
Semua para karyawan bertepuk tangan dan mengucapkan selamat pada direktur mudanya.
Zarina tersenyum sebel pada Zidan, rasa benci kian bertambah. iapun sibuk bersalaman dengan para karyawan.
Waah,,pak Zidan tau saja pilih istri, udah cantik dan manis lagi. Ucap salah satu karyawannya.
Zarina hanya bisa tersenyum.
kamu mau nunggu sampe berapa jam mendengar pujian dari mereka. Bisik Zidan ditelinga Zarina disampingnya.
Zarinapun makin bertambah sebel pada Zidan dan masuk ke ruang Zidan bekerja. Ia duduk disofa, Zidan duduk ditempat biasa ia bekerja.
Zarina melihat kearah Zidan yang tengah fokus dilaptopnya. Ya Allah ,,,geramnya lihat wajah cowok aneh ini. Ngapain coba ajak saya kekantornya sampai tunggu berjam-jam. Tunggu ,,,saya juga kenapa mau-maunya dibodohin sama dia yaa?
Zidaaan,,,
hmmm,,, Ada apa?
Saya pulang sendiri saja ya? kalau kamu sudah siap kerja dan telfon saya. Kalau kamu sudah tau tempat cincinya kirim alamat saja biar saya kesana?
okee,,, sudah siap semua.
Zidan bangun dan menuju pintu keluar.
__ADS_1
Kamu? kenapa masih duduk dalam ruangan? yuk kita pergi ucap Zidan dengan cuek.
Ya Allah,,,sabar-sabar, ucap Zarina dalam hati.
iapun masuk kemobil,,,
Mereka singgah ditoko perhiasan langganan Mamanya Zidan.
Mbak tolong cincin yang bulat itu. Tunjuk Zidan pada cincin bulat polos yang diatasnya berbentuk hati.
Zidan mengambil cincin tersebut dan menyuruh Zarina memasang dijari manisnya.
Ini orang makin aneh aja, masak pilih-pilih saja tanpa tanya pendapat saya. Untung saja pilihannya bagus. Ucap Zarina dalam hati setengah melamun.
Zarinapun terlihat makin geram dengan nada bicara Zidan, karena membuatnya terkejut.
ya Allah, lagi-lagi saya harus bersabar dengan cowok aneh ini. katanya dalam hati
oke,,, ayuk kita pulang.
Zidan,saya naik Grab saja yaa? kamu pulang saja sendiri.
oooh,,, tidak boleh, saya tidak mau acara pertunangan kita nanti malam terhambat gara-gara kamu tidak pulang kerumah atau kamu mau lari dari rumah. Jelas Zidan dengan nada bercanda.
__ADS_1
kali ini Zarina tidak bisa mengontrol kekesalannya.
Zidan, saya bukan keluarga yang suka memalukan orang tua yaa? lagian kalau kamu tidak setuju dengan pertungan ini saya oke,oke saja kok. Ucap Zarina dengan kesal.
waw,waw, calon tunangan saya galak juga ya? hmmm,,,,tapi tidak apa-apa karena kita belum sah suami istri. Kalau nanti sudah jadi istri sah saya jangan ngomong kasar gitu yaa? dosa lho.
Ucap Zidan dengan becanda.
Zarinapun makin kesal dan berjalan menuju kearah mobil Zidan.
Zidanpun membuka pintu mobilnya untuk Zarina. Tadi katanya mau naik Grab,eh duluan dia yang kearah mobil. Sambil tersenyum
Dasar cowok aneh, pencicilan banget sih. Ucap Zarina dengan geram.
eh,,tangganya kenapa itu diremas-remas? pasti kamu lagi mengupat saya yaa dalam hati? tanya Zidan dengan tersenyum.
oooomaak, garangnya punya calon istri. Ucapnya sambil membawa mobil.
Dirumah Zarina
Zidan membuka pintu Zarina dengan tersenyum padanya. Nanti malam jangan coba-coba kabur dari rumah yaaa? Zidanpun langsung menancap gas tanpa berpamitan padanya.
Wajah Zarina terlihat sangat sebel sejak dari pergi dan pulang dengan Zidan. Ia sangat kesal dibuatnya
__ADS_1