
tapi pak kalau cara ini tidak berhasil,betran tersenyum,"jebak dia agar bersedia menikah denganmu seperti diriku ucap betran keceplosan,"wah ide brilian
baiklah pak terimakasih atas dukungannya,tunggu besok hari kurban aku minta diskon aku ingging memotong lima puluh ekor sapi untuk kurban
bang Tigor langsung binggung dari mana bapak tau ucapnya,bang Tigor semua orang yang bekerja di dalam rumah apalagi dekat dengan keluargaku segala informasi mengenai dirinya akan langsung di urus asisten ku angkasa ucap betran bangga
wah tuan memang hebat jadi bagaman sapi kurbannya, karna tuan mengambil banyak aku kasih diskon lima puluh persen di tambah bonus satu ucap bang Tigor
wah ternyata bang Tigor tidak sepelit ucapan ibu-ibu komplek,bang Tigor tertawa terbahak-bahak ternyata pak betran tidak seperti ucapan para tetangga yang bilang muka batu gunung karna jarang tersenyum
__ADS_1
mereka tertawa bersama akhirnya bang Tigor pamit
esok harinya bang Tigor sudah stenbay dengan mobil miliknya,Eka yang baru keluar di pekarangan binggung dengan mobil yang ada di hadapannya,ini mobil siapa bang? mobil Abang lah de masa jemput calon mertua pake mobil rental ucap bang Tigor sambil tersenyum, membuat wajah Eka merona
",ayo masuk kita jemput mereka,"satu jam lagi mereka tiba kan,"iya bang,maaf bang merepotkan dan tolong maklumi keluarga ade,iye Abang harap kalau mereka tanyak pekerjaan Abang bilang aja Abang sopir sama dengan adek,iya bang.
Eka menghampiri keluarganya dia mencium tangan ke dua orang tuanya serta Tante dan omnya dan bang Tigor pun melakukan hal yang sama seperti yang Eka lakukan
datang sama siap nak ucap ayah seraya tersenyum pada bang Tigor begitupun ibu eka,teman kerja ayah dia sopir seperti saya Abah, Abah mengaguk dan tersenyum,"kenalkan Abah saya Tigor ucap Tigor",ayo kita langsung ke mobil ucap bang Tigor,kamu rental mobil kalau rental kami gak ikut mobilmu soalnya pacar anak saya mau jemput ucap Tante Eka
__ADS_1
Ita pacarmu masih lama?dia belum angkat telpon ku mam ucap Ita
ayo deh kita ikut aja, akhirnya bang Tigor dan Eka mengakat barang saat Eka hendak mengakat sebuah koper besar punya keluarga Ita.
bang Tigor langsung melarang biar saya aja de pasti berat akhirnya Eka melepas koper tersebut dan hanya membawa kantung plastik bang Tigor mengakat koper besar seperti seorang kuli,Abah tersenyum melihatnya semetara Ita,dia pasti kuli Bu buktinya dua koper besar di angkatnya sendiri,iye kamu harus jauh dari lelaki miskin kaya begitu sang suami yang mendengar hanya menghela nafas panjang
akhirnya mereka tiba di sebuah rumah dekat komplek perumahan bang Tigor tinggal hanya jalan raya yang memisahkan di daerah tersebut memang khusus bang Tigor membangun rumah kontrak dan kos-kosan berbagai macam tipe dengan harga yang berbeda-beda
kalau kontrakan seratus sampe lima puluh juta per tahun sedang kos-kosan sepuluh juta sampe lima juta perbulan karena bangunannya yang mewah dan ruangan yang cukup luas serta fasilitas yang lengkap membuat orang banyak yang betah tinggal di tempat tersebut
__ADS_1