Jatuh Hati Ke Security

Jatuh Hati Ke Security
Apa gunanya tubuh Mas yang six_pack ini,,,?


__ADS_3

Maya terbangun tepat jam 4 dini hari, entah mengapa perasaan perutnya terasa sangat tak nyaman, rasa ingin muntah tapi tak mau dimuntahkan, membuat tidurnya tak yenyak, sementara suaminya tak sadar akan kegelisahan yang Maya rasakan, Bambang tidur dengan lelapnya, mungkin karena efek dari pijit gretong dari Maya, di tambah lagi dengan capek kerja tadi siang, membuat tidurnya jadi lelap sekali, Maya nggak tega membangunkan suaminya.


Maya buru buru ke kamar mandi, karena perutnya terasa mual sekali, dan tak tahan ingin muntah. Sesampai dikamar mandi Maya langsung mengeluarkan semua yang ada dalam perutnya.


"Uweeeeekkk,,,,,,uweeeeeek,,,,,uweeekkkk,,,


Akhirnya rasa tak nyaman di perutnya dari semalam berhasil iya keluarkan pagi ini. "Ah lega rasanya pikir Maya, walaupun badannya terasa sangat lemas akibat muntah barusan, tapi paling tidak perutnya sekarang  tak mual lagi, baru saja iya sampai dikamar nya, tiba tiba rasa ingin muntah muncul lagi, buru buru lagi Maya beranjak ke kamar mandi, dan akhirnya...


"Uweeeek,,,uweeeeek,,,,Lagi lagi Maya muntah, sampai tak ada lagi yang tersisa diperutnya, dan kali ini membuatnya terasa sulit tuk  berdiri, kakinya terasa lemas sekali. "Ya Allah, kenapa badanku lemas sekali, apa magh ku kambuh lagi, atau aku cuma masuk angin aja ya,,,? Tapi kalaupun Magh aku kambuh, biasanya nggak gini juga rasanya, pikir Maya.


Maya duduk sesaat, karena kakinya terasa lemas, habis itu iya kembali ke kamarnya, rupanya Bambang terbangun dari tidurnya, mungkin karena mendengar Maya yang bolak balik kamar mandi.


"Kamu kenapa sayang, kok baru jam 4 kamu udah bangun, lagian hari ini kan kamu nggak ngajar kan,,?"


Tanya Bambang pada istrinya yang duduk disampingnya.


"Perut aku terasa nggak nyaman Mas, dari tadi aku muntah muntah terus." Jawab Maya pada suaminya.


"Mungkin kamu masuk angin kali yank, sini mas kasih minyak kayu putih, sekalian mas kerokin ya,,,?"


Bambang mengambil minyak kayu putih yang berada di atas nakas lalu menyuruh Maya baring disampingnya.


"Sini sayang, baring disini biar mas gosok minyak kayu putihnya." Maya mengikuti apa yang di saranin suaminya, iya pun membaringkan badannya di samping suaminya duduk, lalu bambang dengan telaten menggosok minyak kayu putih di tubuh istrinya.


"Coba kamu tengkurap, biar Mas gosok di bagian belakang, sekalian mas kerokin ya...?"

__ADS_1


'Nggak usah dikerokin Mas, aku nggak kuat kalau dikerokin, cukup gosokin aja pakai minyak kayu putih, lagian sekarang udah agak mendingan Mas, nggak kayak tadi lagi," Jawab Maya pada suaminya, rupanya Maya nggak mau di kerokin sama suaminya, dari dulu Maya paling anti yang namanya dikerokin, kalau emang sakitnya udah nggak tahan lagi, baru iya mau untuk dikerokin sama ibunya, itupun nggak mau lama lama, soalnya sakit banget katanya.


"Ya udah, kalau emang nggak mau dikerokin, mas gosok minyak kayu putih aja yank." Setelah digosoknya merata, Maya kembali membalikkan badannya yang tadi tengkurap sekarang nelentang, Bambang memperhatikan wajah istrinya yang kelihatan sangat pucet, membuatnya agak sedikit khawatir.


"Yank, wajah kamu pucet banget, kita kedokter aja yuk,,,? Bambang mengajak istrinya untuk ke dokter, karena iya aga khawatir melihat kondisi istrinya.


"Nggak usah Mas, lagian ini udah mendingan kok, nggak terlalu mual lagi." lagi lagi Maya menolak niat baik suaminya.


"Tapi yank, wajah kamu pucet banget sayang, mas khawatir nih.


"Nggak usah khawatir mas, ini cuma masuk angin doang kok, bentar lagi juga sembuh mas, udah sekarang, mending kamu baring aja disini samping aku, lagian mana ada praktek dokter yang buka jam segini mas, kamu ini ada ada aja." Maya nggak ingin suaminya terlalu mengkhawatirkannya.


