JENIUS NOMOR 1 FRIMS ASGARD

JENIUS NOMOR 1 FRIMS ASGARD
Hari Libur


__ADS_3

Memasuki hari libur sekolah, Frims dan teman lainya mendapatkan satu minggu waktu libur setelah mereka menyelesaikan semester pertama mereka, karena waktu liburan cuma tujuh hari saja, Frims memutuskan untuk tidak pulang ke rumah orang tuanya, dia memilih untuk menghabiskan waktu di rumah yang dia tempati sekarang bersama pelayan Alex, dia hanya menghabiskan waktu liburannya itu dengan bersantai dan melakukan hobi yang biasa dia lakukan.


“Bukankah tuan sudah libur panjang sekolah?” tanya pelayan Alex kepada Frims.


“Iya, tapi hanya satu minggu saja paman” jawab Frims.


“Oh, apakah tuan tidak ingin pulang ke rumah?, tuan besar dan nyonya besar pasti sangat merindukan tuan” lanjut tanya pelayan Alex.


“Sebenarnya aku juga ingin pulang ke rumah, tapi waktu liburku itu hanya sebentar, jadi mending aku habiskan disini saja, tenang saja paman aku sudah memberitahu ayah dan ibu, mereka juga sudah mengizinkanku untuk berada disini selama liburan” jawab Frims.


“Ya sudah kalau itu mau tuan, kalau tuan merasa bosan ditempat ini terus, tuan katakana saja nanti aku akan mengantar ketempat yang ingin tuan kunjungi disini” ucap pelayan Alex.


“Gampang paman, oh iya temani ajari aku karate paman, sudah lama paman tidak menemaniku berlatih bersama” sahut Frims mengajak pelayan Alex.


“Sudah tidak ada yang bisa aku ajarkan padamu lagi tuan, bahkan tuan sekarang sudah bisa dibilang sebanding dengan saya hahaha” sahut pelayan Alex dengan tertawa.


“Kalau begitu kita latihan tanding saja paman, kita lihat apakah aku benar sudah sebanding dengan paman hahaha” ucap Frims dengan membalas tawa.


Kemudian Frims dan pelayan Alex pergi menuju ruang latihan yang ada dirumahnya itu untuk melakukan latihan tanding karate sesuai dengan yang di minta oleh Frims, mereka berdua terlihat sangat menikmatinya, meskipun Frims masih anak SMA tapi dia bisa mengimbangi gerakan dari pelayan Alex, karena dari kecil dia sudah mempelajari seni bela diri karate dari pelayan Alex.


“Sudah cukup tuan, memang tubuh ini sudah tidak semuda dulu” ucap pelayan Alex yang kelelahan dan meminta menyudahi latihan tanding itu.


“Aku juga sudah capek paman, tapi tetap saja sudah dua jam lebih kita melakukan latihan tanding, tapi aku tetap masih belum bisa menyentuh paman sama sekali huh” ucap Frims.


“Tuan sudah banyak berkembang, bahkan aku tidak melihat celah dari gerakan tuan sama sekali” sahut pelayan Alex.


Setelah mereka selesai berbicara seusai latihan tanding, kemudian Frims meminta agar pelayan Alex mengantarnya ke suatu tempat untuk mengisi waktu liburnya itu, kemudian mereka bersiap-siap untuk pergi ketempat tersebut.

__ADS_1


“Apakah tuan sudah siap?” tanya pelayan Alex.


“Oke aku sudah siap paman” jawab Frims.


Kemudian mereka masuk kedalam mobil yang sudah pelayan Alex siapkan didepan, karena sebelumnya Frims terlalu sibuk dengan urusannya membantu Silvi untuk belajar sehingga dia belum sempat untuk keliling jalan-jalan di kota yang dia tinggali sekarang.


“Memangnya kita mau kemana tuan?” tanya pelayan Alex.


“Aku ingin paman mengantarkanku keliling kota ini, sepertinya di kota ini banyak tempat-tempat menarik, aku ingin mengunjunginya” jawab Frims.


“Oke siap tuan kita berangkat sekarang” sahut pelayan Alex.


