
Frims mendengarkan Silvi saat menjelaskan isi dari buku yang mereka baca, sesekali mereka melakukan perbincangan ringan dan candaan untuk membuat suasana tidak terlalu serius.
“Apakah kamu suka membaca buku Frims?” tanya Silvi.
“Tidak terlalu, hanya saja aku merasa bosan tadi, jadi aku datang kesini, siapa tau ada buku bergambar yang bisa menghiburku” jawab Frims.
Silvi tertawa mendengar jawaban dari Frims yang dianggapnya lucu “maksudmu kamu ingin mencari buku bergambar supaya kamu bisa melihat gambarnya saja tanpa perlu membacanya gitu, hahaha kamu lucu Frims”
Dari apa yang dilihat, bagaimana cara Silvi menjelaskan tentang isi dari buku tersebut, Frims menyimpulkan bahwa Silvi memang merupakan murid yang pintar.
“Ternyata sampai sejauh itu dia bisa memahami isi buku ini, walau buku yang aku ambil ini masih tergolong mudah, tapi dia bisa melakukanya, boleh juga pemahamannya” gumam Frims.
Karena waktu istirahat sudah hampir habis, kemudian mereka memutuskan untuk kembali ke kelas.
“Wah tidak terasa waktu istirahat tinggal 5 menit lagi, aku ingin kembali ke kelas dulu Frims” ucap Silvi.
“Oke, terimakasih sudah membantuku belajar” jawab Frims.
“Santai saja kita kan teman” ucap Silvi sambil perlahan berdiri dari kursinya dan kemudian berjalan pergi menuju kelasnya.
“Sepertinya aku juga harus kembali ke kelas” gumam Frims sambil perlahan berjalan menuju kelasnya.
Sesampainya dikelas.
“Frims lama sekali kamu, katanya cuma sebentar tadi” ucap Andre yang ternyata sudah menunggu lama Frims didalam kelas.
“Oh ternyata kamu menungguku” jawab Frims dengan santainya sambil duduk di kursinya.
“Kenapa lama sekali tadi?, apa kamu tersesat?” tanya Andre.
“Kamu kira aku buta map, sampai tersesat ditempat ini” jawab Frims dengan candaan.
“Hehehe, apa kamu jadi meminjam buku tadi?” tanya Andre.
“Tidak jadi, bukunya tebal-tebal semua, akan terlalu berat tasku kalau aku meminjamnya” jawab Frims.
“Dasar, bilang saja kalau kamu malas membawanya hahaha” ucap Andre sambil tertawa.
Pelajaran pun dimulai, sama seperti sebelumnya, Frims hanya mendengarkan pelajaran yang diberikan sampai waktu jam pelajaran berakhir. Seperti itulah perjalanan kisah Frims yang dipenuhi dengan peristiwa yang mengejutkan dihari ketiganya disekolah.
Cerita berpindah dimana Frims sudah tiba di rumah dan berbincang ringan dengan pelayan Alex.
“Aku pulang paman, capek juga harus berpenampilan seperti ini huh” ucap Frims sambil melepaskan masker dan topinya.
“Selamat datang tuan, apakah hari ketiga disekolah tuan masih sama dengan hari sebelumnya?” tanya pelayan Alex.
__ADS_1
Dengan tersenyum Frims menjawab “banyak kejadian yang menarik hari ini paman, sepertinya aku sudah mulai bisa menikmatinya”
“Syukurlah kalau tuan sudah mulai menikmatinya, dari kemaren saya sangat khawatir dengan keadaan tuan disekolah baru itu” ucap pelayan Alex sambil membalas senyum.
Kemudian Frims menceritakan tentang kejadian yang dialaminya disekolah hari ini, kepada pelayan Alex dengan ekspresi senang.
Pelayan Alex hanya melamun saat melihat ekspresi senang Frims, ketika dia bercerita tentang sekolahnya hari ini “Sudah lama aku tidak melihat tuan sesenang ini”
“Paman, apa paman mendengarkan ceritaku” tanya Frims.
Kaget spontan Pelayan alex berkata “Eh, iya tuan aku mendengarkannya”
“Sudah kuduga paman tadi sedang ngelamun, oh iya, apa paman bisa mengantarkan ku membeli buku hari ini?, aku sudah bosan dengan buku-buku lamaku” tanya Frims.
“Iya tuan akan saya hantarkan kemanapun yang tuan inginkan” jawab pelayan Alex.
