JENIUS NOMOR 1 FRIMS ASGARD

JENIUS NOMOR 1 FRIMS ASGARD
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Melihat keadaan Silvi sudah tenang, kemudian Frims bertanya tentang kelasnya.


“Apakah kamu sudah tau dimana kelasmu berada?” tanya Frims kepada Silvi.


“Belum, tadi aku langsung kesini memberitahumu, jadi aku belum sempat mencari kelasku” jawab Silvi.


“Sebaiknya sekarang kita mencari kelasmu terlebih dahulu?” ucap Frims. 


Frims pergi menemani Silvi untuk mencari kelasnya. Setelah berkeliling mencari keberadaan kelas Silvi, akhirnya mereka menemukanya.


“Sepertinya disini kelasmu Sil” ucap Frims sambil menunjuk kelas yang dimaksud.


“Tau darimana kamu Frims?, kan kita belum melihat pengumumannya” tanya Silvi.


“Kalau bukan disini ruang kelasmu lalu dimana lagi, kita tadi sudah mengelilingi seluruh ruangan kelas, hanya tinggal tersisa satu ruang kelas ini yang belum, jadi pasti ini ruangannya” jawab Frims.


“Masak iya, kok aku tidak sadar ya, coba aku cek dulu kesana” ucap Silvi.


Kemudian Silvi mengecek apakah dia berada dikelas itu.


“Eh kamu benar, ada namaku disini” ucap Silvi memberitahu Frims.


Lalu Frims mendekat melihat lembar pengumumannya, karena dia ingin memastikan dengan siapa saja Silvi dikelas itu. Setelah melihatnya Frims mengetahui maksud dan tujuan dibalik itu semua.


“Kalau dilihat-lihat nama-nama ini merupakan murid pintar semua, sebentar bukankah itu dia, Jadi begitu, sepertinya aku tau apa yang direncanakan Bu Vivi, ini akan jadi semakin menarik” gumam Frims.


Melihat Silvi tidak menyadari ada nama yang menarik dikelasnya itu, kemudian Frims memberitahu Silvi.


“Sepertinya kelasmu ini dihuni oleh para siswa unggulan, lihat nama itu, apakah kamu mengenalinya” tanya Frims sambil menunjuk kearah nama yang dimaksud.


“Arfonia Elena!, itu kan Elena, kenapa bisa aku satu kelas dengan dia, gimana ini Frims?” ucap panik Silvi setelah mengetahui dia satu kelas dengan Elena.


“Kamu tidak perlu khawatir, selama dua bulan ini kamu sudah berlatih dengan baik jadi tenang saja” jawab Frims.

__ADS_1


“Tapi aku sangat gugup” sahut Silvi.


“Aku akan jamin, usahamu selama dua bulan ini tidak akan sia-sia, kamu hanya perlu percaya dengan kemampuanmu” ucap Frims untuk mengembalikan mental Silvi.


“Iya sepertinya aku tidak percaya diri terlalu berlebihan, terimakasih Frims sudah membuatku tenang” jawab Silvi.


“Ada beberapa cara yang akan aku beritahukan kepadamu, untuk mengatasi situasi ini” ucap Frims.


Kemudian Frims menjelaskan tentang apa yang harus Silvi lakukan, dan kemungkinan apa saja yang akan dia temukan ketika berada dalam satu ruangan bersama Elena.


“Kamu hanya perlu melakukan seperti yang aku bilang tadi, kamu mengerti Sil” ucap Frims setelah selesai menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan Silvi nanti.


“Baik, aku mengerti Frims”


Selang beberapa waktu, Frims dan Silvi dikagetkan dengan adanya rombongan murid yang datang ke arahnya, dari murid yang datang ternyata Elena adalah salah satunya, Frims yang menyadarinya kemudian melihat kearahnya dan memberitahu Silvi untuk mundur berada dibelakangnya.


“Wah kalian terlihat seperti pasangan serasi, yang satu cowok aneh dengan penampilannya seperti orang sakit kronis, dan yang satunya wanita menyedihkan yang tidak mampu membayar hutangnya, ngomong-ngomong kenapa kalian disini?” tanya Elena sekaligus mengucapkan kata ledekan kepada Frims dan juga Silvi.


Ucapan Elena tersebut dibumbui ledekan dan juga tawa oleh para teman-temanya. 


“Dasar tidak tahu diri, ini sekolahan woi, bukan tempat pacaran”


“Hahahaha”


 Mendengar ledekan itu semua kemudian Silvi menyangkalnya.


“Kalian salah, aku sedang mencari kelasku disini, lihat ada namaku juga dikelas ini” sahut Silvi ditengah tawa ledekan mereka.


“Oh, jadi kamu berada dikelas ini, kalau begitu sekalian aku akan membuat pengumuman untukmu disini” ucap Elena.


Kemudian Elena mengeraskan suaranya, dan membuat semua murid yang berkumpul disitu menjadi mendengar suara pengumuman yang dia buat.


