Jebakan Pernikahan CEO Licik

Jebakan Pernikahan CEO Licik
pulang


__ADS_3

angkasa menatap tuanya dia tau tuanya sangat menyayangi adiknya bagai adik kandung sama seperti dirinya tidak mungkin tuan mudanya akan membuat adiknya tersakiti


setelah mereka semua berkemas dan masuk ke mobil masing-masing


mereka pun melakukan perjalan pulang dengan perasan tak menentu tak ada keceriaan seperti saat mereka baru datang


semua hanya terdiam dengan pikiran masing-masing


mereka tiba pukul empat sore yang lain sudah kembali ke rumah yang tinggal di rumah betran dan jeslin hanya angkasa dan korban serta sang pelaku utama dalam kasus ini


mereka duduk di ruang tamu membahas hal ini sebelum jeslin dan betran ke rumah orangtuanya


Mahendra apakah kau yakin akan menikah dengan salwa tanyak tegas betran


iya aku sangat serius untuk membina rumah tangga dengannya


dan Salwa bagaman denganmu apakah kau mau menikah dengan Mahendra jangan takut aku sudah mendiskusikan semuanya pada kakakmu


salwa mengguk betapa lega perasan Mahendra sedari tadi


jeslin yang tak pernah melepaskan pelukannya dari Salwa langsung mencium pipi Salwa dia sangat bahagia mendapatkan kakak ipar seperti Salwa


angkas bagaman sesuai tadi yang kau katakan jika Salwa setuju kau akan merestui Mereka

__ADS_1


tapi kakak aku punya permintaan sebagai mahar untuk ku ucapa Salwa sambil menunduk


aku minta surat ar rahman sebagai mahar untuk pernikahan kami


Mahendra menelan ludahnya betran dan angkas tersenyum tipis


bagaimana kakak ipar apakah kau sanggup tanyak betran


beri aku waktu satu Minggu untuk belajar dan kita akan menikah Minggu depan


besok aku dan ayahku akan datang untuk melamar mu ucap Mahendra


akhirnya Meraka semu sepakat Salwa akan tinggal di rumah betran dengan angkasa sampe pernikahan tiba


sementara betran dan jeslin serta Mahendra pulang ke rumah sekalian betran membantu menjelaskan pada mertuanya tentang masalah kakak iparnya


sementara angkasa dan Salwa selepas betran dan jeslin pergi Salwa langsung memegang kaki kakaknya dan meminta maaf


angkas langusung meraih tubuh mungil adiknya dan memeluknya


apakah kau yakin akan menikah tanyak angkasa pada Salwa


Salwa hanya mengangguk Masi dalam pelukan kakaknya

__ADS_1


kakak akan selalu menerimamu bila kau tak bahagia kelak saat kau menikah kakak bisa menjadi apapun yang kau inggikan


terimakasih kakak aku akan berusaha menjadi istri yang baik sehingga suamiku tak akan mengeliluh


tapi bila nanati suamiku tak menginginkan diriku makan aku akan kembali pada kakak


angkasa mencium pucuk kepala adiknya yang terhalang hijabnya dia sangat bersyukur adiknya punya pemikiran dewasa


angkasa melepas pelukannya aku sangat bangga Denganmu jadi jangan berpikir bawa kau belum menyelesaikan cita-cita mu kakak akan kecewa


kakak selalu akan bangga padamu karna Kakak yakin kau sudah berusaha semampumu untuk membuat kakak bangga padamu


selesai berbicara angkas dan Salwa kemabali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat


sementara itu di sebuah rumah mewah setelah makan malam ayah jeslin dan Mahendra beserta betran sedang duduk di ruang tamu


saat tuan Hermawan mendengar ucapan menantunya


tuan Hermawan langsung berdiri dan menampar Mahendra


Mahendra tertunduk malu mengahadapi ayahnya


maafkan aku ayah sungguh aku tak sengaja dan aku akan menikahinya Minggu depan ucap Mahendra

__ADS_1


kenapa lama sekali kenapa tidak besok saja sekalian kita melamar tanyak tuan Hermawan


__ADS_2