“Makasih paman, kalau begitu aku mandi dan siap-siap dulu”
Setelah selesai bersiap, Frims kemudian pergi berangkat untuk membeli buku, yang dimana tokonya berada cukup jauh dari tempat tinggalnya, sehingga Frims meminta pelayan Alex untuk mengantarkannya. Setibanya di toko tersebut, Frims kemudian berjalan masuk kedalam toko dan memilih-milih buku apa yang ingin dibelinya.
“Sudah sampai tuan, benar ini kan tokonya?” tanya pelayan Alex.
“Iya, Paman tunggu aja disini dulu, biar aku sendiri yang masuk untuk membeli bukunya” jawab Frims.
“Siap tuan”
“Sepertinya buku-buku di toko ini cukup banyak pilihan, tapi yang aku lihat semua edisi lama, dan tentunya aku sudah punya, coba aku tanya dulu pada penjualnya, apa mereka mempunyai buku edisi terbaru untuk bulan ini” gumam Frims sambil melihat-lihat isi rak buku.
“Pak, untuk buku edisi baru bulan ini apakah sudah tersedia disini?” tanya Frims kepada penjaga toko.
“Ada, saya antar ke tempatnya mas” jawab penjaga toko sambil berjalan kearah rak buku yang dimaksud.
Kemudian Frims berjalan mengikuti penjaga toko tersebut.
“Ini mas, rak bukunya” ucap penjaga toko itu.
Frims kemudian melihat-lihat buku yang ada di rak tersebut dan memutuskan untuk membeli semuanya.
“Nah buku-buku ini yang aku cari” gumam Frims.
“Buku ini boleh saya beli pak?” tanya Frims.
“Boleh lah mas memang ini untuk dijual, memangnya mau beli yang mana mas?” tanya balik penjaga toko tersebut.
“Semuanya, aku ingin membeli semua buku yang ada di rak ini” jawab Frims sambil menunjuk rak buku tersebut.
__ADS_1
Kaget mendengar yang diucapkan Frims, kemudian penjaga toko tersebut bertanya untuk memastikannya kembali “Serius mas?, satu rak ini ada 100 buku loh”
“Iya saya serius, tapi tolong nanti buku-buku ini bisa dibawakan ke mobil saya didepan ya” jawab Frims.
“Siap mas, nanti biar saya bawakan kedalam mobil” sahut penjaga joko tersebut.
Setelah selesai melakukan pembayaran Frims kemudian kembali kedalam mobilnya.
“Sudah tuan?” tanya pelayan Alex.
“Sudah Paman” Jawab Frims.
“Tapi saya tidak melihat tuan membawa buku, apakah tuan tidak jadi membeli buku?” tanya pelayan Alex.
“Jadi paman, itu bukunya datang paman, tolong paman bukakan bagasi belakang” jawab Frims dengan melihat kearah orang yang membawakan barangnya.
“Wah seperti biasa, tuan membeli banyak buku lagi, tidak heran kalau tuan dijuluki jenius hahaha” sahut paman Alex.
“Ah biasa aja, ayo pulang paman”
Kemudian mereka kembali pulang menuju rumah. Sesampainya di rumah Frims mengingat sesuatu.
“Waduh, aku lupa membeli minuman sama cemilan paman” ucap Frims.
“Biar saya belikan tuan” sahut paman Alex.
“Tidak perlu paman, biar saya pergi sendiri, lagian supermarketnya cuma berada didekat sini” jawab Frims.
“Baik lah, kalau begitu biar saya memasukkan buku yang sudah tuan beli”
Kemudian Frims pergi menuju supermarket yang berada didekat rumahnya. Sesampainya di sana Frims kemudian masuk untuk membeli keperluannya.
“Cemilan sudah, minuman juga sudah, kurasa ini sudah cukup buat begadang nanti malam, sudah tak sabar ingin membaca buku yang tadi” gumam Frims.
Kemudian Frims berjalan menuju arah kasir untuk membayarnya. Saat dia berjalan, tepat disebelah kananya, Frims melihat ada wanita yang sedang kesulitan untuk mengambil barang yang ingin dia beli, karena barang tersebut berada di rak yang paling atas.
“Sepertinya cewek itu tidak sampai untuk mengambil makanan itu, biar aku membantu mengambilkannya” gumam Frims.
Kemudian Frims dari arah belakang, membantu mengambilkan barang yang ingin di ambil oleh si wanita tersebut.
“Ini” ucap Frims.
“Terimakasih banyak mas” sahut wanita tersebut sambil berbalik menghadap kearah Frims.
Betapa kagetnya Frims setelah melihat wanita tersebut yang tidak lain adalah Silvi.
__ADS_1
“Silvi, sedang apa dia disini, semoga dia tidak mengenaliku, aku harus cepat segera pergi dari tempat ini” seperti itulah pikiran panik Frims.