Jodoh Dari Orang Tua

Jodoh Dari Orang Tua
kesal


__ADS_3

Beberapa jam kemudian Acara intipun selesai, tamu berpamitan satu persatu, tapi rumah ini tidak pernah sepi karena keluarga besar pada berkumpul semua dirumah.


Zarinapun kekamar untuk beristirahat,ia sangat menikmati acara hari ini, bahkan ia sangat salut dengan keluarga ini karena mereka sangat kompak beserta saling perhatian antara sesama.


Coba kalau Zidan seperti keluarganya bisa saja saya jatuh cinta padanya. Tapi sikap dia yang sok dan angkuh membuat saya enek padanya untung saja kami tidak jadi nikah. Ucapnya dengan nada kecil.


ush,, jangan ngomong yang bukan-bukan pamali, ucap sang nenek tiba-tiba terdengar suara dari belakang.


Zarinapun sangat terkejut, neneknya mengambil undangan dan menyodorkan pada Zarina, ini undangan yang masih tersisa tiga puluh lembar lagi yang belum nenek bagikan.


Undangan tersebut adalah undangan pernikahan Zidan dan Zarina yang akan dilaksanakan minggu depan.

__ADS_1


Semua keluarga juga sudah mempersiapkan seragam keluarga. Jadi kamu jangan ngomong yang macam-macam ucap nenek sambil tersenyum padanya.


Wajah sumbringan Zarinapun ikut menciut dan ia sangat marah pada Zidan,ternyata ide yang Zidan tawarkan itu hanyalah bohongan. Ia hanya mau Zarina ikut bersamanya.


iyaa nek,,,saya tidak akan mengatakan apapun lagi. Jawabnya dengan santun.


Ya sudah nenek pamit dulu yaa,kamu istirahat saja dulu, kamu juga sudah kelelahan kan? besok pagi ajak Zidan keliling desa ini yaa kamu nikmati pemandangan banten sekalian ajak Zidan berkunjung sejarah peninggalan zaman.


Kecewa dan merasa ditipu oleh Zidan. Iapun keluar kamar dan mencari Zidan. buk Zidan kemana yaa? ucapnya ditengah-tengah keluarga yang tengah asik berbicara.


seeeh,,,calon pengantin baru yang tidak bisa jauh-jauh dari calon suami. Ucap sepupuan dari mamanya Zidan. Zadannya lagi dikamar neneknya ucap salah satu yang disana.

__ADS_1


iapun pergi untuk melihat kamar neneknya Zidan. Zarina mengambil kain yang diatas meja kemudia melempar kearah Zidan. Zidan kamu curang banget yaa? kamu kenapa menipu saya? ucapnya dengan kesel.


Zidanpun terkejut dan bangun dari tempat tidur,ia menarik beberapa lembar uang lima ribuan untuk diberikan pada anak-anak ,Oke tugas kalian udah selesai,kalai sudah bisa pergi yaa ucapnya sambil tersenyum kerah mereka.


Hmm,,,saya kan tidak menipu,kan saya belum berbicara sama mama dan papa. Jadi saya tidak pernah ingkar janji apapun. Ucap Zidan masih ngeyel


Zidan itu bukan lelucon,bahkan undangan pernikahan kita sudah tersebar dikeluarga kamu. Saya yakin kalau itu ide kamu untuk ajak saya kesini. Saya mau pulang kerumah sekarang juga, antarin saya pulang. Ucapnya dengan nada kesal.


cup-cup nyonya manis, udah jangan ngambek lagi. Masalah ini nanti saja kita bicarakan sekarang kan tidak mungkin kita pulang bentar lagi sudah malam. Kalau kita pulang malam ini dan tiba-tiba ban mobilnya bocor dan kita ditengah-tengah jalan kamu mau tidur didalam mobil dengan laki-laki yang bukan muhrim. Jawab Zidan dengan tersenyum ngeyelnya.


kamu yaaa,,,Zarina menunjuk kearah Zidan dengan wajah yang sangat kesal. Iapun memlilih pergi meninggalkan kamar.

__ADS_1


Ya Allah, bisa-bisanya saya kena tipu sama ini orang dan sudah bukan sekali dua kali, tapi sudah berkali-kali. Awas kamu Zidan yaa! saya tidak akan memaafkan kamu.


__ADS_2