak, menyadari kesalahannya, iya pun langsung bangun dari tidurnya.
"Ma'af ya mas, aku mau setoran dulu, hahahaha emang enak..." Maya ngakak ketawa, melihat ekspresi wajah suaminya, habis kena bom atom..
"Untung kamu lagi hamil, dan cantik, kalau nggak,,,? hmmmm habis kamu maya maya..." Gumam Bambang.
''Makanya, kultum nya jangan banyak banyak..'' Jawab Maya sambil berlalu dari hadapan suaminya.
Setelah dari kamar mandi, melewati beberapa ritual wajib, kemudian Maya keluar dari kamar mandi, iya hendak melaksanakan sholat subuh. namun tiba tiba iya merasakan kontraksi hebat, perut nya serasa mules nggak karuan, iya langsung duduk dan memegang perutnya, iya meringis kesakitan. dan Bambang menyadari akan hal itu, iya melihat gelagat aneh dari istrinya, dan iya pun langsung mendekati istrinya.
"Nggak tau mas, kok perut aku sakit banget, kayak nya aku mau melahirkan deh mas,,," Maya merasakan perutnya semakin nggak karuan, sakit melilit.
Bambang menyadari bahwa istrinya akan melahirkan, iya semakin cemas, dan bingung harus bagaimana. Bambang nampaknya bingung.
"Mas, panggilkan ibuk,," Maya menyuruh Bambang memanggil ibunya.
"I iya ya sayang, tunggu sebentar mas panggilkan."
Bambang berdiri, dan berjalan menuju tempat ibu mertuanya berada, lalu iya mencoba memanggil ibunya.
__ADS_1
"Buk, ibuk..." Bambang memanggil ibunya.
"Iya ada apa nak, kenapa ada apa...? kok kamu seperti khawatir gitu...?" Buk hani yang keheranan melihat menantunya, yang tampak cemas, dan terlihat jelas, kalau menantunya itu sangat khawatir.
"A anu buk, kayaknya Maya mau melahirkan deh buk, sekarang iya seperti kesakitan, dan ia dikamar." Jawab Bambang yang terbata bata. Buk hani langsung berjalan menuju kearah kamar tempat anaknya berada.
"Sayaaaang, kenapa dengan kamu nak,,,?" Buk hani kaget, melihat Maya yang nampak terkulai lemah, apalagi setelah iya melihat adanya darah yang mengalir dari paha anaknya.
"Perut aku sakit banget buk,,,"
"Iya sayang, yang sabar ya, kita akan segera kerumah sakit, kayak nya kamu mau melahirkan segera ini, sabar ya sayang..." banyak banyak berdoa, semoga Allah memudahkan proses persalinan kamu nak.
"Buk, sakit banget buk.." Maya meringis kesakitan.
"Iya nak, sabar ya, bentar lagi kita akan kerumah sakit" Jawab buk hani.
"Sebentar ya, ibuk mau menyuruh nak Bambang menyiapkan mobil dulu." Ketika buk Hani mau memanggil Bambang menyuruh menyiapkan mobil, rupanya Bambang sudah mempersiapkan nya.
///////////
Next
Ojo lali... support nya.
__ADS_1
🤭🤭🤭🤭