Jodoh Dari Orang Tua

Jodoh Dari Orang Tua
ngeyelnya Zidan


__ADS_3

ooh ini maa,,,saya takut hilang,ja jadi ini mama simpan saja dulu yaa,,kapan-kapan saya akan pakai. Zarina menyodorkan kotak yang berisi cincin berlian pada mamanya.


Yasudah sayang terserah kamu saja yaa! adek apa farel ada hubungi kamu?


tidak ma,,,


kok farel begitu yaa,padahal kan hari bahagia adeknnya, apa kuliah disana sesibuk itu. tanya mama dengan kesal pada Zarina,,,


Zarinapun terlihat kesal ketika menginggat abangnya yang tidak pulang keacara pertunangan dirinya.


Suasana pagi dikediaman Zidan


Zidan,,,,hari ini kalian sibuk tidak? tanya mamanya lagi dimeja makan.

__ADS_1


hmm,,,tidak maa,kenapa yaa?


Mama sama Papa tidak bisa menghadiri acara turun tanah cucunya om kamu dibanten, bagaiamana kalau kamu sama Nila yang kesana.


ooooh ,,,no no mi,,hari ini saya ada meeting dengan para CIO dan lima belas menit lagi saya harus disana. Ucap Nila yang lagi asyi menyantap nasi goreng.


ya sudah maa ,biar saya saja yang pergi. Ucap Zidan dan langsung pamit bersama dengan Nila.


Aamiin maa,,, lagian papa juga lihat kalau Zarina anak yang penurut dan baik hati. Masalah identitas keluarga dia yang sebenarnya biarkan saja,yang penting keluarga dia sekarang keluarga baik-baik yaa maa,,,ucap papanya Zidan dengan melempar senyum pada istrinya.


Zarina tengah asik mendengar lagu-lagu kesukaanya ,karena hari ini libur, besok mareka akan berangkat camping bersama teman-teman seangkatan diperkarangan kampus.


Adek,,,,dibawah lagi ada Zidan nak! hmmm,,,,dia sudah minta izin sama mama untuk ajak adek kebanten ada acara keluarga katanya. Kalau adek keberatan mama akan bilang kalau adek tidak bisa ikut. Ucap sang mama sambil tersenyum kearah Zarina. Ia tau kalau anaknya belum bisa membuka hati pada Zidan.

__ADS_1


Zarinapun turun kebawah dan bertemu dengan Zidan, ada apa? tanya nya dengan kecus


bukannya tadi mama sudah bilang kalau saya minta izin untuk ajak kamu kebanten. Yaaaa sebentar lagi kita juga akan menikah, pasti mereka akan bertanya kenapa tidak ajak calon istri,bla bla, ucap Zidan dengan panjang lebar.


Zidan, Zarina melihat disekelilingnya apakah mama dan papanya ada disana.


Maaf yaa,,,kalaupun sudah sah jadi suami istri saya tidak mau kemanapun dengan kamu, satu lagi, kita bertunangan juga sama-sama bukan keinginan kita. Jadi saya harap stop memperlakukan saya seperti suami istri. Karena untuk saat ini sampai seterusnya saya tidak pernah mencintai kamu, belum lagi sifat kamu,tidak ada sopan santun dan ajak-ajak orang seenaknya tanpa memberi tahu duluan.


wah wah,,,, tajam banget yaa mulut calon istri saya ini, kalau tidak mau ikut ya sudah tinggal bilang saja tidak mau. Ucap Zidan dengan tersenyum ngeyel.


iyaa emang tidak mau ikut. Ucap Zarina , kali ini dia benar merasa sangat tenang karena telah melepaskan unek-uneknya yang beberapa hari ini ia pendam.


hmm,,,oke baik, kalau begitu alasan kita menikah minggu depan sudah tidak bisa ditunda lagi, tapi kalau kamu ikut saya kebanten, hmm,,, saya bisa bernegosiasi dengan mama untuk pernikahan akan dilaksanakan setelah kamu diwisuda,tepatnya tiga tahun lagi. Ucap Zidan dengan memberi ide pada Zarina.

__ADS_1


__ADS_2