JENIUS NOMOR 1 FRIMS ASGARD

JENIUS NOMOR 1 FRIMS ASGARD
Tes Penentu di Hari Pertama


__ADS_3

“Tok tok tok…” di pagi hari yang cerah terdengar suara ketukan pintu di ikuti suara orang memanggil. 


“Tuan bangun, sudah waktunya anda siap-siap untuk berangkat”


Suara tersebut tak lain adalah suara paman alex, pelayan yang di tugaskan untuk menemani tokoh utama kita yaitu Frims Asgard.


Tak lama kemudian terdengar suara dari dalam kamar.


“Iya paman aku sudah bangun” Sahut Frims sambil membuka pintu "kreek.."


"Selamat pagi tuan" ucap pelayan Alex menyapa Frims.


“Selamat pagi paman” ucap Frims menyapa balik pelayan Alex.


“Sarapan dan keperluan yang lainya sudah saya siapkan di lantai bawah tuan” sahut pelayan Alex.


“Terimakasih paman, aku akan mandi dulu kalau gitu” sambil membawa handuk Frims pun segara pergi untuk mandi.


Cerita berpindah dilantai bawah. Sambil makan Frims dan pelayan Alex berbicara tentang apa yang akan di lakukan Frims di sekolah barunya.


“Apakah tuan yakin berpenampilan seperti itu?, tuan kan memiliki wajah yang tampan, kenapa malah menutupinya dengan masker dan topi seperti itu” tanya pelayan Alex.


Frims pun menjawab “Tidak masalah paman, memang seperti ini yang aku inginkan, kalau aku membuka penampilanku maka identitas ku akan terbuka, aku ingin sekolah baruku ini menjadi tempat yang menarik dan tidak membosankan seperti tempatku sekolah sebelumnya”


“Hahaha, memang seperti itulah tuan orangnya, lebih suka tantangan daripada popularitas” sahut pelayan Alex sambil tertawa.


“Baik lah, semua sudah siap aku berangkat dulu paman” ucap Frims.


“Aku antar tuan, sekalian nanti menemanimu menghadap kepala sekolah sebagai wali mu” sahut pelayan Alex.


“Tidak perlu paman biar kepala sekolah nanti aku yang menghadap sendiri, terlalu mencolok juga kalau harus di antar naik mobil, lagian juga dekat kok sekolahku” jawab Frims.


"Baiklah kalau itu yang tuan inginkan"


Berangkat lah Frims dengan berjalan kaki menuju sekolah barunya.


Jarak rumah Frims dengan sekolah tidaklah jauh sekitar 300 meter. Sambil berjalan santai Frims menikmati dan mengamati pemandangan sekitarnya.


“Kota ini ramai juga, cukup padat perumahannya, dan banyak juga siswa yang berjalan kaki, dilihat dari seragamnya mereka pasti satu sekolahan denganku, mungkin mereka tinggal di daerah sini juga” gumam Frims di dalam hati.

__ADS_1


Tak begitu lama, tibalah Frims di depan pintu masuk sekolah.


“Jadi ini sekolah baruku!, mulai sekarang akan jadi menarik” gumam Frims dengan ekspresi tersenyum.


Karena sekolahnya cukup besar dan baru pertama kali datang, Frims cukup kebingungan untuk mencari ruang Kepala Sekolah, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, tiba-tiba dari belakang, ada yang datang menghampiri dan bertanya kepada Frims.


“Sepertinya kamu sedang kebingungan ya, apakah kamu murid baru ?, aku satpam disekolah ini mungkin ada yang bisa aku bantu?”


“Saya Frims murid baru, saya sedang mencari ruangan Kepala Sekolah, apakah Bapak tau ruangannya?” tanya balik Frims kepada Satpam sekolah.


“Baik ikuti saya nak, akan saya antar keruangan Kepala Sekolah”


Tibalah di ruangan kepala sekolah. 


“Ini nak ruangannya, kepala sekolah juga sudah di dalam” ucap satpam sekolah.


“Terimakasih pak” sahut Frims.


Frims dengan tenang perlahan masuk kedalam ruangan, terlihat ada seorang wanita yang sedang duduk di kursi, sambil fokus melihat berkas-berkas yang tertata rapi di mejanya tersebut.


“Permisi Bu” ucap Frims.


“Silahkan masuk, ada keperluan apa kamu datang menemui saya?” ucap perempuan tersebut.


Didalam hati Frims berkata ”kenapa sikapnya dingin seperti itu, sepertinya berkas-berkas itu sangat penting, sampai tidak membuatnya kehilangan fokus, mungkin aku akan membuatnya sedikit terkejut”


Sambil melepaskan masker dan topinya Frims berkata “Saya Frims Asgard murid pindahan Bu”


Perempuan itu yang tak lain adalah Kepala sekolah, langsung memalingkan pandanganya ke arah wajah Frims tanpa berkedip sedikitpun.


“Bu, Permisi, Bu…” ucap Frims.


“Eheem Iya maaf, jadi kamu murid pindahan itu, perkenalkan saya kepala sekolah di sini kamu bisa memanggil saya Bu Vivi” sahut Bu Vivi dengan respon sedikit kaget.


