
angkasa menatap tuanya dia tau tuanya sangat menyayangi adiknya bagai adik kandung sama seperti dirinya tidak mungkin tuan mudanya akan membuat adiknya tersakiti
setelah mereka semua berkemas dan masuk ke mobil masing-masing
mereka pun melakukan perjalan pulang dengan perasan tak menentu tak ada keceriaan seperti saat mereka baru datang
semua hanya terdiam dengan pikiran masing-masing
mereka tiba pukul empat sore yang lain sudah kembali ke rumah yang tinggal di rumah betran dan jeslin hanya angkasa dan korban serta sang pelaku utama dalam kasus ini
mereka duduk di ruang tamu membahas hal ini sebelum jeslin dan betran ke rumah orangtuanya
Mahendra apakah kau yakin akan menikah dengan salwa tanyak tegas betran
iya aku sangat serius untuk membina rumah tangga dengannya
dan Salwa bagaman denganmu apakah kau mau menikah dengan Mahendra jangan takut aku sudah mendiskusikan semuanya pada kakakmu
salwa mengguk betapa lega perasan Mahendra sedari tadi
jeslin yang tak pernah melepaskan pelukannya dari Salwa langsung mencium pipi Salwa dia sangat bahagia mendapatkan kakak ipar seperti Salwa
angkas bagaman sesuai tadi yang kau katakan jika Salwa setuju kau akan merestui Mereka
__ADS_1
tapi kakak aku punya permintaan sebagai mahar untuk ku ucapa Salwa sambil menunduk
aku minta surat ar rahman sebagai mahar untuk pernikahan kami
Mahendra menelan ludahnya betran dan angkas tersenyum tipis
bagaimana kakak ipar apakah kau sanggup tanyak betran
beri aku waktu satu Minggu untuk belajar dan kita akan menikah Minggu depan
besok aku dan ayahku akan datang untuk melamar mu ucap Mahendra
akhirnya Meraka semu sepakat Salwa akan tinggal di rumah betran dengan angkasa sampe pernikahan tiba
sementara betran dan jeslin serta Mahendra pulang ke rumah sekalian betran membantu menjelaskan pada mertuanya tentang masalah kakak iparnya
sementara angkasa dan Salwa selepas betran dan jeslin pergi Salwa langsung memegang kaki kakaknya dan meminta maaf
angkas langusung meraih tubuh mungil adiknya dan memeluknya
apakah kau yakin akan menikah tanyak angkasa pada Salwa
Salwa hanya mengangguk Masi dalam pelukan kakaknya
__ADS_1
kakak akan selalu menerimamu bila kau tak bahagia kelak saat kau menikah kakak bisa menjadi apapun yang kau inggikan
terimakasih kakak aku akan berusaha menjadi istri yang baik sehingga suamiku tak akan mengeliluh
tapi bila nanati suamiku tak menginginkan diriku makan aku akan kembali pada kakak
angkasa mencium pucuk kepala adiknya yang terhalang hijabnya dia sangat bersyukur adiknya punya pemikiran dewasa
angkasa melepas pelukannya aku sangat bangga Denganmu jadi jangan berpikir bawa kau belum menyelesaikan cita-cita mu kakak akan kecewa
kakak selalu akan bangga padamu karna Kakak yakin kau sudah berusaha semampumu untuk membuat kakak bangga padamu
selesai berbicara angkas dan Salwa kemabali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat
sementara itu di sebuah rumah mewah setelah makan malam ayah jeslin dan Mahendra beserta betran sedang duduk di ruang tamu
saat tuan Hermawan mendengar ucapan menantunya
tuan Hermawan langsung berdiri dan menampar Mahendra
Mahendra tertunduk malu mengahadapi ayahnya
maafkan aku ayah sungguh aku tak sengaja dan aku akan menikahinya Minggu depan ucap Mahendra
__ADS_1
kenapa lama sekali kenapa tidak besok saja sekalian kita melamar tanyak tuan Hermawan