
Maya hanya tersenyum melihat kebahagiaan di wajah suaminya, kemudian Maya bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi, walaupun badannya terasa Lemas, tapi mau nggak mau iya harus buru buru bangun dan mandi, karena iya akan berangkat ke sekolah, apalagi iya pagi ini ada jam mengajar di kelas XI, kalau telat dikit bisa di pastikan kelas akan menjadi kosong lengang dan tak berpenghuni.
Karena memang siswa XI merupakan kelasnya para rombongan preman preman level menengah.
"loh kok bisa gitu,,,?" Yah karena memang, siswa dikelas itu adalah siswa buangan dari sekolah lain, mungkin karena tingkah laku mereka kali ya, yang kelewat batas, akhirnya mereka dikeluarkan dari sekolah, dan di tampung di sekolah tempat Maya mengajar, jadi harus ekstra sabar kali ya, kalau lagi menghadapi preman preman kampung, eh maksudnya preman preman sekolah,,,kwkwkwkw...😁😁😁
Kalau kata Kepsek. "kasian juga kalau nggak diterima, bagaimana nanti dengan masa depan mereka. itu kalau kata Kepsek pada kami guru guru.
Begini nih, kalau punya kepsek baik hati, jujur dan tidak sombong. 🤭🤭🤭
Preman juga manusia...
Kalau nggak salah itu nyanyi nya siapa tuh yang rambutnya kriwil gitu...
__ADS_1
Jadi sebagai guru, aku dan kawan kawan sejawat lainnya, hanya bisa menurut dan menerima setiap keputusan yang ditetapkan oleh Kepsek, Yah paling tidak mereka ada bekal sedikit, punya ijazah Aliyah setara dengan SMA saja udah luar biasa. Kalau menurut orang tua mereka, sedih melihat anak anak mereka nggak sekolah, bagaimana nanti kalau mereka mau kerja kalau nggak punya ijazah, paling banter jadi buruh tani, atau tukang tebas, atau cuma sebagai kuli panggul, itu jadinya kalau nggak punya ijazah, kan kasihan.
Yah ada sih yang jadi Boss meskipun nggak punya ijazah, tapi itu hanya seribu satu kali ya, kalau nggak, bisa jadi kaya hasil dari pemberian warisan orang tua, tapi kan nggak seru ya, kalau menurut aku, kaya dapat warisan,,,hmmmm itu namanya cemen. hehehe
Tapi kalau sudah jadi tabiat, mau sekolah dimana saja, mereka nggak akan berubah, karena memang mereka sekolah bukan karena dari hati mereka sendiri, melainkan dari dorongan orang tua yang sangat menginginkan anak mereka sekolah, emmm kasian juga orang tuanya.
Kadang jujur aku sempat kesal sama mereka, kenapa sih mereka suka banget bolos dan nggak masuk kelas, malah lebih suka jadi tukang ukur jalan, mondar mandir naik motor, mending kalau dapat gaji, ini nggak cuma nipisin ban motor aja, sama ngabisin bensin doang. kadang aku sampai geleng kepala sendiri, kalau melihat tingkah siswa siswa aku, makanya kalau mau ngajar dan jadi guru di sekolahnya kami, gurunya harus punya mental baja, kalau tidak maka habislah dikerjain sama siswa siswa degil itu.
Pernah juga dulu, ada guru yang sampai nangis karena dikerjain sama siswa siswa yang degil alias nakal, gara gara kedua ban motor guru tersebut di kempesin sama siswa, dan yang lebih parahnya lagi, ban depannya sampai keluar dari pelaknya, entah apa maksudnya mereka, kasian juga guru itu, dan karena nggak tahan, akhirnya guru itu cabut dari sekolah, dan nggak ngajar lagi disekolah kami, tapi memang gurunya suka nyebelin kali ya, makanya siswa siswa kadang suka benci, tapi Alhamdulillah sampai sekarang aku nggak pernah kok, dikerjain sama siswa siswa aku, malah sebaliknya, mereka kadang suka ngumpul duduk ngobrol bareng sama aku, kadang suka minta pendapat, bahkan mereka sering curhat masalah pribadi mereka, ya aku sih lucu saja melihat mereka, lagian mereka kalau kita baik, mereka bakalan nurut juga pada akhirnya.
