Jebakan Pernikahan CEO Licik

Jebakan Pernikahan CEO Licik
tiket bulan madu


__ADS_3

saat subuh Salwa mendengar alaram ponselnya berbunyi


waktunya untuk sholat subuh Salwa yang merasakan beban berat di pinggangnya


Salwa terbangun dan menatap sekelilingnya dia jadi teringat apa yang terjadi semalam dia melihat suaminya yang tampan


setelah melepas rangkulan tangan suaminya dari pinganya Salwa berusaha bangun tapi tubuhnya terasa remuk


dan saat bangun dan menginjakan kakinya daerah intimnya sangat perih Salwa meringis menahan sakit


Mahendra terbangun dan melihat istrinya meringis kesakitan Mahendra langsung membopong tubuh istrinya masuk ke kamar mandi dan di baringkan ke bathtub yang sudah di isi air hangat


setelah itu Mahendra juga mandi di bawah guyuran air shower dan mandi wajib Mahendra langsung keluar untuk berpakaian


sementara Salwa setelah berendam dan dirasa tubuhnya sudah lumayan diapun melakukan mandi wajib


setelah keluar Salwa dan Mahendra sholat berjamaah


ya selama seminggu Mahendra memperdalam ilmu agamanya walau tak sehebat ustadz


selesai sholat mereka kembali tidur karna Salwa masih merasa lelah begitupun mahendra


jam telah menunjukkan pukul delapan pagi sementara keluarga telah menanti di restoran hotel untuk sarapan bersama

__ADS_1


tak berselang lama datanglah sang pengantin baru sang pria dengan rona kebahagiaan dan kepuasan sedangkan si wanita merona karna merasa malu terlambat bangun


saat makan tiba-tiba ide jahil betran muncul


kakak ipar menikah karna salah masuk kamar tapi semalam gak salah masuk kamar lagi kan semua terkekeh-kekeh


tapi tidak dengan sang wanita yang merasa sangat malu sedangkan sang pria santai saja


salah kamar membawa nikmat ucap Mahendra ambigu


membuat Salwa langsung mencubit lengan suaminya


aduh seolah-olah cubitan istrnya sakit sayang kalau masih kurang semalam ngomong dong jangan tangan aku yang di cubit


sedang Salwa jangan di tanyak wajahnya seperti orang yang sedang terbakar rasanya dia ingging menghilang saja


dan suaminya juga malah ikut-ikutan membuat Salwa kesal bercampur malu


jadi kapan kalian akan pulang ke rumah ayah tanyak pak Hermawan pada anak dan menantunya


besok ayah soalnya lusa aku sudah masuk kantor ucap Mahendra


baiklah terus kapan kalian akan pergi berbulan madu

__ADS_1


betran langsung mengakat sudut bibirnya dan tersenyum


aku sudah menyiapkan tiket untuk mereka berbulan madu ayah


wah adik iparmu ternyata memeberikan hadiah bulan madu


Mahendra seakan tau niat betran memebuatnya kesal tidak mungkin dia menolak hadiah bulan madu dari adik iparnya sekaligus kakak angkat istrnya


maaf mahendra aku sudah membantu Salwa izin di kampus selama satu Minggu


ini tiket bulan madunya Salwa menerima itu dengan kegirangan karna dia akan ke Maldives tempat yang sangat romantis apalagi di sudah ada pasangan halal


beda Salwa beda juga wajah Mahendra dia seakan menolak tapi melihat istrinya membuatnya mau tidak mau lusa dia akan berangkat


setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing untuk pulang ke rumah di hotel hanya menyisakan Salwa dan Mahendra


tiba di rumah Mahendra dan jeslin langsung masuk ke kamar


wajah Mahendra nampak puas sayang Minggu depan aku akan mangan iya sayang


oh sayang sebagai hadiah magang kita akan berlibur bersama angkasa dan kakakmu yang lain ucapa betran dengan senyuman bahagia


benarkah wah jeslin sangat senang kita akan ke Maldives di sana aku mempunyai vila kita akan bersama-sama di sana lusa kita berangkat bersama Salwa dan yang lainya

__ADS_1


hai pembaca setia maaf ya masih di review ulang lagi jadi sabar menunggu jangan lupa like dan komen


__ADS_2