
Author Pov
Kini usia kehamilan Maya sudah memasuki bulan ke empat, dan Alhamdulillah selama 3 bulan terakhir ini, Maya tidak pernah mengeluh sedikitpun, iya terlihat sangat sehat, bahkan badannya sekarang terlihat lebih berisi, dibanding sebelumnya, di tambah lagi dengan perutnya yang udah mulai kelihatan tonjolannya + pepaya mengkal warisan leluhur makin membesar dan mengencang, itu membuat Maya makin terlihat se- xi dimata suaminya, bukan cuma itu, wajahnya pun terlihat sedikit berubah, kalau kata sahabat sahabatnya, hidung Maya nggak mancung lagi, tapi udah seperti hidung jambu ***, bibirnya Maya pun terlihat lebih tebal, dan itu membuat Maya merasa kurang percaya diri, karena perubahan bentuk wajah dan tubuhnya, terus disekitaran lehernya malah berubah sedikit gelap, seperti orang mandi tapi nggak pake sabun, alias kelihatan seperti banyak da qinya, hehehe....
Tapi walau pun banyak perubahan didalam dirinya, tak membuat rasa bahagianya untuk menjadi seorang ibu berkurang, malahan iya merasa ini merupakan nikmat yang luar biasa di berikan Allah pada dia dan suaminya.
Kadang hidup ini emang luar biasa, sesuatu yang tak disangka sangka selalu saja terjadi, tampa pernah kita ketahui, bahkan hal yang sudah dianggap tak mungkin, bisa jadi mungkin tampa pernah kita sadari.
Seperti yang dirasakan Bambang dan Maya, ketika mereka mulai menyerah, tampa mereka sadari bahkan tak pernah terpikirkan sebelumnya, tiba tiba Allah menitipkan sesuatu yang sangat berharga bahkan sesuatu itu sudah sangat lama sekali mereka nantikan, yaitu kehadiran Anak dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Sekarang Bambang dan Maya sangat terlihat bahagia, Bambang bahkan terlihat lebih posesif dari pada sebelum istrinya hamil, Maya sama sekali tak di bolehkan oleh Bambang untuk melakukan pekerjaan rumah, dan itu membuat Maya sedikit kesal sama suaminya, mau melakukan ini nggak boleh, melakukan itu juga nggak boleh, apa aja nggak boleh, pokoknya Maya harus istirahat dan tidak boleh bekerja apapun, kecuali bekerja di kasur, kwkwkwk....
Itupun harus sesuai dengan yang di arahkan nya. Maya harus begini, nggak boleh begitu, harus begini, jangan begitu, kalau kata Maya sih, ini namanya suap tergantung, lagi enak enak makan, tau tau nasi nya habis, ah mana tahan.
__ADS_1
"Mas, kenapa sih kamu kok gini gini amat sama aku,,,?
"Maksudnya,,,?
"Yah, kamu tu ya sekarang, udah kayak dikurung di sangkar emas aja,,,,!"
"Kok, kamu ngomong gitu sih sayang,,,?"
"Ya kan kamu emang lagi di jaga sama security, kan kamu istrinya security, jadi di jaga dong sama security. hehehe jangan cemberut dong, ntar ilang cantiknya mas...kwkwkwk.."
Bambang mencolek dagu istrinya yang lagi cemberut, iya senang sekali melihat wajah istrinya kalau lagi marah, udah kayak kepiting rebus dicocol sambel.
"Iya sih istrinya security, tapi nggak gitu gitu amat kali mas, kan aku aset pribadi, bukan aset perusahaan..."
__ADS_1
Bambang ketawa ngakak, mendengar ucapan istrinya.
"Sayang, kamu tu ada ada aja sih, yah jelas dong aset pribadi, masak aset perusahaan? Sayang apa yang mas lakukan itu untuk kebaikan kamu dan buah hati kita ini, masak kamu nggak faham sih sayang, maksud dan tujuan hatinya mas, bukannya kamu udah sangat lama sekali menanti kehadiran si udin ini dalam perut kamu, iyakan,,,?
"Ah males ah ngomong sama Mas, capek akunya." Maya beranjak menuju kamarnya, iya merasa ngobrol sama suaminya seperti buang energi aja, nggak seru pikirnya.
"Loh loh loh, kok lari sih sayang? ini satenya nggak dimakan,,,? Mubazir sayang, kan tadi kamu yang mau makannya,,,?
"Nggak mau, udah nggak nafsu, kamu makan aja sendiri.''
''Sayang, aku kasihkan ke kucing tetanga ya,,,,?" Bambang mulai mengerjai istrinya.
"Eh, jangan mas,,,!" Sini sini, biar aku yang makan, dari pada kasih ke kucing, aku kan emang belum makan Mas, kamu kok tega amat sih, lebih sayang kucing.
__ADS_1