Jodoh Dari Orang Tua

Jodoh Dari Orang Tua
Banten


__ADS_3

saya pikir setelah tiga tahun kalau kita tidak saling mencintai,bisa kita batalkan saja pertungan ini,dengan alasan kalau kita tidak cocok atau ada pilihan masing-masing.


Zarinapun terkesim dengan ide yang ia tawarkan. hmm,,,serius kalau saya kebanten dan pernikahan kita ditunda dulu? tanya Zarina dengan senang.


Iyaa,,,, jawab Zidan dengan tersenyum.


okee,,kalau begitu saya akan ikut kebanten, terserah mau berapa hari disana,yang penting kita tidak jadi menikah minggu ini. Ucap Zarina dengan wajah ber seri-seri.


iyaaa,,,,setuju jawab Zidan dengan tersenyum, ya sudah kamu siap-siap karena kita langsung berangkat sekarang, karena acaranya akan dimulai dua jam lagi.


Zarina naik keatas dengan wajah yang ceria, mamanya melihat aksi anaknyapun terheran.


Zarina,,,, apa nak Zidan masih dibawah?


Masih ma,oh yaa saya mau kebanten dulu ma yaa? temanin Zidan keacara keluarga.


Mamanya sangat terkejut melihat Zarina dengan wajah cerianya yang telah hilang beberapa hari ini. Iapun mengucap syukur pada Allah,akhirnya rasa kekhawatiran menikahkan anaknya bukan paksaan darinya.

__ADS_1


Ya sudah sayang,hati-hati dijalan yaa!


ucap mamanya sambil menutup pintu dan turun kearah bawah.


Zarina sedang asik memilih baju-baju yang akan dibawa kesana, ia menganggap kalau itu adalah akhir dari perjodohannya.Bahkan ia tidak mengubris lagi acara perkemahan dikampus. Terserah Zidan saja berapa hari kami disana, mau sebulan atau setahun yang penting kami tidak jadi nikah. Ucapnya kegirangan


Maaf nak Zidan sudah kebiasaan Zarina kalau milih baju lamaaa sekali.


iyaa tidak apa-apa maa,,lagian acaranya dua jam lagi. Ucap Zidan dengan sopan.


kami pamit dulu maa! Zidan menyalami calon ibu mertuanya. Disusuli oleh Zarina, maa adek pergi dulu yaa. Assalamualaikum.


iyaa nak,kalian hati-hati dijalan yaa? titip salam mama pada keluarga Zidan yaa. basa-basi mertua pada Zidan.


Ditengah perjalanan Zarina terlihat sangat menikmati disekelilingnya bahkan perasaannya sekarang menjadi lega. Karena beban yang berat telah terangkat padanya.


Zidan yang mengetahui hal tersebut hanya bisa tersenyum. Sesekali Zidan melirik kearah Zarina yang tengah asik memotren pemandangan luar.

__ADS_1


Tidak terasa merekapun tiba dirumah acara,banyak anak-anak yang berlari-lari bermain kejar-kejaran disekeliling mereka.


sudah sampai,ayuk turun ucap Zidan dengan membuka pintu mobil. Zarinapun turun dari mobil dan disambut oleh neneknya Zidan.


Masya Allah Zidan,mamah kamu pinter banget yaa pilih calon menantu, manis sekali. ucap sang nenek sambil memegang pipi Zarina. Zarinapun terkesipu malu dan bersalaman sambil mencium tangan neneknya Zidan.


Ya sudah mari masuk,,,


Nenek Zidan masih sangat kuat, efek dari muda sudah menjaga pola makan sehat, umurnya sudah tujuh puluhan,tapi mata dan kakinya masih sangat kuat untuk berjalan.


neneknya asik memperkenalkan Zarina pada keluarga besar. Zarinapun ikut kemanapun yang digiring oleh nenek Zidan, ia sedikit canggung dengan keakraban keluarga Zidan.


neneknya memberi kamar khusus untuk Zarina, ia melihat photo-photo zaman ,photo Zidan masih kecil tanpa baju dan wajah cemongnya, iapun memotretnya untuk mengisengin Zidan diperjalanan pulang nanti.


Tamupun berdatangan satu persatu, Zarina juga ikut sibuk dalam menyambut tamu dan membantu apa saja yang ia bisa.


Lain halnya dengan Zidan, dia asik tidur dikamar neneknya dengan anak-anak kecil yang ia minta untuk dipijitin.

__ADS_1


__ADS_2