Didalam hati Bu Vivi berkata “gila!, siswa ini memiliki ketampanan, yang dapat membuat orang yang melihatnya menjadi terpana, siapa sebenarnya dia?”


“Apakah kamu datang sendirian, kemana orang tua atau wali mu?” tanya Bu Vivi.


“Paman saya sedang ada keperluan jadi tidak bisa menemani saya, mohon ibu memakluminya” jawab Frims.

__ADS_1


Pembicaraan mereka berdua menjadi sedikit serius, sambil berdiri Bu Vivi menjelaskan tentang peraturan sekolahnya.


“Baik tidak masalah, yang terpenting apakah kamu sudah mengetahui tentang peraturan di sekolah ini?, sekolahan ini memang masih Grade B, tapi tetap masih termasuk sekolah Elite, peraturan disini sangat ketat, tak terkecuali tentang tes masuknya, untuk menentukan kamu berhak berada di kelas unggulan atau kelas terendah, meskipun kamu pindahan dari sekolahan dengan Grade A sebelumnya, kamu tetap harus melewati tes ini, karena bisa saja kamu sebenarnya merupakan murid yang gagal, lalu dikeluarkan dari sekolah mu sebelumnya, jadi untuk mengetahui kemampuanmu, apakah kamu bersedia untuk mengikuti tes masuk ini Frims?”


“Saya mengerti Bu Vivi, dan saya bersedia mengikuti tes tersebut, tapi apakah boleh saya meminta sesuatu?” tanya Frims.


“Meminta apa?, asalkan tidak melanggar peraturan, maka tidak masalah” jawab Bu Vivi.


“Kalau saya berhasil menjawab semua tes yang ibu berikan, saya meminta agar diperbolehkan berpenampilan seperti awal saya masuk tadi, memakai masker dan topi, sebagai gantinya, saya tidak perlu dimasukan dikelas unggulan, cukup tempatkan saya dikelas paling rendah sendiri, itu sebagai kompensasi dari permintaan saya tadi, apakah Bu Vivi akan berkenan mengabulkan permintaan saya ini?” ujar Frims.


“Hahaha.. percaya diri sekali kamu, selama ini belum ada yang berhasil menjawab tes yang aku berikan dengan nilai yang sempurna, baiklah tidak masalah, permintaanmu akan aku kabulkan, asalkan kamu berhasil menjawab semua tes yang aku berikan dengan benar, akan tetapi kalau kamu ternyata tidak bisa menjawab tes dengan benar, maka permintaanmu tadi tidak aku izinkan, dan kamu akan aku letakan di kelas paling rendah sendiri, apakah kamu siap?"


Dengan senyuman menjebak Frims menjawab “Siap berikan saya soal tesnya Bu”


Dengan mempertaruhkan harga diri masing-masing, terjadilah sebuah kompetisi yang bahkan sebelumnya belum pernah dilakukan oleh siswa lainya, dan Kompetisi ini yang nantinya akan menjadi penentu nasib dari penyamaran yang dilakukan oleh Frims.


Sambil menjelaskan, Bu Vivi memberikan soal tersebut “Soal tes yang saya berikan adalah matematika, karena basic ilmu saya adalah matematika, apakah kamu keberatan?"


"Tidak masalah" jawab Frims.


Kemudian Bu Vivi melanjutkan penjelasanya "soal ini berjumlah 10, meskipun kelihatanya sedikit, tapi itu adalah soal dengan kesulitan tingkat A, sekarang kamu kerjakan dalam waktu 30 menit, saya tunggu hasil jawabanmu”


Frims pun menerima soal itu tanpa bertanya maupun keberatan tentang isi soalnya, Bu Vivi belum selesai berbicara menjelaskan tentang soalnya ternyata Frims sudah menyelesaikan soalnya kurang lebih dalam kurun waktu 5 menit.


“Sudah selesai Bu” ucap Frims sambil memberikan lembar jawabannya kepada Bu Vivi.


“Apa sudah selesai” jawab kaget Bu Vivi


“Padahal aku belum selesai menjelaskan” gumam Bu Vivi.


“Silahkan ibu periksa jawaban saya” Sahut Frims dengan tersenyum ngeledek.


Bu Vivi pun mengambil jawaban Frims tersebut, dan berkata “Seharusnya kamu jangan terburu-buru untuk mengatakan sudah selesai, waktumu masih panjang, apakah kamu sudah yakin dengan jawabanmu?”


“Saya yakin, silahkan ibu periksa sendiri apakah jawaban saya ada yang salah” jawab Frims dengan percaya dirinya.


Kemudian Bu Vivi bergumam didalam hati  ”Bagaimana mungkin dia menyelesaikan secepat ini, padahal ini soal tingkat A, dan aku sendiri yang membuatnya, tidak mungkin, pasti banyak yang salah saat dia mengerjakannya, biar aku cek dulu”


Terdiam, lemas, dan tidak percaya, itulah ekspresi dari Bu Vivi setelah melihat hasil jawaban Frims, yang ternyata, jawabannya semuanya benar tidak ada yang salah satu pun.

__ADS_1


__ADS_2