
Zarina memang istri yang cocok untuk Zidan yaa? dia gak banyak bicara tapi sangat perhatian pada Zidan.Ucap nenek pada yang lain.
kamar mandi memang berdekatan dengan dapur, tidak sengaja ketika Zidan memercikkan air ,airnya ikut tumpah di lantai yang dapur hingga jalan yang Zarina lalui sangtlah licin.
Tiba-tiba kaki Zarina terpeleset dilantai karena lantai keramiknya menjadi licin, Zidan dengan reflek memegang tangan Zarina layaknya film-film hindia yang membantu permaisurinya dari maut.
Ia memegang tangan Zarina hingga tidak senganja memeluk Zarina. Merekapun saling berpandangan dengan wajah kaget. Neneknya melihat merakapun berucap. Astaqfirullah Zidan, kalian ini gak sabar amat sih, sebentar lagi juga sah jadi suami istri ucap sang nenek dengan suara volume tertinggi.
keduanyapun sangat kaget,bukan begitu nek,ucap keduanya sambil menjelaskan pada neneknya.
Merekapun saling melihat, dan Zarina memberikan Zidan untuk berbicara dan menjelaskan kejadian sebenarnya.
Zidanpun bercerita kronologi dari awal, neneknyapun tertawa cekikan. Sebenranya nenek juga tau kalau itu bukan kalian sengaja, tapi nenek senang saja lihat wajah kalian yang lagi kaget. Ucap sang nenek sambil melanjutkan jalan kearah dapur.
__ADS_1
Zarinapun bergumam dalam hati nenek dan cucu sama saja suka isengin orang.
hayooo,,pasti kamu lagi bergosip ria tentang nenek yaa? ucap Zidan sambil tertsenyum pada Zarina.
Apaan sih, orang lagi mikirin yang lain kok, ucap Zarina sambil berbalik jalan menuju keruang keluarga. Zidanpun melanjutkan membersihkan celananya yang kotor dan menginggat kejadian yang terjadi barusan. Ia menyadari calon istrinya memang terlihat cantik, bahkan ketika dia ngambek sangat terlihat lucu. Zidan tersenyum sendiri menginggat kejadian yang dialaminya dengan Zarina beberapa waktu lalu.
Beberapa jam kemudian Suasana rumah menjadi sepi, dikarenakan terlalu kelelahan. Dan disetiap sudut dipenuhi anak-anak yang tidur berantakan, sesekali bersuara tidur sang nenek,,hmmmm,,,,,hmmmmm,hmmmm
Azan subuh mulai terdengar disetiap surau, banten memang terkenal dengan kota santri, tidak heran jika terdengan azan disetiap mesjid kemesjid.
Tanpa disadari Zidan berdiri didepan pintunya, Nenek ajak kita tadarus bareng, ucap Zidan sambil memecah lamunanya.
Zarina sedikit kaget karena laki-laki yang ia bayangkan sudah berdiri didepannya.
__ADS_1
Iapun mengambil al-quran dan mengikuti arah Zidan pergi.
Nenek Zidan mengajarkan Zarina membaca quran. Zarina memang tidak lancar dalam membaca quran,tapi setidaknya dia tidak malu untuk belajar pada siapun yang mengajarkannya.
Zidan,kamu kan sudah pandai membaca al quran, dari kecil Zidan memang neneknya yang mengajarkan Zidan membaca quran.
kalau kalian sudah menjadi suami istri, amanah nenek setiap habis magrib kalian wajib membaca quran. Apalagi kalau nenek sudah tidak ada,kalian pasti janjikan akan mengirim doa untuk nenek?
Nek,jangan ngomong begitu, Insya Allah kami akan membaca quran didepan nenek selamanya. Ucap Zidan sambil tersenyum pada neneknya.
Zarina hanya tertunduk,
Zidan membaca quran dengan fasih, Zarina mendengarnya dan suara Zidan ketika membaca quran sangat mirip dengan suara kakaknya farel.
__ADS_1
Iapun merasa kesepian ketika kakaknya tiada, ia mencoba beberapa kali menghubungi kak farel hasilnya tetap sama,hl farel tidak aktif.