Sampai di sekolah, dan benar tebakanku, pasti kelas udah kosong, karena aku terlambat 10 menit ke sekolah, ku akui sih emang salahnya aku, tapi ya sudahlah toh aku nggak rugi juga kalau nggak ngajar, malah mereka sendiri yang akan rugi, tapi pikiran itu cepat cepat ku buang, aku harus tanggung jawab, karena emang salahku, akhirnya aku berjalan menuju ke kantin, dan benar saja mereka lagi pada ngumpul di kantin, Masya Allah memang dasar anak anak nakal, bukannya siap siap untuk belajar, malah asyik lagi kumpul di kantin, dengan tatapan mata yang tajam ku tatap mereka satu persatu, aku nggak banyak bicara. hanya saja aku katakan begini pada mereka,,,,
"Nanti kalian minta Ijazahnya sama ibuk kantin, minta nilainya disini. Biar kami guru guru nggak usah capek capek lagi mikirin nilai kalian, tinggal kalian minta sama ibuk kantin," Mereka semuanya terdiam, setelah mendengar ucapan ku, termasuk ibuk kantinnya pun ikut diam mendengar ucapan ku, lalu aku balik ke kantor seolah aku cuek dan nggak perduli lagi sama mereka, rupanya mereka merasa bersalah, dan mengikuti aku dari belakang, dan mereka semua nya masuk ke kelas, salah satu dari mereka datang menemui aku.
__ADS_1
"Buk, maafin kami ya buk, kami mau belajar sekarang, kami menunggu ibuk dikelas. kata ketua kelasnya padaku.
"Apa kalian yakin mau belajar sama ibuk?" Aku pura pura nggak yakin sama ucapan ketua kelasnya.
"Iya buk, beneran kami mau belajar, kalau ibuk nggak percaya, silahkan ibuk ke kelas sekarang, kami semuanya udah siap kok buk. Jawabnya lagi.
"Hmmm,,,,baiklah ayo kita masuk." Jawabku. Aku pun beranjak dari dudukku dan masuk kedalam kelas, ternyata benar saja, mereka semuanya ada, dan duduk diam tampa ada yang bersuara satu pun, jujur ingin rasanya aku ketawa melihat ekspresi dari wajah mereka, tapi aku nggak mau terlihat guru gampangan didepan mereka, sejenak aku diam untuk menanti kalau ada salah satu dari mereka yang mau berbicara, rupanya tidak, mereka masih diam seribu bahasa, dan akhirnya aku mulai angkat bicara.
'Sebenarnya, ibuk agak kecewa sama kalian, ibuk menyadari kalau memang ibuk yang salah duluan, karena ibuk terlambat 10 menit, dan itu ibuk akui, tapi bukan berarti kalian harus berbuat sesuka hati kalian, sebagai siswa siswi yang baik, seharusnya kalian bisa menunggu bukannya meninggalkan kelas dengan keadaan kosong melompong seperti tadi, tapi sudah lah. Ibuk harap ini untuk yang terakhir kalinya ibuk kasih tau ke kalian, tolong kedepannya, kalian jangan seperti ini lagi, jika kalian memang masih menghargai ibuk sebagai wali kelas kalian. Kalian dengar apa yang ibuk katakan,,,?
"Iya buk,,,,jawab mereka serempak.
'Yah sudah, silahkan berdoa dulu sebelum belajar. Aku memerintahkan ketua kelasnya untuk memimpin doa sebelum belajar, memang itu sudah menjadi kebiasaan rutin siswa siswi berdoa sebelum belajar. setelah berdoa, aku pun mulai membuka pelajaran yang akan diajarkan hari ini.
__ADS_1
Next,,,
oy oy oy,,,,,jangan lupa ya untuk like vote dan komennya, makasih semuanya, aku menyayangi kalian.