Jodoh Dari Orang Tua

Jodoh Dari Orang Tua
melody


__ADS_3

Adek, mama boleh tanya sesuatu? ucap sang mama dengan ragu-ragu.


Apa adek bahagia dengan pertunangan ini?


Zarina hanya tertunduk dan tidak sadar kalau selai yang di olesi diroti sudah penuh dan tumpah dimeja makan.


mamanya melihat itu bisa paham kalau anaknya seperti tertekan.


kalau tidak saya akan menelfon ibu siti,untuk membatalkan pertunangan ini,karena mama tidak mau anak mama menikah karena terpaksa. Ucap sang mama dengan nada sedih.


Tidak ma, Adek setuju atas pertungan ini,hanya saja adek belum siap untuk nikah minggu depan. Menurut adek itu terlalu cepat untuk mengenal calon suami adek.


Alhamdulillah kalau begitu, mama khawatir kalau pertunagan itu menjadi beban untuk adek? ucap sang mama meyakinkan dirinya.


enggak kok ma, adek ikhlas, tapi untuk menikah terlalu cepat adek kurang yakin.


oh,,,kalau masalah itu,adek tenang saja, mama sama papa dulunya juga saling malu ,tapi makin hari makin ada terus rasa cinta,maka hadirlah kakak kamu. jawab sang papa dengan ikut campur pembicaraan anak dan istrinya..


Zarinapun tersenyum melihat papanya, Zarina berlari memeluk papanya.

__ADS_1


Ada apa ini? kok adek jadi menangis? ucap sang papa.


Adek,tidak mau berpisah dari keluarga ini, adek tidak mau kemana-mana,adek mau melihat mama dan papa sampai memutih rambut bersama. Ucapnya sambil menangis.


ketiganyapun hanyut dalam tangisan dan dekapan antara mama dan papanya.


bibik, yang menyaksikanpun ikut meneteskan air mata.


sayang,sampai kapanpun kamu adalah anak mama dan papa, pintu ini akan terbuka dua puluh empat jam untuk kamu. Jadi jangan pernah bosan-bosan untuk melihat kami! mama memang tidak melahirkan kamu,tapi kamu ini sudah menjadi bagian dari hidup mama dan papa nak.


ketiganyapun makin hanyut dalam drama,


Bellpun berbunyi,,,tiba-tiba Biknaimah menbawa paket, dan langsung dibuka oleh mamanya, karena atas nama Zarina dari keluarga Zidan.


melihat wajah Zarina sedih, mamanyapun mengambil baju tersebut dan menyimpan dikamarnya.


Adek,hari ini masuk jam pagi kuliahnyakan? tanya sang mama mengalihkan pandangan anaknya.


iyaa ma,,iapun melirik jam ditangannya, yang menunjukkan sudah jam sembilan lima belas. Iapun bergegas untuk menuju kekampus.

__ADS_1


Pa,,tidak terasa hidup kita sudah berdua lagi yaa? dulunya kita menimang-nimang siadek dengan farel, kini, mereka akan meninggalkan kita satu persatu.


ooh,,, jadi mama mau bilang kalau kita harus cari adiknya farel dan Zarina? ucap suaminya sambil tersenyum.


Bik naimah ikut tersenyum, melihat kelucuan kedua majikannya.


Papa ini dasar genit, gak tau apa bentar lagi mau nimang cucu. Ucap istrinya sambil mencubit siku suaminnya.


maa,,mama ini biarkan saja farel dan Zarina punya anak, apa salahnya kalau mereka ada adek lagi? guyonan sang suami membuat bik naimah ikut nimbrung.


iyaa nyonya, apa kata tuan ada benernya? jadi nyonya gak akan kesepian lagi.


kamu bik yaa? bukanya bela saya malah bela si bapak. ucapnya sambil tersenyum.


Dikampus


Tumben hari ini telat? tanya lena melihat sahabatnya masuk dengan menyelinap dan duduk disampingnya.


Tadi malam saya bertunagan ! jelas Zarina dengan suara pelan.

__ADS_1


Tunangan? ucap Irna dengan suara yang keras.


seisi ruanganpun terdiam dan melihat kearah mereka, bahkan dosenpun ikut melotot melihat lena


__ADS_2