“Kalian semuanya dengar ya!, aku sedang melakukan pertaruhan dengan cowok aneh, dan juga cewek menyedihkan yang ada di sana itu, jadi kalian semua yang ada disini akan menjadi saksinya, kalau aku tidak bisa mengalahkan cewek ini dalam peringkat ujian besok, maka aku akan bersujud kepada mereka berdua untuk meminta maaf kepadanya, dan juga hutang cewek menyedihkan itu kepadaku akan aku anggap lunas, tapi, kalau aku yang menang dalam pertaruhan, maka cowok aneh yang ada di sana itu, akan telanjang keliling sekolahan ini, sekaligus dia akan menjadi budak ku, dan hutang ceweknya itu akan bertambah dua kali lipat dari sebelumnya” ucap keras Elena sambil menunjuk kearah Frims dan Silvi, dan dia juga menjadikan murid lain disekitar, yang mendengarkannya menjadi saksi akan ucapannya itu.

__ADS_1


Sontak para murid yang mendengarkan ucapan Elena itu, menjadi kaget dengan apa yang mereka dengar barusan.


“Siapa mereka berdua itu, kok berani melakukan pertaruhan seperti itu dengan Elena?”


“Aku jadi kasihan kepada mereka berdua, karena sudah berurusan dengan Elena”


Ditengah-tengah gemuruh suara murid yang membicarakannya itu, kemudian Elena melanjutkan pembicaraannya untuk menghina Frims dan Silvi.


“Kenapa kalian berdua diam saja, apakah perkataanku tadi membuat kalian jadi takut, asal kamu tahu, selain jenius, aku juga dijuluki seperti singa yang tidak kenal ampun, jika berhadapan dengan musuhnya” ucap Elena sambil tertawa.


“Silvi sebaiknya kamu putus saja cowokmu itu, sudah penampilannya aneh, dan dia hanya diam saja, tidak membelamu, saranku sebaiknya kamu jauhi dia, masa depanmu akan suram bersamanya hahahaha”


“Cowoknya itu pasti sudah terkena mental mendengar ucapan tadi, karena Elena tadi bagaikan Singa mengaung, membuat musuh yang mendengar ucapannya menjadi gemetar”


“Dasar cowok lemah hahaha”


Mendengar semua ledekan yang mereka ucapkan Frims yang tadinya hanya diam dan tidak menghiraukan, kemudian membalasnya dengan sedikit perkataan.


“Hahaha singa katamu, jika kalian tahu, singa adalah hewan pemburu, jika singa berburu mangsanya, dia akan melakukanya secara diam-diam dan tidak banyak mengeluarkan suara, jadi sepertinya ungkapan itu sangat tidak cocok kalau mengganggap bos kalian si Elena itu seperti Singa, karena sangat berbeda jauh, daripada Singa, bos kalian itu lebih mirip seperti Anjing betina, yang hanya bisa menggonggong untuk menakut-nakuti musuhnya” ucap Frims membalas semua ledekan yang sudah Elena dan teman-temanya lakukan.


Elena yang tadinya tertawa, menjadi sangat malu karena mendengar perkataan dari Frims.


“Berani sekali kamu berkata seperti itu kepadaku, tunggu saja besok, aku pasti akan membalas semua perkataanmu tadi, ayo semuanya pergi dari sini, aku sudah tidak sanggup melihat wajah mereka berdua disini” ucap Elena yang sangat malu dan marah mendengar ucapan yang Frims katakana tadi.


Setelah Elena pergi dari tempat itu, kemudian Silvi terlihat kagum dengan bagaimana cara Frims membuat Elena menjadi malu.


“Frims, ucapanmu tadi pasti sangat membuatnya malu, bagaimana kamu bisa terpikirkan untuk mengatakan seperti itu Frims?” tanya Silvi.


“Sebenarnya sangat mudah menghadapi orang dengan karakter sombong seperti Elena itu, kita hanya cukup membiarkannya terbang tinggi dengan ucapannya, lalu kemudian tinggal menjatuhkannya dengan sedikit mencari celah dari apa yang dia ucapkan tadi” jawab Frims.


“Aku tidak mengerti, tapi ucapanmu tadi keren Frims hehehe” sahut Silvi sambil tersenyum.


“Sudah, biasa saja, tidak ada yang keren dari ucapanku tadi, sebaiknya sekarang kamu duluan kembali ke kelas, aku masih ingin mencari Andre, ada yang ingin aku bicarakan dengannya” jawab Frims sambil menyuruh Silvi kembali ke kelasnya.

__ADS_1


“Baik, sampai ketemu dikelas Frims”


Itulah kejadian yang tidak terduga pada hari ini, tentunya dengan serangkaian kejadian itu, akan membuat Frims menjadi semakin tertantang dan bersemangat untuk memenangkan pertaruhannya dengan Elena. 


__ADS_2