Jebakan Pernikahan CEO Licik

Jebakan Pernikahan CEO Licik
gara-gara telepon


__ADS_3

angkasa merasakan harga dirinya sebagai seorang pria hancur berkeping-keping selama ini banyak wanita yang menguminya dan mengejar-ngejarnya


tapi wanita ini malah muntah ketika melihat wajahnya apalagi tanpa rasa berdosa wanita tersebut berkata seperti itu


setelah semua tenang mereka pun akhirnya menyuruh angkasa mengukapkan perasanya sambil membelakangi Aurel


kali ini giliran angkasa yang memutar botolnya


dan kini Mahendra yang mendapatkan giliran hatinya ketar-ketir saat melihat senyuman kakak iparnya


dia tau siapa kakak iparnya dia mengetahui semua sepak terjangnya


dia takut jika kakak iparnya akan bertanyak tentang para mamntanya


bisa gawat dirinya apalagi di saat bulan madu begini


angkasa melirik betran dan tersenyum simpul


baiklah adik ipar mau jujur atau tantangan


wah gawat ini tapi kalau jujur dia pasti bertanyak mantan mending tantangan

__ADS_1


baiklah aku memilih tantangan ucap Mahendra dengan penuh keyakinan


apa kau yakin ya aku yakin baiklah tantanyan adalah telepon mantanmu saat ini yang terakhir bicara denganmu dan katakan padanya bahwa kau ingging bertemu


wajah mahendara pucat pasi apaalgi saat melihat wajah istrinya yang sudah seperti macan betina yang habis kesetrum


Mahendra menelan silvanya semua melihat ke arahnya


Mahendra masih enggan melakukannya dia takut akan menimbulkan salah paham pada istrinya apalagi panggil terakhir adalah Reni gadis tersebut sangat tak tau malu


apakah kau ingging meminjam ponsel ku adik ipar tanya angkasa


atau kau takut istrimu akan tau bahwa kau belum memutuskan mantanmu pancing betran


Salwa langsung menatap wajah suaminya dengan melotot dengan isyarat mau tidur di luar atau telepon sekarang


Mahendra sungguh seakan menelan buah simalakama mundur salah maju pun salah


akhirnya mahendra mengeluarkan ponselnya karna di tatap terus oleh istrnya


dengan bismillah dia mencoba menelepon dengan perasan was-was bercampur takut deringan pertama tak di angkat mahendra tersenyum

__ADS_1


munkin dia sibuk munkin bisa menelepon yang lain tawar Mahendra


namun nampaknya tawarannya tak berhasil akhirnya mahendra menelepon ulang dan di angkat dengan sipeker yang sudah on


halo sayang akhirnya kau menelepon ku aku merindukanmu kenapa kau tak ke apartemen ku lagi apa kau tak merindukan sentuhan ku corocos Reni


padahal mahendra belum berbicara sepatah kata pun akhirnya mahendra langsung mematikan teleponnya


begitu mengakat wajahnya tatapan membunuh langsung di layangkan kakak iparnya Mahendra menelan silvanya dengan susah payah


dia langsung melirik istrnya dan benar saja mata istrnya sudah mengeluarkan cairan istrnya langsung ke kamar dan membanting pintu dengan kita


Mahendra langsung berdiri mengejar istrnya sayang tolong buka pintunya biara Abang jelaskan semuanya


aku sudah tidak punya hubungan apapun dengan wanita itu sayang tolong buka pintunya


sementara yang lain seolah-olah tanpa dosa mereka masuk ke kamarnya masing-masing meninggalkan mahendra yang sedang memohon sendiri di depan kamar di mana istrnya berada


sementara di dalam Salwa yang sedang mengis sambil memeluk guling tidak mempedulikan permintaan suaminya yang berada di luar pintu kamar


karna capek mengis Salwa terlelap sedangkan Mahendra dengan langkah gontai berjalan menuju sofa untuk merebahkan diri sudah tiga jam dia menunggu di depan pintu tapi hasilnya nihil

__ADS_1


akhirnya mahendra juga tertidur di sofa ruang tv


jangan lupa like dan komen


__ADS_2