Dengan melihat GPS dan juga searching info-info dari internet, pelayan Alex mengantarkan Frims pergi ketempat wisata yang ada di kota itu. Setelah Frims mengunjungi beberapa tempat wisata, ada salah satu tempat yang membuat Frims tertarik yaitu adalah museum purbakala yang cuma bisa ditemukan di kota itu, Frims hanya pernah membaca tentang museum itu dan juga peninggalan yang ada didalamnya, tapi dia belum pernah melihatnya secara langsung oleh karena itu dia ingin sekali mengunjunginya.


“Selanjutnya tuan mau kemana lagi?” tanya pelayan Alex setelah selesai mengunjungi salah satu tempat wisata.


“Oke” ucap pelayan Alex.


Kemudian mereka pergi ke museum yang ingin dikunjungi oleh Frims itu. Setibanya di sana kemudian Frims membayar tiket masuk, setelah itu kemudian dia dan pelayan Alex masuk kedalam museum tersebut, karena pengunjung di museum itu rame, seperti biasa Frims menjadi pusat perhatian khususnya bagi cewek-cewek seumurannya, karena dia tidak memakai masker dan topi, sehingga wajah tampannya itu menjadi pusat perhatian bagi kaum hawa yang ada ditempat itu.


“Hahaha, dimanapun tempatnya tuan selalu menjadi pusat perhatian” canda pelayan Alex.


“Aku juga tidak nyaman dengan itu paman, seharusnya aku memakai masker tadi” ucap Frims.


Frims melihat ada salah satu tulisan kuno yang ada di museum itu, karena sudah banyak buku tentang sejarah yang di baca jadi dia mengetahui tentang arti dari tulisan tersebut.


“Apa paman tau arti dari tulisan itu?” tanya Frims kepada Pelayan Alex sambil menunjuk kearah tulisan tersebut.

__ADS_1


“Aku tidak tahu tuan, memang apa artinya?” tanya balik pelayan Alex karena tidak mengetahui arti dari tulisan tersebut.


Kemudian Frims menjelaskan artinya, bahkan dia menjelaskannya secara detail kepada pelayan Alex.


“Memang sudah menjadi makanan tuan, kalau menyangkut tentang pengetahuan hahaha” ucap pelayan Alex setelah mendengarkan semua perkataan yang Frims jelaskan.


Tanpa mereka sadari ternyata ada orang yang ikut mendengarkan apa yang Frims jelaskan kepada pelayan Alex mengenai tulisan tersebut, karena tertarik dengan apa yang di jelaskan oleh Frims kemudian orang tersebut bertanya kepadanya.


“Boleh aku bertanya?” tanya orang tersebut kepada Frims.


Karena mendengar orang tersebut berkata kepadanya kemudian dia melihat kearah orang tersebut.


“Maaf saya belum memperkenalkan diri, nama saya Arman, saya adalah dosen sejarah dari salah satu universitas di kota ini” ucap pak Arman yang juga merupakan salah satu dosen sejarah.


Kemudian Frims menjawab semua pertanyaan dari pak Arman yang tertarik dengan penjelasan dari Frims terkait tentang tulisan kuno tersebut. Karena sudah banyak buku yang Frims baca jadi sangat mudah baginya untuk menjawab semua pertanyaan dari pak arman tersebut, bahkan teori-teori yang sulit pun bisa dia jelaskan dengan sangat mudah, pak arman yang mendengar itu sangat kagum dengan pengetahuan yang Frims miliki di usianya yang masih sangat muda.


“Aku tidak menyangka ada anak yang masih muda tapi memiliki pengetahuan luas, kalau boleh tahu adik kuliah dimana dan sudah semester berapa sekarang?” tanya pak Arman.


“Aku masih belum kuliah pak, aku hanya anak SMA biasa” jawab Frims.


“Apa masih SMA” sahut kaget pak Arman mendengar kalau Frims masihlah seorang anak SMA.


“Iya, memangnya aku sudah terlihat tua ya pak” tanya Frims.


“Tentu saja tidak, aku kira kamu tadi anak kuliahan yang sedang melakukan studi ditempat ini” jawab pak Arman.


Kemudian mereka melanjutkan obrolan sambil mengelilingi tempat-tempat di museum tersebut, sampai kemudian mereka berpisah, karena waktu juga sudah sore jadi Frims mengajak pelayan Alex untuk kembali pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2