
Sementara itu Elena yang saat ini sedang berada diruang kesehatan sekolah, karena dia malu dengan kekalahannya, sehingga membuatnya menghindar untuk tidak bertemu dengan Silvi dan juga Frims, oleh karena itu dia sengaja berpura-pura sakit dan bersembunyi di ruangan tersebut.
“Aku masih tidak percaya dengan ini semua, bagaimana mungkin aku bisa kalah dengan Silvi, apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumam Elena dengan perasaan malu dan tertekan.
Kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar “Tok tok tok”
“Apakah itu mereka, jangan-jangan mereka sudah tau kalau aku berada disini” gumam Elena dengan kegelisahannya.
Ditengah-tengah kegelisahan Elena, kemudian terdengar suara panggilan menyusul suara ketukan tersebut.
“Elena apa kamu masih didalam?, ini aku Jane” ucap Jane, merupakan salah satu teman Elena.
Mendengar suara panggilan itu ternyata adalah salah satu temanya, kemudian Elena membuka pintu dan segera menarik masuk temanya tersebut.
“Huh syukurlah, aku kira kamu orang itu, bagaimana apakah dia sudah datang mencariku?” tanya Elena kepada Jane.
Kemudian Jane mengatakan tentang Frims dan Silvi yang tadi datang ke kelas untuk mencari Elena.
“Mereka tadi datang ke kelas untuk mencarimu, tapi kamu tenang saja aku sudah bilang kepada mereka kalau kamu sedang ada urusan diluar kota” jawab Jane.
“Bagus, kamu memang teman yang bisa aku andalkan” ucap Elena sambil tersenyum lega mendengar perkataan Jane.
“Tapi, mereka tadi menitipkan ini kepadaku untuk memberikannya kepadamu” sahut Jane sambil mengeluarkan amplop dan memberikannya ke Elena.
Elena mengambil dan membuka amplop tersebut yang ternyata berisi sebuah pesan surat dan juga uang, kemudian Elena membaca isi dari pesan tersebut, betapa kagetnya Elena setelah membaca pesan surat itu yang bertuliskan “Tadi temanmu sudah mengatakan kepadaku kalau kamu sedang berada diruang kesehatan karena sakit, itu ada uang untukmu berobat, semoga sakitmu itu tidak membuatmu menjadi lupa ingatan”
“Apa ini!, katanya tadi kamu bilang tidak mengatakan kalau aku sedang berada disini” ucap Elena dengan marah setelah membaca pesan surat tersebut.
__ADS_1
“Iya, sumpah El aku tadi mengatakan kalau kamu sedang pergi keluar kota” jawab Jane.
“Lalu ini apa?, coba kamu baca” sahut Elena sambil memperlihatkan surat tersebut kepada Jane.
Jane ikut kaget setelah membaca pesan tersebut.
“Sumpah aku dan yang lainya tidak pernah mengatakan seperti itu El” ucap Jane yang kebingungan setelah membaca surat tersebut.
“Bagaimana kamu menjelaskan ini semua, kenapa mereka bisa tau kalau aku sedang sakit dan berada disini, karena kalian semua mereka jadi menghinaku seperti itu” sahut Elena dengan marah kepada Jane.
“Aku juga bingung El, kenapa mereka bisa tahu kamu berada di tempat ini” ucap Jane.
Seperti itulah perdebatan yang terjadi antara Elena dan Jane setelah membaca isi pesan surat tersebut, Frims sendiri sudah menduga kalau Elena berada di ruang kesehatan, oleh sebab itu dia sengaja menulis surat seperti itu untuk menghina Elena sekaligus memberikan pelajaran dengan mengadu dombanya agar bertengkar dengan teman-temannya. Sementara itu Frims yang sedang berjalan bersama Silvi menuju kelasnya.
“Hahaha” Frims yang tertawa sendiri karena terbayang reaksi Elena ketika membaca pesan surat yang diberikannya.
Silvi yang mendengarnya kemudian bertanya “Kenapa kamu tiba-tiba tertawa begitu Frims?”
“Aku tau, pasti kamu sedang menertawakanku, memang ada yang salah dengan penampilanku” ucap Silvi sambil melihat-lihat pakaiannya.
“Bukan kamu, tidak ada yang salah dengan penampilanmu itu” jawab Frims.
