
Sekarang usia kandungan jeslin sudah sembilan bulan dan Rahmat sudah menikah sedang Aris dan Livi sudah bertunangan
Bang Tigor dan Eka berkunjung ke rumah orang tua eka, mereka tak menyangka kalau keluarga Ita masih menumpang di rumah tersebut, sebab setelah acar pernikahan Ita, Tigor jarang ke rumah mertuanya begitupun Eka dia hanya menghubungi lewat telepon
Setelah mengetahui istrinya hamil bang Tigor sangat bahagia, itulah kenapa mereka langsung ke rumah orang tua Eka untuk memberikan suprais pada mertuanya
Begitu masuk dalam rumah Eka sangat terkejut, saat melihat Dodi dan Ita memperlakukan adik-adik Eka mereka di suruh seperti pelayan.
"Apa yang kalian lakukan." tanyak Eka saat melihat adik bungsunya mengepel,Ita dan dodi santai saja, Dodi berpikir ini rumah Ita jadi dia bebas, sedang Ita berpikir tidak mungkin akan akan mengusir keluarganya hanya karna dia menyuruh adiknya
Hormon kehamilan Eka meningkat, "keluar kalian berdua dari rumah ini." ucap Eka tegas, membuat bang Tigor tersenyum puas, selama ini dia memang ingin mengusir para benalu itu tapi karna istrinya dia diam saja
Dodi langsung bangkit apa maksudnya ini, semua orang rumah keluar melihat karna mendengar suara eka, umi dan abah langsung mendekat "ada apa nak."tanyak orang tua Eka , "aku inggin mereka berdua keluar dari rumah ini kalau om dan Tante mau ikut mereka silahkan." ucap Eka
__ADS_1
Ke dua mata om dan Tante terbelalak atas tindakan eka, "apa kau gila mengusir keluarga mu sendiri." ucap Tante eka, "kenapa ini rumahku aku bebas menyuruh siapapun tinggal." ucap Eka membaut semua orang menatapnya
"Jangan bohong ini rumah kontrakan ucap mama Ita kecoplosan
"Siapa bilang ini mahar suamiku untuk ku." ucap eka, membuat Tante dan Eka menatap tak percaya
Sedang Dodi yang mencerna semuanya mengeraskan rahangnya jadi selama ini mereka hanya numpang baru gayanya seperti pemilik rumah
"Maaf tuan muda." ucap pengelola, membuat semua orang menatap bang Tigor kecuali ke dua orang tua Eka dan Eka yang sudah tau siapa bang Tigor
Pengelola tadi menelepon bang Tigor karna ada sesuatu yang penting, bang Tigor yang sudah di depan rumah sang mertua kemudian menyuruh si pengelola ke rumah mertuanya
Ibu Ita terkejut pasalnya lelaki tersebut adalah orang dia temui saat akan membeli salah satu rumah di perumahan tersebut, rumah yang cukup sederhana setelah menjual beberapa sawahnya di kampung
__ADS_1
"Mari pak Roni silahkan duduk ada apa kenapa tiba-tiba ingin menemui ku." tanyak betran, "maaf tuan muda sepertinya salah satu rumah mewah kita ada yang sedang ingin merampoknya dan dia tinggal dalam komplek ini." ucap pak Roni
Dodi langsung keringatan karna aksinya yang akan merampok salah satu rumah mewah sudah di ketahui sebelum di laksanakan dan dia semakin kesal ternyata kedua orang tua Ita dan Ita berbohong tentang pemilik rumah yang mereka tinggali,
"Perketat keamanan dan lakukan seperti biasa." ucap bang Tigor, "baik tua muda saya permisi." ucap pengelola prumahan
"Dan kau Doni sebaiknya kau beritahu siapa kau sebenarnya, aku tak berkata apapun saat pernikahanmu karna menghormati mertua dan istriku." ucap neng tigor
Dodi tertunduk, "maaf sebenarnya aku hanya sopir rental dan sorum yang kemarin kita datangi adalah sorum milik bang Tigor." ucap Dodi
Sontak saja ibu Ita geram apalagi dia dan suami sudah memberikan sejumlah uang pada Dodi untuk memajukan usahanya
Ita tampak histeris karna sudah di bohongi pantas saja setelah menikah Doni tak lagi, membawanya berbelanja dan bahkan mereka harus menumpang padahal janji Doni dia sudah membeli rumah untuk mereka dan dia sempat melihat rumah tersebut yang ternyata rumah orang lain .
__ADS_1