
Maya sekarang merasa sedikit lebih lega, mendengar penjelasan yang telah dikatakan oleh Bambang padanya, karena keraguan yang dia rasakan saat itu, membuat nya selalu dihantui rasa, ketakutan yang luar biasa, dia nggak mau nanti di bilang pelakor atau apalah, tapi sekarang sudah tidak ada lagi keraguan di hatinya, walaupun ia belum berbicara dengan orang tua nya Bambang, tapi paling tidak iya sudah merasa senang mendengar penjelasan dari Bambang.
Dalam hatinya, Bambang tidak akan mungkin berbohong, apalagi hanya untuk mengarang cerita, karena ini menyangkut masa depan yang akan mereka arungi bersama, dalam membina mahligai rumah tangga yang akan iya jalani bersama Bambang nantinya.
Kalaupun Bambang memulainya dengan kebohongan, itu akan merugikan dirinya sendiri, karena Maya paling benci dengan yang namanya kebohongan, dan tentu saja rumah tangga nya tidak akan berjalan langgeng, harmonis dan bahagia, jika awalnya di mulai dengan Kebohongan.
Tiba-tiba, handphone nya berbunyi, dan Maya pun melihat HP nya, ternyata yang nelpon adalah Bambang, entah apa lagi yang akan di bicarakan oleh Bambang, sehingga berulang kali Bambang menelpon Maya.
" Hallo, Assalamu'alaikum, Jawab Maya.
''Waalaikum salam, jawab Bambang.
"Maya, mas mau bilang, nanti malam ada yang mau datang kerumah, dan yang datang adalah Bapak angkat mas, mau kerumah kamu, tujuan nya untuk melamar kamu, Dan jangan lupa, bilang ke Ayah ya.
"Apa Mas, Melamar aku ? ''Tanya Maya.
"Kan, Mas dah bilang sama kamu kemaren, kalau Mas pengen kamu jadi istrinya Mas, mulai sekarang dan untuk selamanya, makanya bapak angkat kerumah kamu, untuk melamar kamu menjadi istrinya Mas, "Apa masih ada yang perlu ditanyakan Neng,,,?
''Deg, jantung Maya berdetak kencang dan tak beraturan, ''Apa mas...? Maya seakan tak percaya dengan yang barusan Bambang katakan, Kamu mau ngelamar Aku...?" Nanti Malam ?" Kamu yakin,,,?"
"Loh, kamu nggak percaya dengan mas, nggak mungkin dong mas bohong, jadi nanti malam Bapak angkat mas kerumah kamu, gunanya untuk melamar kamu. Mas sudah banyak cerita tentang hubungan kita, dan tentang kamu pada nya, ternyata bapak angkat sangat setuju sekali sama kamu, bahkan dia sangat menyetujui, maka nya mas yakin banget sama kamu, sedikitpun tak ada keraguan di hati Mas.
"Tapi Mas ? Tanya Maya
"Tapi kenapa May? ''kamu nggak suka sama Mas ? dan nggak mau mas jadikan istri Mas, tanya Bambang pada Maya, Ya udah tinggal bilang aja, Mas nggak Maksa kok, lagian nikah karena terpaksa, endingnya nggak bagus.
"Ooh, bukan mas, bukan itu, maksudnya aku, apa kamu nggak takut, kalau kita berencana seperti ini,
ternyata keluarga kamu nggak setuju sama aku, dan siapa tau, mereka udah punya calon istri untuk kamu...
Maya, mencoba membuat Bambang berpikir lagi, nggak enak juga kalau langsung to the point.
__ADS_1
"Kamu, nggak usah khawatir Maya, mereka semuanya pasti setuju sama kamu, karena Mas udah cerita panjang lebar pada mereka tentang kamu, dan mereka semua menyerah kan semua keputusan pada mas, dan apapun yang Mas putuskan dan yang mas pilih, itu terserah mas, mereka ikut aja, asalkan mas bahagia mereka bahagia, Jelas Bambang pada Maya.
"Ooooo, ya udah deh kalau gitu, terserah Mas. Jawab Maya, "mmmm, ngomong ngomong mas lagi ngapain, nggak piket ? Tanya Maya pada Bambang.
"Nggak May, kan mas sekarang Sip malam, jadi siangnya di mess aja, nggak kemana mana, emang kenapa ? "Tanya Bambang pada Maya.