"Mas, bikinkan kamu teh hangat dulu yank, kamu baring aja ya." Bambang berniat ingin membuatkan teh hangat untuk istrinya, kasian istrinya yang terlihat sangat lemah.


"Iya Mas aku mau kalau dibikinkan teh hangat.'' Ternyata Maya mau dibikinkan teh hangat, barangkali itu bisa menghilangkan rasa mual nya.


"Sayang, ini tehnya, kamu minum dulu ya, biar perut kamu enak." Maya mengikuti apa yang dianjurkan oleh suaminya, kemudian Bambang meniupkan teh dari sendok dan memberikannya pada istrinya, dan Maya pun meminumnya. Maya sangat kagum dengan perhatian yang diberikan oleh suaminya, iya sangat bersyukur memiliki suami seperti Mas Bambang, walaupun tidak memiliki banyak uang harta, tapi suaminya memiliki banyak cinta dan kasih sayang untuknya. dan itu yang membuatnya begitu mencintai Mas Bambang.


"Mas,,,Makasih ya,,,''


"Makasih untuk apa sayang,,,? "Perasaan Mas nggak ngasih apa apa kok." Jawab Bambang yang heran kenapa istrinya berterima kasih padanya.


"Ya, makasih sudah membuatkan Tehnya untuk ku." Jawab Maya, sebenarnya bukan cuma Tehnya yang membuat Maya berterima kasih pada suaminya, tapi terima kasih karena sudah banyak memberikan perhatian, cinta dan kasih sayang padanya.


"Ah, itu cuma secangkir teh aja yank, nggak perlu berterima kasih seperti itu juga, lagian sudah kewajiban Mas kok yank, yang penting kamu kesayangannya Mas baik baik aja, karena kalau kesayangannya Mas ini sakit, nanti mas siapa dong yang memperhatikan Mas,,,!" Iyakan,,,? Bambang mencubit sayang hidung istrinya.

__ADS_1


"Mas, aku mau muntah lagi mas, aku mau ke kamar mandi dulu, " Maya bangun dari tidurnya, dan berjalan menuju kamar mandi, sesampainya dikamar mandi kemudian,,,,?


"Uweeeeeeekkk,,,,,Uweeeeeek,,,,,,


Bambang memijit tengkuk istrinya, kemudian mengambilkan air putih lalu memberikannya pada Maya, karena melihat istrinya yang semakin lemah, Bambang semakin cemas dan khawatir akan kondisi istrinya.


"Mas, kenapa perut aku mual sekali ya Mas,,?" Tanya Maya pada suaminya.


"Kita nanti pulang kerumah ibuk aja ya yank, Mas Khawatir kalau kamu seperti ini, sekalian kita ke dokter." Bambang nggak tega melihat kondisi istrinya, iya berniat untuk membawa istrinya kerumah mertuanya, barang kali kondisi Maya akan membaik ketika dekat ibunya, namanya juga orang tua, pasti beliau tau apa yang terbaik untuk anaknya, iya cuma bisa berharap, semoga istrinya nggak kenapa napa.


Maya hanya mengangguk menandakan setuju atas saran dari suaminya. kemudian Bambang menggendong istrinya menuju ke kamar.


"Mas, nggak usah di gendong gini dong, aku masih kuat kok untuk jalan." Maya menolak suaminya untuk menggendongnya, tapi Bambang tetap menggendongnya, karena Bambang kasihan melihat istrinya yang kelihatan sekali lemas  dan tak berdaya.


"Huusss, kamu nggak usah banyak protes, kamu tuh lemas, mana kuat tuk jalan sendiri, lagian apa gunanya tubuh mas yang sixpack ini, kalau hanya untuk dipandang saja, tampa harus digunakan,,?" hehehe...


Dengan bangga nya Bambang mengatakan kalau badannya sixpack.


Maya ketawa mendengar ucapan suaminya barusan, yang mengatakan tubuhnya sixpack, mimpi kali si Om.


Perutnya aja udah kayak gentong air, mana ada sixpack, kalau sixtong baru bener, kwkwkwkwk,,,,,


Karena kondisinya lagi lemah untuk meledek suaminya, akhirnya Maya hanya menahannya dalam hati saja untuk meledek suaminya. Ternyata walaupun tubuh suaminya gendut, tetapi masih kuat untuk menggendong Maya. "Ah ternyata nggak sia sia punya suami, si kentung....batin Maya.


Next,,,,,

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu memberikan Like vote dan komennya, biar semangat author nya untuk UP, dan makasih juga yang udah mampir disini, semoga kebaikan yang kalian berikan akan dibalas oleh kebaikan yang lebih lagi, aku menyayangi kalian. Muuuuaaach...3x


__ADS_2