Jatuh Hati Ke Security

Jatuh Hati Ke Security
Pertanyaan yang serius


__ADS_3

Jantung Maya


dag


dig


dug


Karena baru kali ini iya berhadapan dengan orang tua, yang bakal menjadi mertua angkatnya, tadi sih iya udah ketemu, tapi buat ngantar minum doang, jadi nggak terlalu gugup, kalau sekarang mah, buat di tanya tanyain, makanya nampak sekali wajahnya Maya keliatan pucat.


Padahal, ini baru berhadapan dengan calon mertua yang KW nya, apa lagi kalau ketemu sama yang Ori, aduh tambah gimana atuh, bisa bisa pingsan gue, bisik Maya dalam hatinya.


"Aduh, kenapa aku jadi grogi gini ya,


batin Maya dalam hatinya, padahal kan Maya berusaha mencoba tuk tetap tenang, tapi raut wajahnya itu loh, seolah tak bisa berbohong, walaupun iya bersikap tenang, namun wajahnya tak bisa dibohongi, namanya juga anak gadis ya, kalau ketemu calon mertua, pasti ala ala gimana gitu ?'' kwkwkwk


"Maya ada yang ayah sama Bapak Karim mau tanyakan sama kamu, ini menyangkut masalah hubungan kamu sama nak Bambang. Ayah membuka awal pembicaraan, karena dari sejak tadi iya perhatikan, Maya sepertinya sangat grogi dan agak salah tingkah, namanya juga orang tua, biar bagaimana pun, perhatian pada anak anaknya, selalu dinomor satukan.


"Di sini, kami sebagai orang tua, tentunya banyak tidak taunya dari pada taunya, tentang hubungan kalian, bukan berarti tidak mau tahu, bukan begitu pak Karim?'' Ayah meminta persetujuan pak karim.


"Oh iya tentu pak fandi, Jawab pak Karim.


"Jadi pak Karim ini Maya kesini, tujuannya adalah untuk melamar kamu,


dan ayah serta ibu mu, tidak berani memutuskan, apa lagi mengambil keputusan menyangkut masa depan kamu, toh yang bakal menjalani nya kelak adalah kamu, jadi tentu saja kami sebagai orang tua, mau bertanya dulu pada kamu. iya kan pak Karim ?


"Yah benar itu, jawab pak Karim.


nanti takutnya ada penyesalan di akhir,


yang disalahin nanti kami, sebagai orang tua. "Kalau bisa jangan ada penyesalan diakhir, kalian senang, kami sebagai orang tua, pasti ikut senang. Jelas pak Karim.


"Jadi, sekarang ayah sama pak karim mau tanya sama kamu, "Apakah kamu bersedia untuk menjadi istrinya Bambang ? Tanya ayah pada Maya.


Sekarang kamu jawab, iya atau tidak ?


Maya terdiam sejenak, untuk menentukan pilihan iya atau tidak, jujur kalau untuk menjawab nya, adalah persoalan gampang, tapi itu tadi, maksudnya kedepannya nanti, yang kudu dipikirkan.

__ADS_1


"Maya. "Apa kamu bersedia menikah sama nak Bambang ? Tanya pak Karim.


"Dan akhirnya Maya mengangkat wajahnya, menghadap ke arah Ayah nya dan juga pak Karim.


"Iya, jawab Maya singkat.


"Iya apa Maya ? Pak karim coba membuat ''Maya grogi dan malu malu.


"Iya, saya bersedia menjadi istrinya mas Bambang, jawab Maya.


"Kamu yakin dengan keputusan kamu ?


tanya pak karim lagi.


"Iya saya yakin, jawab Maya.


"Karena pernikahan ini, bukan untuk main main maya, ini menyangkut masa depan kamu nantinya, kata Ayah Maya sambil mengingat kan, agar Maya tidak menyesal dengan keputusan yang dia ambil.


"Lagian, yang namanya pernikahan,


ini adalah ikatan Sakral, tidak bisa dianggap main main, apabila sudah menikah, itu tidak bisa lagi kamu berbuat dan bersikap, seperti kamu masih gadis lagi.


"Tidak ayah, saya tidak akan menyesal,


saya sudah yakin dengan keputusan saya, Jawaban Maya sangat singkat tapi memuaskan.


