
hallo,,kak farel, kak? kok mati? Zarinapun mencoba menghubungi kakaknya dan suara dibalik sana sudah off.
Seharusnya yang kesalkan saya? bukan kak Farel? ucapnya dan melanjutkan aktifitas tidurnya.
Adek,tadi kenapa tidak mau menjumpai nak Zidan? tanya mamanya sambil duduk dikaki kasur anaknya.
Zarina bangun dan tersenyum pada mamanya.
Adek lagi bad mood saja ma dari pada nanti adek turun dan ngomong tidak nyambung,mending mana coba?
Iyaa sayang ,tapi sayang nak Zidan dia mau menjumpai kamu.
maaa,jangan bahas masalah Zidan lagi,adek gak mau dengar.Ucapnya sambil mengalihkan percakapan tentang kak farel.
telfonyapun berdering,,,
dari siapa ya? kok tidak ada nomor ucapnya sambil mengangkat telfon.
" nanti sore jam empat saya tunggu didepan rumah ya? "
siapa yaa? ucap Zarina
Zidan, tut tut.
Zarina bengong dengan nomor masuk barusan, tidak ada sopan santun, tidak mengucap salam. Main ajak-ajak saja tanpa bertanya ada waktu tidak?
siapa nak?
Zarina mama ngomong sama kamu malah bengong.
Zidan ma,jelasnya dengan kesal.
__ADS_1
ya sudah kamu istirahat saja dulu yaa? mama mau turun kebawah karena sebentar lagi papa kamu pulang.
Aneh,dia yang telfon dia yang matiin,dasar cowok aneh,Ucap Zarina dengan wajah sebel.
Zarina mengambil buku-buku persiapan untuk ujian besok, iapun melanjutkan bacaan yang tertunda.
Dua jam kemudian
Assalamualaikum
waalaikumssalam nak Zidan,ucap bik inah
Zarinanya sudah siap bik?
maksudnya nak Zidan? ucap bik inah.
saya ada janji untuk menjemput dia,mau pilih cincin pertunangan. Jelasnya sambil tersenyum
oh iyaa bik,makasih yaa? ucapnya dengan sopan.
Zarina? zarina boleh bik inah masuk?
iyaa bik,buka saja!
Maaf menganggu waktu belajarnya
iyaa bik, mau ngomong apa? tanya Zarina sambil tersenyum.
Nak Zidan sudah dibawah.
Appa?
__ADS_1
iapun makin kesal dibuatnya
ya sudah bik, bik inah kebawah saja dulu sebentar lagi Zarina turun.
iyaa ,,, jawab bik inah
selang beberapa menit Zarina turun dari kamarnya menuju lantai satu .Ia terlihat cuek didepan Zidan.
karena kamu sudah siap yuk kita pergi,ucap Zidan dengan tersenyum.
Zidan membuka pintu BMW putih yang dikendarainnya untuk mempersilahkah Zarina masuk.
Dalam perjalanan keduanya saling diam,tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mereka.
Tiba-tiba Zidan menghentikan mobilnya tepat didepan kantor.
Zarina makin bingung dibuatnya, kok turun disini?
yaa,,,kalau kamu mau turun tidak masalah,kalau duduk dalam mobil juga tidak masalah. Ucap Zidan sambil merapikan rambut dengan sisir dan memakai parfum sebelum menutup pintu mobil.
Ya sudah saya tunggu disini saja!
yakin tidak mau turun? saya lama lho dikantor? ucap Zidan dengan tersenyum.
hmmm,,,ya sudah saya turun saja, oh yaa,,, jadi kamu jemput saya hanya untuk kekantor? tanya Zarina dengan kesal.
oopsss,,,,tidak , karena sebentar lagi kita akan cari cincin pertunangan kita. Saya tidak mau keluarga saya malu karena nanti cincinya kebesaran atau kekecilan ditangan kamu. Jelas Zidan dengan wajah serius.
Zarina terdiam dan mengikuti kearah Zidan pergi.
para karyawanpun ikut melihat direkturnya yang tiba-tiba membawa seorang gadis cantik yang sangat manis. Sontak semuanyapun jadi bahan gosip baru.
__ADS_1
Zidan yang mengetahui hal tersebutpun menyuarakan, Untuk semua perkenalkan ini adalah calon tunangan atau istri saya nanti. Ucapnya dengan tersenyum.