"Nggak kenapa napa sih, cuma nanya doang, hehehe Jawab Maya..
"May, mas nggak sabar lagi, mo cepat cepat dekat sama kamu, bawaannya pengen nempel terus ya.
kayaknya kamu tu ngangenin banget deh, rayu Bambang pada Maya.
"Hmm, gombal kamu mas, sekarang aja udah pandai ngegombal apalagi besok besok. ketus Maya.
"Beneran lo may, ngapain mas bohong, lagian siapa sih yang nggak mau cepet-cepet dekat sama kamu ?"
Mas tuh ngerasa, kalau kamu itu, wanita yang paling baik diantara yang terbaik untuk dijadikan sebagai seorang istri, Bambang mencoba merayu Maya.
Kamu aja yang belum tau, aslinya aku kek gimana., awas aja kalau udah nikah sama aku nanti, sayang nya berubah, bisa berabe kamu Mas. Ledek Maya.
"Emang kenapa ? Tanya Bambang singkat.
"Tuuuu kan cemas, hahaha, Ledek Maya lagi.
"Nggak ah, siapa juga yang cemas, kamu tenang saja, rasa sayang mas sama kamu itu, tak akan pernah berubah,
walaupun kamu udah beranak 10 hahaha, Bambang balik meledek Maya.
"Iiiiih, kok udah mikirin anak sih, nikah aja belom udah mikirin yang aneh aneh, malu tau !" Jawab Maya
"Looh, kan itu kan yang bakalan terjadi, udah lamaran terus kita akan menikah, habis itu apa lagi coba ?
__ADS_1
"Kalau nggak bikin anak. Bambang mencoba tuk menggoda Maya, dan itu membuat Maya jadi tersipu, dan untung nya ngobrol lewat handphone, jadi muka merah merona Maya nggak kelihatan oleh Bambang.
"Iiiiih, apaan sih ? "kok, omongan nya jadi ngelantur gitu, masih lama mas baru juga mo ngelamar, omongan nya udah jauh banget, kalau lamaran nya diterima syukur, "nah, kalau nggak diterima gimana ?"
Maya mencoba membuat kecemasan dihati Bambang, Biarin aja dia cemas, qkqkqkq
"Ya jangan ditolak dong, rugi kalau nolak pria baik dan setampan Mas mu ini," Bambang mencoba tuk, mencairkan suasana hatinya, yang barusan sempat membuat dadanya berdebar, "Gimana nggak berdebar Coba, belum juga terlaksana, eh udah ada rambu rambu kecemasan.
"Hahaha, Maya merasa lucu, mendengar ucapan Bambang barusan, dia yakin pasti mas Bambang khawatir,
dengan ucapan nya barusan, "Ya tergantung sih Mas, kalau masnya datang baik baik, sambil bawa sesajen, mungkin nggak bakalan ditolak lamarannya, tapi kalau Mas datangnya nggak karuan, bisa jadi ditolak, kwkwkwkw jelasnya Maya pada Bambang.
"Oh Pasti dong, bawa sesajen lengkap dengan jampiannya, hehehe.."Oh ya Maya, kamu nggak berubah pikiran kan, sama mas ?" Tanya Bambang serius.
"Mas nggak usah khawatir, aku itu orangnya tetap pendirian Mas, kalau aku udah putus kan iya, ya iya.
jawab Maya pada Bambang.
"Syukur lah kalau begitu, Mas senang dengar nya. Lagian apa lagi yang kamu pikirkan Maya,
Mas mu ini Insya Allah, akan selalu melindungi dan membuat kamu bahagia, walaupun nyawanya Mas sendiri yang jadi taruhan nya, kamu percayakan kata Mas ?
"Yah Mas, aku percaya kok sama kamu Mas, nggak usah terlalu berlebihan memuji diri sendiri mas, kalau jatuh sakit, "Yah, mudah mudahan aja apa yang barusan kamu ucapkan itu, semuanya benar, dan tentunya akan selalu aku ingat sampai kapan pun, "oh ya mas, udah dulu ya, aku mo bilang dulu sama ayah, mudah mudahan semua nya lancar sampai hari H nya. amin, dan Maya pun, mengakhiri telepon nya.
"Assalamu'alaikum mas, Maya mengucapkan salam...
"Waalaikumsalam.... jawab Bambang..
Next
ojo lali yo, like,vote dan komennya...
__ADS_1
suwun....