
angkasa merasakan harga dirinya sebagai seorang pria hancur berkeping-keping selama ini banyak wanita yang menguminya dan mengejar-ngejarnya
tapi wanita ini malah muntah ketika melihat wajahnya apalagi tanpa rasa berdosa wanita tersebut berkata seperti itu
setelah semua tenang mereka pun akhirnya menyuruh angkasa mengukapkan perasanya sambil membelakangi Aurel
kali ini giliran angkasa yang memutar botolnya
dan kini Mahendra yang mendapatkan giliran hatinya ketar-ketir saat melihat senyuman kakak iparnya
dia tau siapa kakak iparnya dia mengetahui semua sepak terjangnya
dia takut jika kakak iparnya akan bertanyak tentang para mamntanya
bisa gawat dirinya apalagi di saat bulan madu begini
angkasa melirik betran dan tersenyum simpul
baiklah adik ipar mau jujur atau tantangan
wah gawat ini tapi kalau jujur dia pasti bertanyak mantan mending tantangan
__ADS_1
baiklah aku memilih tantangan ucap Mahendra dengan penuh keyakinan
apa kau yakin ya aku yakin baiklah tantanyan adalah telepon mantanmu saat ini yang terakhir bicara denganmu dan katakan padanya bahwa kau ingging bertemu
wajah mahendara pucat pasi apaalgi saat melihat wajah istrinya yang sudah seperti macan betina yang habis kesetrum
Mahendra menelan silvanya semua melihat ke arahnya
Mahendra masih enggan melakukannya dia takut akan menimbulkan salah paham pada istrinya apalagi panggil terakhir adalah Reni gadis tersebut sangat tak tau malu
apakah kau ingging meminjam ponsel ku adik ipar tanya angkasa
atau kau takut istrimu akan tau bahwa kau belum memutuskan mantanmu pancing betran
Salwa langsung menatap wajah suaminya dengan melotot dengan isyarat mau tidur di luar atau telepon sekarang
Mahendra sungguh seakan menelan buah simalakama mundur salah maju pun salah
akhirnya mahendra mengeluarkan ponselnya karna di tatap terus oleh istrnya
dengan bismillah dia mencoba menelepon dengan perasan was-was bercampur takut deringan pertama tak di angkat mahendra tersenyum
__ADS_1
munkin dia sibuk munkin bisa menelepon yang lain tawar Mahendra
namun nampaknya tawarannya tak berhasil akhirnya mahendra menelepon ulang dan di angkat dengan sipeker yang sudah on
halo sayang akhirnya kau menelepon ku aku merindukanmu kenapa kau tak ke apartemen ku lagi apa kau tak merindukan sentuhan ku corocos Reni
padahal mahendra belum berbicara sepatah kata pun akhirnya mahendra langsung mematikan teleponnya
begitu mengakat wajahnya tatapan membunuh langsung di layangkan kakak iparnya Mahendra menelan silvanya dengan susah payah
dia langsung melirik istrnya dan benar saja mata istrnya sudah mengeluarkan cairan istrnya langsung ke kamar dan membanting pintu dengan kita
Mahendra langsung berdiri mengejar istrnya sayang tolong buka pintunya biara Abang jelaskan semuanya
aku sudah tidak punya hubungan apapun dengan wanita itu sayang tolong buka pintunya
sementara yang lain seolah-olah tanpa dosa mereka masuk ke kamarnya masing-masing meninggalkan mahendra yang sedang memohon sendiri di depan kamar di mana istrnya berada
sementara di dalam Salwa yang sedang mengis sambil memeluk guling tidak mempedulikan permintaan suaminya yang berada di luar pintu kamar
karna capek mengis Salwa terlelap sedangkan Mahendra dengan langkah gontai berjalan menuju sofa untuk merebahkan diri sudah tiga jam dia menunggu di depan pintu tapi hasilnya nihil
__ADS_1
akhirnya mahendra juga tertidur di sofa ruang tv
jangan lupa like dan komen