Jodoh Dari Orang Tua

Jodoh Dari Orang Tua
Nila cemburu


__ADS_3

saya tidak akan menganggap kalau tunanganmu itu adalah kakak ipar saya. jelas Nila dengan wajah kesal


iyaa,,iyaa,,, nanti kamu panggil aja namanya, lagian kok kamu marah banget sama dia? emang dia ada buat salah apa dengan kamu? tanya Zidan mulai serius


salahnya hanya satu,dia merebut kamu dari aku. Jelas Nila sambil berlari menuju pintu keluar.


Tiba-tiba mamanya Zidan datang dan melihat kearah Zidan dengan panik.


Zidan, wajar kalau Nila marah, dari kecil kemana-mana kalian selalu bersama. Wajar kalau dia cemburu, tapi, sekarang itu menjadi tugas kamu untuk menyatukan mereka berdua. Jelas mamanya untuk meredakan panik pada Zidan.


Iyaa ma,Zidan sudah menganggap Nila seperti adik kandung Zidan, Bahkan jika ada yang sakiti hati Nila saya tidak akan segan membunuh orang yang sakitin dia. Jelas Zidan pada mamanya.


iyaa sayang, mama bangga punya anak yang menjadi pelindung untuk adiknya. Yasudah kamu susulin dia gih, pasti sekarang adik kamu lagi ditaman belakang rumah, lagian tidak baik anak perempuan malam-malam duduk ditaman.


iyaa maa, Zidan kesana dulu yaa?


tebakan mereka memang tidak meleset, Nila tengah duduk melamun dibelakang rumah,tepatnya ditaman.

__ADS_1


hmmm,,, masih ingat tidak dengan paman penggali kolam itu? kamunya langsung minta dimasuin air untuk minta berenang, padahal kolam renang yang begitu besar disamping rumah. Dan kamu ngotot mau berenang dikolam ikan! ucap Zidan sambil tertawa.


gak lucu, saya juga bukan anak-anak lagi yang mudah dihibur dengan cerita zaman. Ucap Nila dengan sebel.


Hmmm,,,bagaimana dengan abang penjual ketoprak didepan rumah kita? hmm,,, entah siapa yaa? kalau lewat abang itu ,ada yang dorong saya untuk kasih surat pada abang penjual itu yaa? hmmm,,,, hmmmm


Nilapun tidak bisa menahan amarah lagi,ia mulai tertawa,,,Zidan kamu nakal yaa! awas loee kalau bahas itu lagii. Nila mencubit sepupunya diperut.


keduanyapun tersenyum dan melanjutkan cerita-cerita masa kecilnya.


Yasudah kita masuk dalam rumah saja yuk, udah gerimis ini, ajak Zidan pada Nila. Keduanyapun masuk dalam rumah dan kini merekapun mulai memaikan playstation kesukaannya.


iyaa maa,nanggung ini,dua rounde lagi nih,


iyaa mi,nanggung banget.


keduanya hanya tersenyum dan melanjutkan aksi tanding mobil balap,lagi-lagi Zidan kalah.

__ADS_1


Tiba- tiba tvnya ikut mati dan isi ruangan ikut padam, ulah mama Zidan mematikan ampere listrik.


keduanya hanya saling diam,dan melirik jam dihp dan jam tersebut menunjukkan sudah pukul tiga.


keduannyapun berjalan kekamarnya masing-masing.


Nila memang sangat sering menginap dirumah Zidan,bahkan dia mendapat kamar khusus untuk dirinya. Walau Nila sepupunya tapi ia sudah dianggap seperti anak sendiri oleh mama dan papa Zidan.


Zidan juga anak semata wayang dari tuan dan nyonya Maryam.


Rumah Zarina.


Selamat pagi sayang? ucap sang Mama dengan mengecup kening Zarina yang tengah mengoles selai pada roti yang diatas meja.


Pagi ma ucapnya datar,


Zarina bagaimana tidurmu tadi malam? apa kamu pulas nak?

__ADS_1


iyaa maa,,,padahal semalaman ia tidak bisa tidur karena terbayang kata-kata minggu depan dari orang tuanya Zidan.


__ADS_2