
Pagi terakhir di Banten,
Nek,kami pamit pulang dulu nek yaa?
Zidan dan Zahrina berpamintan untuk kembali lagi kejarkata. Semua keluarga dari nenek berkumpul untuk bersalaman dengan keduanya.
Zidan dan Zahrina diantar sampai ke pintu mobil bersama neneknya. Tentunya semua doa terbaik mengiringi perjalannya.
Dalam perjalanan keduanya saling diam seribu bahasa. Zahrina masih dilema dengan pernikahan didepan mata,sedangkan Zidan fokus membawa mobil.
Setelah melewati beberapa jam, Tiba depan rumah Zahrina. Ia membuka pintu mobil tanla sepatah katapun. Begitu juga dengan Zidan ia segera memutar ban mobil untuk meninggalkan kediaman rumah calon istrinya.
Zahrina membuka pintu dan segera masuk,wajahnya tidak ceria ketika pertama pergi. Mamanya hanya bisa terdiam melihat Zahrina dengan wajah murung. Mamaknya tidak berani berkata apapun hanya terlihat raut wajahnya penuh kecemasan.
__ADS_1
Deringan telfon dari kak Farel membuat keheningan Zarina pecah.
Kaaak,Kakak kemana saja,kapan kakak pulang? Apakah kakak puas sekarang karena kakak udah matiin hp selama adek perlu? Tanya nya dengan mengangis.
Terdengar suara dari arah sana juga sedang menangis, Zahrina maafin kak Farel,kakak tidak sanggup melihat adik semata wayang kakak diambil orang lain. Jelas Farel dengan isak tangis.
Zahrina kamu tau tidak kenapa kakak tidak kuliah disini,kenapa kakak lebih memilih kuliah keluar negri? Karena kakak mau jauh dari kamu, kak farel tidak mau kita dekat seperti adik kakak,tapi kak Farel mau kita dekat untuk jadi suami istri. Jelas kak farel dibalik sana.
Makanya saya tidak mau kuliah di indonesia,karena kakak tidak bisa mengontrol diri kakak untuk selalu harus dekat denganmu. Ucapnya dengan jujur.
Zahrina menangis tersendu-sendu,antara syok dan kaget. Tapi itu semua sudah terlambat kak,andai kakak dulu mengutarakan sama mama dan papa mungkin itu jadi pertimbangan bagi mereka. Ucap Zahrina dengan lugas.
Tidak Zahrina, sampai detik inipun kita masih punya kesempatan untuk jujur pada mama dan papa. Ucap Farel dengan menyakinkan adiknya.
__ADS_1
Tidak mungkin kak,lagian kakak juga sudah adek anggap sebagai kakak kandung adek,ucap Zahrina dengan isak tangis.
Kenapa tidak mungkin,lagian kalian juga belum nikah ,hanya bertunangan,besok kakak akan pulang ke indonesia,dan mengatakan yang sebenarnya pada mama dan papa. Ucapnya dengan tegas.
Jangan kak,jangan lakukan itu,pasti mama dan papa tidak bisa menerima hubungan ini,lagian sampai detik ini perasaan cinta adek hanya sebatas adek kakak,perlu waktu lama untuk menerima kakak seperti orang lain. Ucap Zahrina menenangkan hati sang kakak yang sedang dilema.
Zahrina,kakak jatuh cinta sama kamu sejak hari pertama kamu datang dirumah kakak. Sejak itulah kakak mulai mencintai kamu. Jelasnya dengan menyakinkan dirinya.
Zahrina hanya bisa terdiam,ia tidak banyak berbicara apapun. Beberapa kali Farel memanggil dirinya.
Zahrina apa kamu masih disana? Besok apapun kejadian kakak akan menjumpai kamu. Mama dan papa juga harus tau,kakak tidak rela melepaskan kamu pada laki-laki lain,apalagi Zidan,dia sangat tidak cocok sama kamu.Ucapny penuh kekesalan.
Kak,kenapa kakak bisa egois?
__ADS_1