"Iyalah kalau begitu, ayah sama pak karim, senang mendengar nya, mudah mudahan, pernikahan kalian nanti nya akan langgeng terus, bahagia sampai kalian tua.


" Ya sudah kalau begitu, bapak senang dengan keputusan yang kamu katakan,


berarti lamaran dari anak Bapak untuk kamu sudah diterima, baik dari orang tua kamu, maupun dari kamu sendiri, Alhamdulillah ya, pasti Bambang senang hati mendengar nya, Untuk persiapan menjelang pernikahan kalian nanti, akan diurus Bapak sama ayah kamu nanti, dan kami dari pihak keluarga laki laki, menunggu konfirmasi selanjutnya dari pihak keluarga perempuan, untuk menentukan kapan jadwalnya, ngantar adat sama kapan menikah nya. Yang penting untuk saat ini, kami sebagai orang tua sudah merasa tenang dan bahagia, Jelas pak karim panjang lebar.


"Ya sudah kalau begitu saya mohon pamit dulu, Semoga hubungan kekeluargaan kita nantinya, akan semakin membaik dan lebih erat lagi, Bapak sebagai orang tua, juga Ayah kamu, hanya bisa mendoakan, Semoga semua urusan kalian nanti, semuanya dilancarkan oleh Allah SWT, baik dari segi apapun, amin...


Pak karim pun berdiri, selesai berpamitan sama ayah dan ibunya Maya, dan dia pun langsung pulang.


sekarang tinggallah ayah, ibu, serta Maya.

__ADS_1


"Maya, sekarang kamu itu, jangan banyak tingkah lagi ya, kamu itu udah ada yang punya, kalau pas lagi keluar rumah jaga mata, jaga hati, jaga pikiran,


jangan mudah untuk dipengaruhi oleh orang, nanti orang bilang Bambang kek gini kek gitu, kamu terpengaruh, terus berubah pikiran, kalau bisa jangan terpengaruh, ataupun berubah pikiran, fokus sama pernikahan kamu kelak !"


Ibuk hani menasehati Maya, dengan serius, agar Maya bisa menjaga diri, untuk tidak macam macam, maklum saja Maya ini orang nya agak labil, makanya harus diberi nasehat terlebih dahulu, takutnya kelupaan kalau iya dah punya calon suami.


Lagian, ibunya maya sekarang,


merasa bahagia karena sebentar lagi anaknya bakal menikah.


"Betul itu maya, benar apa yang dikatakan ibumu itu, "waduh sebentar lagi anak gadis ayah bakal menikah, ayah senang sekali Maya.


Maya hanya tersenyum, dalam hatinya berkata, "Aku juga bahagia ayah ibuk, melihat kalian bahagia, tak ada yang lebih penting dalam hidupku, selain melihat kalian berdua bahagia.


Setelah bercerita panjang lebar, dan yang di bahas adalah mengenai pernikahannya maya, tak terasa waktu pun sudah larut malam, mereka baru menyadari, ketika melihat kearah jam dinding.


"Waduh buk, nggak nyangka ya, ternyata udah jam 11 malam, nggak kerasa, sangking semangat nya mengobrol tentang pernikahan maya, kata ayahnya Maya mengingat kan.


"Ooo iya yah, pantesan aja mataku udah mulai terasa mengantuk, ternyata udah larut malam yah sambung ibunya.


"Kalau begitu, aku tidur dulu ya buk, yah,


udah ngantuk banget nih, berulang ulang maya menguap, dan Maya pun beranjak dari tempat duduknya, menuju ke kamar nya, yang ada disebelah ruang tamu.


Ayah dan ibunya pun, ikut beranjak menuju kamar mereka, sesampainya dikamar, ternyata ayah dan ibunya, masih juga membahas masalah pernikahan maya,


itu yang maya dengar sekilas dari dalam kamarnya, karena matanya sudah sangat mengantuk, jadi tampa sadar, Maya sudah terlelap dan tak terdengar lagi suara ibu dan ayahnya berbicara.


🥰🥰🥰


Next,,,


Mana nih, Jejaknya para kesayangan aku, kok sepi, jadi sedih akunya,


biar akunya semangat, jangan lupa untuk selalu like, vote & komennya,


makasih ya semuanya, aku menyayangi kalian semua...

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘


__ADS_2