“Aku kira kamu sedang menertawakan penampilanku, eh ngomong-ngomong apa isi surat yang kamu tulis tadi Frims?” tanya Silvi yang sudah penasaran dari tadi.
Karena Silvi terus memaksa Frims untuk memberitahu isi dari pesan yang ditulisnya itu kemudian dia menceritakan semuanya kepada Silvi.
“Jadi karena itu kenapa tadi kamu tertawa sendiri” ucap Silvi setelah mendengar cerita dari Frims.
__ADS_1
“Iya, Elena dan teman-temanya itu pasti sudah saling tuduh sekarang” sahut Frims.
“Bagaimana kamu bisa tahu kalau Elena berada di ruang kesehatan Frims?, bukankah teman-temanya tadi sudah mengatakan kalau dia tidak masuk sekolah kerena keluar kota” tanya Silvi yang masih bingung dengan apa yang dipikirkan Frims.
“Mereka hanya berbohong mengatakan itu untuk mengelabuhi kita, aku yakin dia panik karena sudah melihat hasilnya, lalu dia memutuskan untuk pura-pura sakit agar bisa berada diruang kesehatan untuk menghindar dari kita, bukankah itu wajar ketika siapapun murid yang ingin menghindari sesuatu di sekolah baik itu mata pelajaran atau kegiatan lain mereka selalu menggunakan alasan seperti itu, seharusnya kamu juga mengetahui hal itu kan” jawab Frims.
“Jadi seperti itu mengapa kamu menulis surat tadi, hanya untuk mengadu Elena agar bertengkar dengan teman-temanya, aku tidak mengerti lagi denganmu Frims, bagaimana kamu bisa terpikirkan untuk melakukan hal seperti itu” ucap Silvi.
“Aku hanya ingin memberi pelajaran kepada Elena itu, dengan begini dia tidak akan berani untuk membullymu lagi” sahut Frims.
“Terimakasih Frims kamu sudah benyak membantuku menyelesaikan permasalahanku dengan Elena” ucap Silvi dengan tersenyum kepada Frims.
“Kamu tidak perlu berterimakasih kepadaku karena aku tidak melakukan apa-apa untuk mu, malah sebaliknya kamu lah yang membantuku, seandainya kamu tidak berusaha dengan keras untuk memenangkan pertaruhan itu, mungkin sekarang aku sudah menjadi budak si Elena itu” jawab Frims.
“Hehehe untung aku menang yey” sahut Silvi.
Kemudian Frims menyuruh Silvi untuk kembali ke kelas duluan, karena Frims ingin agar Silvi juga merayakan semua keberhasilan ini dengan teman-teman sekelasnya yang sekarang sudah menunggu untuk mengucapkan selamat kepada Silvi karena sudah meraih peringkat satu dan juga sudah membawa nama kelas mereka menjadi lebih baik, sementara itu Frims tidak ikut merayakan itu semua dia hanya terlihat duduk santai di kursinya.
“Kesini Frims ayo kamu juga ikut merayakan keberhasilan ini” ucap teman-teman Frims mengajaknya ikut bersenang-senang dengan mereka.
“Kalian bersenang-senanglah aku hanya ingin tidur sekarang” jawab Frims.
Mendengar itu kemudian Silvi menarik tangan Frims dan mengajaknya untuk ikut bersenang-senang dengannya.
“Kamu harus ikut merayakan ini semua Frims, karena besok kita sudah libur jadi kita akan jarang bertemu, jadi aku ingin kamu sekarang harus ikut merayakan ini semua” ucap Silvi.
Frims yang tidak bisa menolak ajakan itu, dengan terpaksa dia mengikutinya, tentu saja Frims hanya mengikuti acara yang mereka lakukan itu dengan biasa-biasa saja, karena dia tidak ingin terlihat mencolok dihadapan teman-temanya itu.
__ADS_1
“Tidak buruk juga melakukan ini semua bersama mereka” gumam Frims.
Seperti itulah kisah Frims bagaimana dia bisa membuat Silvi menang dalam pertaruhan, membuat teman-temanya lulus dalam ujian, dan yang paling terpenting adalah, mereka semua tidak menyadari, kalau Frims lah yang berada dibalik semua itu.