Jodoh Dari Orang Tua

Jodoh Dari Orang Tua
kopi asin


__ADS_3

Zarina sangat kewalahan menghadapi sikap Zidan, Ia benar-benar marah dan sebel padanya. Ia merasa ditipu dan dikibuli sama Zidan.


Ya Allah, kenapa ada yaa! mahluk aneh seperti ini. Kak farel kamu dimana? kenapa hp kamu tidak aktif, ingin sekali rasanya saya melepaskan kekesalan tu orang sama kakak.Ucap Zarina sambil menelfon kenomor hp farel yang tidak aktf.


Zarina yuk keluar gabung dengan keluarga lain, kita ngeteh bareng. Ucap tante Zidan dengan tersenyum ramah padanya.


Zarina sangat terkejut dengan kedatangan tante Zidan. Iyaa tan, sebentar lagi saya keluar ucapnya dengan wajah dipaksakan tersenyum.


Tantenyapun memegang tangan Zarina dan menariknya keluar dengan lembut. Ia berjalan dengan kekosongan hati.


diluar sana mereka saling bercanda ria,iapun melihat wajah cerianya Zidan,yang sesekali cekikan dalam tertawa. Zidan melihat kearah Zarina dan ternsenyum nyengir.

__ADS_1


Zarina,kami lagi membicarakan keisengan Zidan waktu kecil, ya ampun Zidan ini waktu kecil sangat nakal lho, ucap sang nenek dan disusuli cerita oleh tante-tante Zidan yang lain.


Dan kami juga tidak menyangkan, kalau Zidan nurut sama mamanya untuk menikah dengan cara dijodohin. Secara Zidan dari dulu banyak cewek-cewek yang suka sama dia. Bahkan ada yang kerumahnya untuk menembak Zidan didepan orang tuanya. Jelas sang Nenek sambil tertawa bersama.


Zarina hanya tersenyum dan mencoba untuk tidak terlihat sedang jengkel,karena ia menghargai yang lebih tua. Sesekali iapun ikut tersenyum walaupun yang mereka membicarakan hal yang sudah tidak ia kosentrasi lagi.


Zidan mengetahui hal tersebutpun, memanggil Zarina ditengah-tengah keramaian. Zarina,hei ia melempari Zarina dengan kulit kacang dan memecahkan lamunan.


seeeh,,,romantisnya, ucap salah satu keluarga Zidan. Merekapun asik membicarakan gerak gerik mereka.


Zarinapun kedapur, ia berada diposisi serba salah, mau tidak mau ia harus terlihat penurut didepan keluarga Zidan.

__ADS_1


Ia memanaskan air dan membuka kopi dengan wajah yang tidak bisa dibendung lagi sebelnya. Dalam hatinyapun terbesit ide untuk mencampur kopi dengan garam. Iapun melancatkan aksinya dengan memberi beberapa sendok garam didalam gelas yang sudah berisi air panas dan serbuk kopi. Hmmm emang enak dikerjain, minum ni kopi asi ucapnya kegiringan. Lagian enak saja main suruh-suruh.


Iapun membawa beberapa cangkir kopi yang satunya ia pilih untuk Zidan dengan rasa yang berbeda. Zidan mengambil minuman tersebut dengan wajah masih tersenyum karena sisa cerita lucu yang mereka ceritakan.


uhuk uhuk,,,minumannyapun tumpah pada celana lienya, membuat pahanya panas. Makanya hati-hati kalau minum kopi ucap sang nenek sambil mengelap kopi yang tumpah pada Zidan. Zarina tersenyum kemenangan atas apa yang ia saksikan.


Zidan mengetahui kalau itu ulahnya Zarina, Iapun melihat kearah Zarina. Tidak apa-apa nek, biar Zidan saja yang lapinnya. Ucap Zidan sambil mengambil kain lap yang sedang dipegang neneknya.


Ya sudah nak,kamu cuci saja celananya karena sudah hitam begitu dicelana kamu? ucap tante Zidan.


Zidanpun bangun dan melewati Zarina, bentar lagi kopinya biar nenek yang minum yaa? bisiknya dengan kecil sambil berjalan menuju kamar mandi. Zarina mendengar hal tersebutpun langsung mengambil gelas kopi yang Zidan minum. Nek saya buatin minum lagi untuk Zidan yaa? ucapnya sambil menuju kedapur.

__ADS_1


__ADS_2